Tok … tok … tok …
Suara berisiknya ketukan pintu membuat Kayla pun terbangun dari mimpinya. Setelah tadi malam ia meratapi nasibnya dengan menangis semalaman dan baru saja tertidur, kini tidurnya itu harus terganggu lagi karena suara itu.
Segera saja Kayla beranjak dari tempat tidurnya dan membukakan pintu tersebut yang pastinya adalah Axel, suaminya yang mengetuk. Siapa lagi kalau bukan dia, karena mereka hanya tinggal berdua di apartemen tersebut.
"Kamu mau apa lagi? Mau menyiksa aku pagi-pagi seperti ini?" Tanya Kayla tanpa memandang wajah tampan sang suami.
"Aku sedang tidak mau mencari ribut denganmu. Sekarang kamu bangun dan siapkan sarapan, karena sebentar lagi orang tuamu dan orang tuaku akan datang ke sini. Aku juga tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba ingin datang ke sini dan mengatakan ingin sarapan bersama," ucap Axel.
"Aku tidak mau, kenapa kamu tidak memesan saja di luar," ucap Kayla ketus.
"Jangan membantah ucapanku Kayla, aku sudah berusaha untuk berbicara baik-baik denganmu!" Ucap Axel yang menatap tajam.
Tak mau membuat macan didepannya itu akan menghukumnya lagi, Kayla pun segera saja keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. Jika bukan karena orang tua dan juga mertuanya, sudah pasti Kayla tidak akan menuruti apa kata Axel setelah apa yang pria itu lakukan kepadanya.
5 menit kemudian, Axel mendekatinya yang di saat itu tampak sedang sibuk dengan peralatan dan bumbu-bumbu di dapur.
"Kau harus ingat ya Kayla, baik di depan orang tuaku maupun orang tuamu kita harus pura-pura bahagia. Jika sampai kau menunjukkan bagaimana tersiksanya hidupmu bersama denganku, aku pasti akan membuat hidupmu itu semakin menderita," ancam Axel yang berbicara tepat di telinganya.
"Ternyata kau tahu bahwa hidupku sangat menderita bersamamu," hardik Kayla.
"Tentu saja aku tahu, aku dapat melihatnya dan memang itu tujuanku menikah denganmu," ucap Axel sehingga membuat Kayla menghentikan aktivitasnya.
"Apa maksudmu? Kau sengaja menikahiku untuk menyiksaku dan membuat hidupku menderita begitu?" Tanya Kayla yang kini pun membalikkan tubuhnya menatap ke arah Axel.
"Sudah jelas Kayla, aku ingin membalas dendam atas perbuatanmu yang telah membuat calon istriku meninggalkanku, tepat di hari pernikahan kami. Apa kau tahu bagaimana tersiksanya hatiku saat menghadapi kenyataan bahwa istriku kabur di hari pernikahan dan itu semuanya gara-gara kau," kata Axel.
"Aku tidak melakukan apapun Axel, Keisha telah memfitnahku. Kenapa kamu begitu percaya terhadap Keisha yang jelas-jelas itu adalah kebohongan. Bukankah kamu sudah lama mempunyai hubungan dengan Keisha, seharusnya kamu tahu siapa dia, dia jujur atau tidak," kata Kayla.
"Tentu karena aku sangat mengenalnya, dia adalah wanita baik, wanita yang aku cintai sehingga aku percaya semua kata-katanya. Sudahlah, sekarang cepat masak karena sebentar lagi orang tua kita akan segera sampai," titah Axel dan segera saja berlalu.
Kayla menitikkan air matanya, menahan perih di dada. Saat ini ia mencoba untuk menetralisir perasaannya dan bersabar dengan situasi yang sedang terjadi dalam hidupnya. Setelah dirasa cukup tenang, Kayla pun kembali melanjutkan aktivitasnya untuk memasak.
Sedangkan Axel mengambil barang-barang milik Kayla untuk dipindahkan ke kamarnya, ia tidak mau jika orang tua dan juga mertuanya itu akan mengetahui bahwa mereka pisah kamar.
****
Tidak beberapa lama kemudian, tamu yang dinantikan pun tiba, yaitu kedua orang tua Kayla dan juga kedua orang tua Axel. Mereka langsung saja masuk dan dipersilahkan untuk langsung menuju ke ruang makan, karena di saat itu semua menu sarapan yang sudah dimasak oleh Kayla dengan tangannya sendiri telah tersaji di atas meja. Kayla dan Axel sendiri pun sudah tampak rapi dengan menggunakan pakaian yang senada.
"Wah … kalian berdua romantis sekali ya. Kalian terlihat begitu serasi dan sangat bahagia," ucap Roseline.
"Iya, Mama sangat senang melihatnya. Semoga kalian berdua bisa terus bahagia ya," ucap Karina pula.
"Ternyata meskipun Axel tidak jadi menikah dengan Keisha, tetapi Kayla juga bisa menggantikan posisinya menjadi istri yang baik untuk Axel," ucap Alex.
Entah kenapa mendengar akan hal itu membuat Axel pun menjadi sangat kesal, mengingat pernikahannya yang gagal karena ulah Kayla. Akan tetapi ia pun mencoba untuk menahannya dengan terpaksa tersenyum di depan orang tua mereka itu. Begitu juga dengan Kayla, ia terlihat memaksakan senyum meskipun di hatinya terasa sangat muak dengan sandiwara pura-pura bahagia ini.
"Ma, Pa, Mom, Dad, lebih baik sekarang kita sarapan saja ya. Nanti makanannya keburu dingin," ucap Kayla.
"Iya benar apa kata Kayla, lebih baik sekarang kita sarapan," sambung Axel.
Lalu mereka pun segera saja duduk dan menikmati sarapan bersama yang telah dibuat oleh Kayla.
"Ternyata masakan Kayla enak juga," batin Axel sembari mengunyah makanan tersebut.
Selama hampir sebulan menikah dengan Kayla, Axel pun baru kali ini mencicipi makanan yang dibuat oleh istrinya itu. Karena selama ini ia sama sekali tidak pernah menyentuhnya saat Kayla memintanya untuk mencicipi masakannya itu.
"Sayang, masakan kamu ini enak sekali," puji Roseline.
"Terimakasih Mom," ucap Kayla.
"Masakan Kayla ini sangat mirip dengan masakan mamanya," ucap Raymond.
"Oh ya? Berarti Kayla belajar memasak dari mamanya ya," ujar Rosselin.
"Iya benar sekali Mbak, Kayla ini sangat rajin membantu saya ketika di dapur. Sangat berbeda dengan adiknya, Keisha yang sama sekali tidak mau tau dengan urusan dapur," ucap Karina.
Lagi-lagi mereka menyebut nama Keisha yang membuat Axel pun merasa marah karena teringat lagi dengan kejadian dimana ia ditinggalkan oleh calon mempelai pengantin wanitanya karena ulah Kakaknya sendiri, yang saat ini telah menjadi istrinya.
****
Setelah menikmati sarapan bersama, kini dua keluarga itu pun duduk di ruang depan untuk mengobrol-ngobrol santai. Hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 dan kini waktunya mereka akan pulang dengan alasan ada urusan masing-masing dan tidak mau mengganggu Axel dan Kayla yang akan menghabiskan waktu liburan di rumah berdua.
"Axel, Kayla, Mommy harap kalian berdua baik-baik saja, hidup rukun. Jika ada masalah dalam rumah tangga itu adalah hal yang biasa, tapi kalian harus menyelesaikannya secara baik-baik ya. Seandainya kalian berdua sudah tidak kuat menghadapi masalah itu, kalian boleh cerita kepada kita sebagai orang tua kalian," ucap Roseline.
"Mama titip anak Mama ya Axel. Kamu jaga dia, sayangi dia. Meskipun saat ini kamu belum sepenuhnya mencintainya, tapi dengan dipupuk Mama yakin kalian berdua bisa saling mencintai," ucap Karina.
Kayla tertegun, ia merasa sangat bersalah karena harus membohongi ibu dan mertuanya itu. Mereka sangat senang dengan kondisi rumah tangga mereka yang terlihat sangat rukun, padahal mereka hanya pura-pura bahagia saja.
"Kalian tenang saja ya, aku pasti akan selalu membahagiakan dan menjaga Kayla, istri aku," ucap Axel.
"Axel, laki-laki itu yang dipegang adalah janjinya. Daddy tidak mau jika kamu membuat masalah apalagi sampai kamu menyakiti istri kamu," kata Alex.
"Iya Dad, Daddy boleh kok pegang ucapan aku ini," kata Axel.
"Papa percaya dengan kamu Axel, Papa yakin kamu pasti bisa penjaga anak Papa dengan baik. Untuk urusan Keisha, Papa benar-benar minta maaf dan Papa harap kamu bisa melupakannya. Bahkan sampai sekarang saja kami tidak tahu dimana keberadaannya, tetapi kami berharap semoga Keisha baik-baik saja. Jika sudah saatnya nanti, dia pasti akan kembali lagi ke rumah," ucap Raymond.
"Iya Pa tidak apa-apa, aku sudah melupakan tentang itu dan sekarang akan fokus dengan rumah tanggaku bersama Kayla," ucap Axel.
Kayla memutar bola mata malas tanpa ada yang melihatnya, rasanya ia sangat eneg sekali mendengar ucapan Axel yang sangat pintar bersandiwara.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments