Saat ini kedua orang tua Keisha itu pun terlihat sedang melangkahkan kaki mendekati anak dan menantunya itu hingga kini sudah berada di hadapan keduanya.
"Axel, kamu apa-apaan sih. Kenapa kamu mendorong Keisha seperti itu? Mama tahu kamu sangat kesal karena Keisha telah pergi meninggalkan kamu di hari pernikahan kalian. Tetapi kamu juga tidak pantas bersikap kasar seperti itu terhadap Keisha," ucap Karina dan membantu anaknya untuk segera berdiri.
"Ma bukan seperti itu Ma. Ini tidak seperti yang Mama lihat, aku benar-benar tidak sengaja," ucap Axel.
"Mama kenapa sih main menuduh Axel seperti itu. Sudah jelas-jelas kita tadi melihat Keisha yang langsung memeluk Axel, wajar saja Axel reflek melepaskannya karena Keisha ini bukan siapa-siapanya lagi. Mama lupa ya jika Axel ini menantu kita karena telah menikah dengan Kayla, bukan Keisha," ucap Raymond.
"Papa ini apa-apaan sih, bukannya membela aku malah membela Kayla, Kayla dan Kayla lagi," batin Keisha.
"Papa kenapa jadi membela Axel? Axel ini seorang laki-laki, apapun alasannya dia tidak boleh bersikap kasar seperti itu terhadap perempuan Pa. Apa Papa pernah berpikir, bagaimana kalau Axel juga bersikap kasar terhadap Kayla? Mana kita tahu kan," ucap Karina.
Deg…
Ucapan Karina itu seakan menembus ke jantung Axel, karena benar saja bahwa ia sama sekali tidak pernah bersikap baik terhadap Kayla saat mereka sedang berdua, bahkan karena sikapnya tadi malam yang sengaja menyakiti Kayla, membuat istrinya itu pun pergi dari apartemen.
"Itu tidak mungkin Ma, Mama kan lihat sendiri bagaimana Axel begitu mencintai Kayla saat di depan kita. Bahkan bukan hanya di depan kita saja tetapi di depan kedua orang tuanya Axel juga, jadi mana mungkin Axel akan menyakiti Kayla," bantah Raymond.
"Mama, Pa, sudah. Sebenarnya tadi memang aku yang salah, aku hanya terlalu bersemangat saat melihat Axel ada di depan mataku. Aku sampai lupa jika saat itu aku sudah pergi meninggalkannya dan aku juga lupa jika Axel saat ini sudah menikah dengan Kak Kayla. Karena yang aku ingat, Axel adalah kekasihku. Hubungan kami belum berakhir, meskipun waktu itu aku sudah meninggalkannya Pa, Ma," ucap Kayla dengan buliran bening yang terlihat mengalir dari sudut matanya, entah itu tulus dari dalam hati atau hanya berpura-pura saja.
"Siapa bilang hubungan kita belum berakhir, semenjak kamu memutuskan untuk pergi meninggalkanku di hari pernikahan kita, di saat itu pula hubungan kita telah berakhir Keisha. Aku sudah menikah dengan Kayla, yang itu artinya sekarang Kayla adalah istriku. Mana mungkin aku sudah mempunyai istri tetapi masih mempunyai kekasih, itu sama saja aku telah berselingkuh atau telah mengkhianati istriku," ucap Axel yang membuat Keisha pun begitu sedih dan terkejut mendengarnya.
"Keisha, kamu dengarkan itu. Axel saja sudah tidak menginginkan kamu lagi, Axel sudah memiliki istri dan istrinya itu adalah kakak kamu sendiri. Kamu juga yang sudah menyebabkan mereka menikah, jadi kamu jangan pernah berharap untuk hidup bersama Axel, kakak ipar kamu sendiri," ucap Sastro yang sangat tidak menyukai sikap anaknya itu.
"Papa, sudah Papa. Papa ini kenapa sih, Papa selalu saja menyalahkan Keisha, selalu menyudutkan Keisha. Padahal Keisha juga kan punya alasannya kenapa waktu itu dia pergi," ucap Riska.
"Jadi Mama percaya begitu saja jika Keisha pergi karena Kayla yang memintanya? Papa sama sekali tidak mempercayainya. Lagipula jika memang Kayla melakukan hal seperti itu, tetapi jika Keisha benar-benar mencintai Axel, seharusnya dia tidak pergi waktu itu," ucap Sastro.
"Ma, Pa, aku minta maaf kalau kedatanganku ke sini malah membuat keributan. Aku hanya mau mencari istriku, apa dia ada di sini?" Tanya Axel yang ebenarnya sudah sangat muak berada di hadapan keluarga istrinya itu. Apalagi dengan keributan-keributan yang terjadi yang menurut Axel sama sekali tidak penting. Apalagi ia harus tetap berpura-pura untuk membela sang istri di depan kedua mertuanya.
"Maksud kamu Kayla hilang? Kenapa kamu bisa mencari Kayla di sini, memangnya kemana Kayla pergi sampai tidak izin dengan suaminya? Apa Kalian sedang ada masalah?" Tanya Sastro yang terlihat begitu khawatir. Terlebih lagi ini masih pagi, kemana anaknya itu pergi tanpa sepengetahuan suaminya.
"Aku tidak tahu Pa, setahuku kita sedang tidak mempunyai masalah apapun. Pagi-pagi sekali Kayla sudah pergi tanpa berpamitan, aku kira Kayla ada di sini. Jika memang tidak ada, aku akan mencarinya ke tempat lain," ucap Axel dan segera saja hendak pergi dari sana.
"Axel tunggu!" Pagi-pagi sekali Kayla sudah pergi dan kamu tidak tahu kemana, lalu kamu mencarinya ke sini, begitu?" Tanya Riska.
"Iya Ma, aku hanya khawatir, takut terjadi sesuatu dengan Kayla. Jadi sekarang juga aku akan pergi untuk mencari dimana keberadaan istriku," jawab Axel.
"Ya sudah kamu kabari Papa jika kamu sudah bertemu dengan Kayla," ucap Sastro.
"Baik Pa," jawab Axel dan segera saja pergi.
Sedangkan Keisha di saat itu pun hendak mengejar axel, akan tetapi Sastro menarik tangan Keisha untuk tetap berada di tempat.
"Kamu mau kemana? Urusan kamu belum selesai dengan Papa dan Mama," cegah Sastro.
"Tapi Pa, aku hanya ingin membantu mencari dimana Kak Kayla," ucap Keisha beralasan, berharap jika sang ayah mengizinkannya.
"Tidak perlu, sudah ada suaminya. kamu bisa lihat sendiri kan bagaimana khawatirnya Axel terhadap istrinya. Sekarang kamu masuk!" Titah Sastro.
Dengan sangat terpaksa, Keisha pun masuk kembali ke dalam rumahnya mengikuti kedua orang tuanya itu.
****
Tok … tok … tok …
Kayla yang baru saja selesai mandi dan memakai pakaiannya itu pun segera saja membuka pintu saat suara ketukan pintu kamar penginapannya itu terdengar. Tidak ada yang tahu jika saat ini ia menginap di sini kecuali Devano, jadi sudah pasti yang datang adalah mantan kekasihnya itu.
"Devano, ada apa Dev pagi-pagi sekali kamu sudah datang ke sini? Kamu tidak ke kantor?" Tanya Kayla.
"Iya Kay, aku hanya membawakan sarapan untuk kamu. Kamu pasti belum sarapan kan," ucap Devano.
"Iya belum," jawab Kayla.
"Ya sudah, kamu sarapan ya sekarang. Aku nggak bisa lama-lama di sini karena benar kata kamu, aku harus segera pergi ke kantor. Oh ya kamu jangan segan untuk menggunakan apa yang sudah aku berikan ke kamu, kalau butuh apa-apa kamu tinggal menggunakannya saja," ucap Devano sembari menyerahkan paper bag yang berisi menu sarapan untuk Kayla.
Yang dimaksud oleh Devano itu adalah kartu ATM yang ia berikan kepada Kayla, karena Kayla memang tidak membawa apapun saat keluar dari apartemen, selain pakaian yang melekat di tubuhnya. Jika Kayla membutuhkannya maka Kayla boleh menggunakan kartu tersebut dengan sesuka hati, karena jumlah uang di dalam ATM itu juga cukup banyak.
"Terimakasih ya Devano, kamu sudah menolongku dan malah memberikanku fasilitas. Kamu sudah membelikanku beberapa pakaian, kamu juga sudah membelikanku sarapan, jadi aku belum menggunakan kartu ATM-nya sama sekali. Aku benar-benar minta maaf ya sudah merepotkan kamu. Nanti kalau aku sudah pulang, aku pasti akan menggantinya," ucap Kayla.
"Sudahlah Kayla, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Aku ikhlas kok melakukan ini semua, anggap saja kita sahabat. Sekarang kamu masuk dan sarapan saja ya, aku mau pergi dulu," ucap Devano.
"Iya Dev, kamu hati-hati ya dan sekali lagi terimakasih ya Dev," ucap Kayla tersenyum.
"Iya sama-sama," jawab Devano yang membalas senyuman itu hingga keduanya pun saling bertatapan.
Lalu segera saja Devano pergi meninggalkan kamar penginapan Kayla, sedangkan Kayla kembali menutup pintu kamarnya dan duduk di sofa untuk menikmati sarapan yang tadi telah dibawakan oleh Devano.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang telah mengintai mereka dan sudah beberapa kali mengambil foto keduanya dari sudut pandang yang terlihat begitu mesra, meskipun tidak terjadi apapun di antara mereka berdua.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Zamz Hasanah
Karina Thor bukan Riska minum AQUA dulu Thor🤣
2024-07-18
2