Karena sudah tak sabar lagi ingin menemui sang kekasih, Devano pun langsung saja meminta Azka untuk langsung menuju ke rumah Kayla. Setelah beberapa hari ini ia sengaja mengabaikan sang kekasih karena ingin memberikan kejutan, saat ini Devano pun tidak sabar lagi ingin menemui pujaan hatinya itu karena merasakan rindu yang amat mendalam.
"Dev, kamu yakin mau langsung ke rumah Kayla? Nggak mau pulang ke rumah dulu gitu," tanya Azka.
"Nggak perlu Az, aku sudah sangat merindukan Kayla. Aku juga sudah nggak sabar mau melihat bagaimana reaksi Kayla saat melihat aku sudah kembali ke Indonesia," ucap Devano.
Tiba-tiba Azka terdiam, ia teringat beberapa hari yang lalu kekasih sahabatnya itu menghubunginya untuk menanyakan sang kekasih yang tidak bisa dihubungi. Dari suaranya lewat telepon, Azka tahu jika Kayla sedang memiliki masalah. Akan tetapi Kayla tidak bisa menceritakan hal itu kepadanya, sehingga ia pun hanya bisa berpikir positif di saat itu.
****
Hingga beberapa saat kemudian, kini Devano dan Azka pun sudah berada di depan pagar kediaman keluarga Askara. Segera saja satpam penjaga rumah membukakan pagar rumah untuk tamu yang datang, sedangkan Azka segara saja pergi sesuai permintaan sahabatnya itu.
"Apa kabar Pak Danu? Ini saya bawakan oleh-oleh dari Jepang untuk Bapak," ucap Devano sembari memberikan sebuah bingkisan kepada satpam.
"Saya baik Tuan Devano. Terimakasih Tuan atas oleh-olehnya. Saya tidak menyangka jika Tuan Devano sudah kembali ke Indonesia," ucap Danu yang sebenarnya cukup terkejut melihat kedatangan Devano.
"Iya Pak sama-sama. Saya memang sengaja tiba-tiba datang karena mau memberikan kejutan untuk Kayla. Kayla-nya ada kan di dalam?" Tanya Devano.
"Sebaiknya Tuan Devano langsung saja masuk ke dalam, di dalam ada Tuan dan Nyonya juga," ucap Danu.
"Baiklah, terimakasih ya Pak Danu," ucap Devano lalu segera saja melangkahkan kakinya menuju ke rumah keluarga Askara.
Sedangkan di saat itu Danu menatap Devano kasihan, ia yang mengetahui bagaimana kondisi Kayla saat ini tetapi tidak tega untuk mengungkapkan hal tersebut. Menurut Danu biar saja keluarganya langsung yang menyampaikan hal itu kepada Devano.
Tok … tok … tok …
Ting … tung …
Suara bel dan ketukan pintu itu pun terdengar sangat jelas, hingga seorang ART segera saja membukakan pintu tersebut. Saat pintu terbuka, Mbok Ani, Asisten Rumah Tangga yang sudah lama bekerja di kediaman Askara itu pun sangat terkejut melihat kedatangan Devano, mengingat apa yang sudah terjadi dalam keluarga tersebut.
"Selamat siang Mbok Ani," ucap Devano tersenyum.
"Tu-Tuan Devano," ucap Mbok Ani yang lidahnya terasa kelu saat mengucap nama tersebut.
"Hai Mbok, Mbok apa kabar? Kenapa Mbok Ani seperti terkejut begitu melihatku?" Tanya Devano.
"Saya baik Tuan. Iya Mbok hanya terkejut saja tiba-tiba melihat Tuan Devano ada di sini," ucap Mbok Ani.
"Oh iya Mbok, aku memang sengaja tidak mengabari siapapun, bahkan Kayla juga tidak tahu karena aku mau memberikan kejutan untuk semuanya. Om, Tante dan Kayla ada di rumah kan Mbok?" Tanya Devano.
Mbok Ani terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa. Untung saja tepat di saat itu Raymond dan Karina muncul di hadapan mereka.
"Itu Nyonya dan Tuan Askara Tuan. Saya permisi dulu," ucap Mbok Ani lalu segera saja pergi.
"Devano?" Ucap Karina yang begitu terkejut melihat kedatangan kekasih dari anaknya itu, begitu juga dengan Raymond yang merasa ini adalah mimpi.
"Om, Tante, apa kabar?" Tanya Devano lalu menyalami dan mencium punggung telapak tangan kedua orang tua dari kekasihnya itu.
"Ah iya Devano. Kita baik, bagaimana kabar kamu? Kapan kamu pulang ke Indonesia?" Tanya Raymond.
"Aku baru saja tiba dari Jepang dan langsung ke sini Om, karena aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Kayla. Kayla dimana ya?" Tanya Devano.
Raymond dan Karina saat saling bertatapan, mereka rasanya ingin menyembunyikan rahasia bahwa saat ini Kayla sudah menikah karena merasa tidak tega dengan Devano yang sangat bersemangat ingin bertemu Kayla. Akan tetapi bagaimanapun juga Devano harus tahu kenyataan ini, karena pada dasarnya dia memang tidak bisa lagi untuk mengharapkan Kayla.
"Kayla sedang tidak ada di rumah Dev," ucap Karina.
"Apa Kayla sedang keluar? Kalau begitu boleh nggak aku minta tolong Om atau Tante untuk menghubungi Kayla dan memintanya segera pulang. Tapi tolong jangan katakan jika aku ada di sini, aku ingin melihat bagaimana ekspresi Kayla saat melihat kedatanganku," ucap Devano.
"Tidak Dev, lebih baik sekarang kamu pergi saja," kata Karina yang membuat Devano itu pun merasa kebingungan.
"Tapi kenapa Tante? Kenapa Tante meminta aku pulang? Aku datang ke sini karena aku membawa kabar bahagia, aku sudah berhasil merintis usahaku di Jepang dan sekarang aku datang ke sini karena ingin melamar Kayla untuk menjadi istriku. Aku jamin Kayla tidak akan pernah menderita bersamaku, aku pasti akan bisa membahagiakannya Om, Tante," ucap Devano yang rasanya begitu menyayat hati karena merasa bersalah terhadap pria tersebut.
"Maaf Devano, tapi Kayla sudah tidak tinggal di rumah ini lagi," ucap Raymond.
"Maksud Om, apa Kayla sudah pindah? Oh pasti Kayla ingin belajar mandiri ya mulai dari sekarang, sebelum nantinya dia menikah denganku," ucap Devano begitu antusias.
"Bukan, bukan karena itu Dev," ucap Karina, ia bingung harus bagaimana caranya menjelaskan kepada Devano.
"Aku sudah menikah Dev, itulah kenyataannya," ucap Kayla yang tiba-tiba saja muncul bersama suaminya, Axel.
Di Saat itu pula Devano, Karina dan Raymond pun langsung menatap ke arah mereka.
"Kayla, akhirnya kamu pulang juga. Sudah dari tadi aku menunggumu," ucap Devano.
Kayla menatapnya dengan sendu, hatinya begitu perih mengingat bagaimana hubungan mereka saat ini. Padahal ia sudah sangat lama menanti kepulangan sang kekasih, tetapi kenapa di saat bertemu keadaannya semua telah berubah. Kini ia telah menjadi istri orang lain, sehingga tak bisa lagi untuk bersama dengan kekasihnya itu.
"Dev, apa kamu tidak mendengarnya tadi, aku mengatakan kalau aku sudah menikah," kata Kayla.
"Menikah? Apa maksud kamu? Bukankah yang menikah waktu itu Keisha?" Tanya Devano yang tak mengerti.
"Tidak Dev, bukan Keisha yang menikah tapi aku dan ini adalah suamiku, Axel," Ucap Kayla menunjuk pria dingin yang ada di sampingnya itu.
"Axel? Bukankah Axel itu kekasih Keisha, tapi kenapa bisa dia menikah denganmu? Kamu bohong kan Sayang," ucap Devano.
"Aku minta maaf Dave, tapi itulah kenyataannya. Saat ini Axel adalah suamiku," ucap Kayla.
Devano terdiam, ia tidak menyangka jika kepulangannya ke Indonesia yang berharap akan hidup berbahagia bersama sang kekasih malah harus kecewa mendengar kabar bahwa kekasihnya itu telah menikah dengan orang lain.
Bersambung …
Devano Anggara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments