Seorang wanita yang saat ini berada di hadapan Axel itu pun langsung saja menghamburkan pelukannya pada tubuh kekar Axel. Axel sangat terkejut atas perlakuan itu, akan tetapi ia juga tak dapat membendung rasa rindunya kepada wanita itu, sehingga ia pun membalas memeluknya dengan erat.
"Sayang, aku merindukan kamu. Aku minta maaf ya karena waktu itu aku pergi, aku tidak bisa berpikir panjang, aku terpaksa meninggalkan kamu Axel," ucap wanita tersebut.
Tanpa mengucap kata apapun, Axel pun langsung saja menarik tubuh wanita itu ke dalam dan menutup pintu apartemen. Lalu ia mendorong tubuh wanita itu dengan pelan hingga menyentuh dinding, segera saja ia melum** bibir wanita tersebut dengan penuh gairah karena rasa rindu yang bergejolak di dalam dada serta rasa amarahnya juga jika mengingat apa yang terjadi di antara mereka.
Wanita itu pun tak tinggal diam, ia juga membalas ciuman yang diberikan oleh Axel itu. Akan tetapi wanita tersebut merasa jika ciuman Axel kali ini terlihat agak kasar, mungkin karena dia sudah sangat merindukannya hingga wanita itu pun mengikuti saja permainan Axel. Ia mengalungkan tangannya di leher Axel, Axel juga menarik tengkuk wanita itu hingga ciuman mereka semakin dalam.
Kayla yang saat itu keluar dari kamar hendak mengambil air minum, sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
"Keisha, Axel!" Teriak Kayla hingga dua sejoli yang sedang bercumbu mesra itu terkejut dan reflek melepaskan ciuman mereka.
Akan tetapi bukan menjauh dari Keisha, Axel malah merangkul tubuh wanita yang sudah meninggalkannya itu, sengaja memamerkan kemesraannya agar Kayla merasa cemburu dan sakit hati.
Berbeda halnya dengan Keisha, ia sangat terkejut karena melihat Kayla, kakaknya itu ada di apartemen Axel saat ini.
"Kak Kayla, kenapa Kakak ada di sini?" Tanya Keisha.
Kini Kayla melangkahkan kakinya mendekati Axel dan Keisha.
"Kamu tidak salah Keisha, kamu bertanya kenapa aku ada di sini? Seharusnya aku yang bertanya kenapa kamu bisa ada di sini? Kenapa kamu datang kembali setelah apa yang sudah kamu lakukan, kamu sudah membuat hidupku menderita Keisha. Sekarang kamu berani menampakkan wajah kamu lagi," ucap Kayla yang terlihat murka, menatap tajam mata adiknya itu.
"Maksud kakak apa?" Tanya Keisha pura-pura bodoh.
"Kamu jangan pura-pura tidak tahu apa maksud aku, Keisha. Karena ulah kamu yang memfitnahku waktu itu, aku yang terjebak dalam pernikahan yang tidak aku inginkan. Aku telah menjadi mempelai pengganti kamu dan kamu tahu, hidup aku sangat tersiksa bersama dengan Axel yang tidak mencintaiku. Dia menikahiku hanya karena mau membalas dendam atas perbuatan yang telah kamu lakukan itu," ucap Kayla apa adanya.
"Apa? Jadi Kak Kayla benar-benar menikah dengan Axel gara-gara surat yang aku tinggalkan waktu itu," batin Keisha.
"Apa maksudnya ini? Aku benar-benar tidak mengerti. Memangnya aku memfitnah apa Kak?" Tanya Keisha yang masih berpura-pura tak mengerti.
"Kamu jangan berpura-pura lupa Kayla, kamu menulis surat dan mengatakan bahwa aku yang memintamu untuk pergi. Kenapa kamu tega sekali memfitnahku, padahal aku ini Kakak kamu. Kenapa kamu tega, Keisha. Apa salahku, padahal aku sangat menyayangimu, aku selalu mengalah untukmu dan rela melakukan apapun untuk kamu. Tapi kamu jahat Keisha, kamu tidak punya hati!" Ucap Kayla dengan suara lantang
"Diam! Berani sekali kau membentak Keisha seperti itu," bentak Axel yang kini malah marah terhadap Kayla.
Tentu saja hal tersebut membuat Keisha tersenyum puas, apalagi saat tadi mendengar Kayla mengatakan jika hidupnya sangat menderita bersama Axel. Itu artinya mereka menikah benar-benar karena terpaksa.
"Sayang, aku tidak memfitnahnya. Tapi itulah kenyataannya, memang beberapa hari sebelum kita menikah Kak Kayla yang meminta aku untuk pergi. Dia mengatakan bahwa dia mencintai kamu, dia ingin menikah denganmu, sehingga meminta aku untuk meninggalkanmu di hari pernikahan kita," ucap Keisha.
"Kamu jangan mengada-ngada ya Keisha, aku tidak pernah mengatakan hal itu. Bahkan kamu tahu sendiri kan kalau aku juga mempunyai kekasih," ucap Kayla.
"Aku tidak memintamu untuk bicara Kayla," ucap Axel bengis. "Sayang kamu lanjutkan lagi," ucapnya kepada Keisha.
"Kak Kayla juga mengatakan kalau aku tidak meninggalkanmu, maka dia akan membuat hidupku menderita. Aku takut Axel, kamu harus percaya kepadaku. Aku tidak mungkin berbohong kepadamu Sayang. Kamu sudah lama mengenalku, kita berpacaran sudah 2 tahun lamanya, tidak mungkin aku sengaja meninggalkanmu di hari bahagia kita," ucap Keisha seolah-olah dialah yang menjadi korban di sini.
"Aku percaya padamu Sayang, untuk itulah aku menikahinya. Selain untuk melindungi keluarga kita agar tidak malu, aku juga ingin membalas dendamku karena dia telah membuat kamu pergi dari hidupku. Aku tidak terima jika dia hidup bahagia, sementara kamu menderita. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengkhianati cinta kita," ucap Axel menatap wajah Keisha dengan tatapan sendu.
"Omong kosong apa ini, kamu yang telah membuat hidupku menderita dan sekarang kamu seolah-olah menjadi korbannya di sini. Keisha, kamu benar-benar keterlaluan," ucap Kayla lalu ia pun keluar dan pergi dari apartemen.
"Kak Kayla tunggu!" Panggil Keisha.
"Sudah Sayang, biarkan saja dia pergi. Dia juga tidak akan pergi jauh dan nantinya juga akan kembali seperti biasa. Kayla sudah sering melakukan hal itu jika baru saja aku hukum atau aku siksa," ucap Axel.
Kayla pun terdiam, lalu ia pun menuruti saja apa kata Axel dan kini keduanya duduk di ruang depan.
****
Sedangkan Kayla di saat itu berjalan sendirian tak tentu arah. Ia tak tahu harus pergi kemana, bahkan ia juga tak membawa dompet maupun ponselnya, sehingga hanya bisa mengandalkan kakinya untuk berjalan, pergi sejauh mungkin meninggalkan tempat yang membuatnya begitu kecewa.
Tetapi tiba-tiba saja ia teringat akan pernikahannya dengan Axel, bagaimanapun juga mereka menikah secara sah di mata agama dan negara. Axel adalah suaminya, bagaimana bisa ia meninggalkan suaminya bersama dengan wanita lain di apartemen, meskipun itu adalah adiknya sendiri dan kekasih Axel. Tapi ia juga pun bingung apa yang harus dilakukannya sekarang, bahkan ia sama sekali tak diinginkan oleh Axel. Sehingga Kayla pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke apartemen dan kembali berjalan menyusuri jalan.
Di saat itu, karena kecerobohannya yang hendak menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri, Kayla pun tidak menyadari jika ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya.
Din … din … din … din …
Suara klakson itu seakan tak terdengar oleh Kayla karena pikirannya yang melayang jauh entah kemana, hingga saat ia menyadari sorot lampu mobil tersebut kian mendekat dan sudah berada di depan matanya.
"Akh …!" Teriak Kayla.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Jelita S
axel kamu akan menyesal nantinya
2023-03-17
2