Setelah mendapatkan alamat lokasi yang dikirimkan oleh Kayla, segera saja Devano melajukan mobilnya ke tempat tersebut. Ia sudah tak sabar lagi ingin menemui wanita yang masih sangat dicintainya itu.
Hingga kini Devano pun memberhentikan mobilnya di sebuah tepi danau dimana tempat tersebut banyak dikunjungi oleh para muda-mudi untuk menghabiskan waktu bersama di sana. Devano juga melihat Kayla yang sudah duduk menunggunya duduk di sebuah kursi panjang tepat di bawah pohon yang rindang. Segera saja Devano berjalan dengan langkah panjang menghampiri wanita tersebut.
"Kayla," ucap Devano saat dia sudah berada di dekat Kayla. Rasanya begitu bahagia karena bisa melihat pujaan hatinya saat ini berada tepat di hadapannya.
"Dev, kamu sudah sampai. Silahkan duduk!" Ucap Kayla dan segera saja Devano mendudukkan dirinya di samping mantan kekasihnya itu.
"Kay, kamu kenapa? Kenapa mata kamu sembab seperti habis menangis?" Tanya Devano.
Awalnya Kayla hanya diam, ia tampak ragu untuk menjawab pertanyaan Devano. Akan tetapi, bukankah tujuannya mengajak Devano karena ingin bercerita agar hatinya lebih tenang? Ya itu lah tujuan awalnya, hingga pada akhirnya pun Kayla menceritakan intinya saja kepada Devano, tentang hubungan pernikahannya bersama Axel yang sebenarnya tidak bahagia dan tentang sikap Axel yang selalu berbuat kasar padanya.
Devano mengepal erat kedua tangannya menahan amarah setelah mendengar fakta tersebut, "Aku sudah menduga, mana mungkin kamu bahagia dengan pernikahan yang nggak kamu inginkan seperti itu. Lalu kenapa kamu masih tetap bertahan dengan sikap kasar pria bajin*** itu, kenapa kamu tidak menceraikannya saja dan kembali kepadaku. Aku pulang hanya untuk kamu dan sampai kapanpun aku akan tetap menunggu kamu Kayla. Aku juga tidak akan mungkin menyakiti kamu seperti apa yang sudah dilakukan oleh pria itu."
Mata Devano tampak berkaca-kaca, ia sangat kasihan dan tidak rela melihat Kayla yang hidup menderita karena telah menjadi mempelai pengganti adiknya.
"Aku minta maaf Dev, tapi aku melakukan ini semua karena keluargaku. Aku tidak mungkin membiarkan keluargaku malu gara-gara perbuatan Keisha. Aku yang sudah memutuskan untuk menikah dengan Axel, jadi aku harus menanggung apapun resikonya. Nggak mudah juga jika aku tiba-tiba menceraikannya, pasti keluargaku akan sangat marah Dev. Karena yang mereka tahu selama ini hubungan kami baik-baik saja, karena aku dan Axel selalu berpura-pura bahagia di depan mereka," ucap Kayla yang kini pun menangis. Ia tak dapat lagi membendung air mata yang sejak tadi ia tahan di depan Devano.
"Adik kamu itu benar-benar keterlaluan, kenapa dia harus berbuat ulah dan kamu yang harus menanggung akibatnya. Aku tidak bisa terima ini Kay, seharusnya kamu itu menikah denganku tapi kamu malah menikah dengan orang lain. Tapi ini bukan kesalahan kamu, apalagi aku sudah mendengarnya langsung bahwa kamu tidak bahagia. Tadinya aku ingin berusaha ikhlas untuk menerima kenyataan ini asalkan hidup kamu bahagia Kay, tapi nyatanya apa? Kamu malah hidup menderita. Dan untuk laki-laki yang bernama Axel itu, aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan memberinya perhitungan karena sudah berani berbuat kasar dan membuat hidup wanita yang aku cintai menderita," ucap Devano dengan tatapan tajam.
Kayla menggelengkan kepalanya, "Jangan Dev, aku mohon jangan lakukan apapun. Aku tidak mau kamu berada dalam masalah dan aku minta tolong sama kamu, jangan ceritakan kepada siapapun tentang apa yang sudah aku ceritakan ini, apalagi kepada orang tuaku. Aku ingin mereka tetap melihat bahwa hubungan rumah tanggaku dan Axel baik-baik saja, karena itu yang membuat mereka bahagia."
"Tapi Kay, mana mungkin aku bisa diam saja setelah aku tahu kamu terus menerus tersiksa hidup berumah tangga dengan pria yang tidak kamu cintai, bahkan pria itu juga sama sekali tidak bisa menghormati kamu, tidak bisa menghargai pengorbanan kamu," kata Devano.
"Itu karena Axel sudah salah paham Dev, meskipun aku sudah berkali-kali menjelaskannya tetapi dia tidak mempercayaiku. Dia tetap menganggap jika surat yang ditulis oleh Keisha itu adalah benar adanya," ucap Kayla.
"Surat? Surat apa?" Tanya Devano penasaran.
Kayla pun menceritakan kepada Devano tentang surat yang ditinggalkan oleh Keisha pada saat ia pergi tepat di hari pernikahannya itu.
"Brengsek! Jadi Keisha tidak hanya pergi tepat di hari pernikahan saja, tetapi dia juga memfitnah kamu seolah-olah dia pergi karena kamu yang memintanya. Benar-benar keterlaluan!" Ucap Devano murka.
"Iya Dev, itulah yang menyebabkan Axel mau menikahiku, karena tujuannya untuk membalas dendam. Dia menganggap akulah yang sudah menyebabkan Keisha pergi meninggalkannya. Jadi sebenarnya ini tidak sepenuhnya salah Axel, karena dia bersikap seperti itu karena salah paham," ucap Kayla.
"Aku nggak habis pikir ya dengan kamu Kay, jelas-jelas kamu itu menderita karena perbuatan kasarnya, tapi kamu masih saja membela dia. Apa sih yang sebenarnya kamu inginkan," ucap Devano yang mendadak emosi karena sikap plin-plan Kayla.
"Aku nggak membela Axel Dev, aku juga sangat tersiksa dengan sikap kasarnya itu. Tapi aku yakin jika suatu saat nanti Axel pasti akan berubah menjadi lebih baik jika dia tahu hal yang sebenarnya. Jadi aku mohon, tolong jangan lakukan apapun terhadap Axel. Sekali lagi aku katakan, aku tidak mau kamu terkena masalah. Tujuan aku menceritakan ini semua kepada kamu, karena aku sangat tersiksa dengan menyimpan masalah ini sendirian. Kamu tahu sendiri kan selama ini aku hanya dekat dengan keluargaku, kamu dan kamu bahkan aku tidak mempunyai teman dekat. Terimakasih Dev, dengan aku menceritakannya kepada kamu, hati aku sedikit lebih tenang," ucap Kayla dengan air matanya yang tampak bercucuran.
Untuk saat ini Devano pun memilih untuk mengalah, lalu ia meraih tubuh mungil Kayla itu ke dalam dekapannya agar Kayla merasa lebih tenang. Kayla menyandarkan kepalanya di pundak mantan kekasihnya itu, rasanya masih sama, terasa hangat meskipun saat ini ia sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan pria itu.
"Kay, aku senang karena kamu mau menceritakan hal yang sebenarnya kepadaku. Kamu benar-benar sudah berkorban demi orang-orang egois yang tidak tahu di untung itu. Aku tidak akan tinggal diam, tanpa dan dengan persetujuan kamu. Aku pasti akan membalaskan sakit hati kamu ini terhadap pria tersebut, dia pikir dia siapa bisa membalas dendam dengan orang yang salah. Aku tidak bisa melihat kamu disakiti, bahkan aku saja tidak pernah membuat kamu menangis sampai seperti ini Kayla. Satu lagi orang yang harus menanggung penderitaan kamu ini, bukan hanya Axel saja tetapi juga Keisha. Aku akan mencari dimanapun keberadaannya, meski sampai ke ujung dunia," batin Devano.
Tanpa Kayla dan Devano sadari, ternyata dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap mereka sedari tadi. Meskipun orang tersebut tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi ia dapat melihat dengan jelas apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Tatapannya begitu tajam, ia begitu marah serta terbakar api cemburu melihat kedekatan mereka berdua.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments