Devano memandangi pria berbadan besar yang umurnya tak berbeda jauh darinya berada di samping Kayla itu. Ia dapat melihat jika Axel sama sekali tak mencintai Kayla, karena sadari tadi pria itu hanya terdiam saja, tanpa mengiyakan bahwa Kayla adalah istrinya.
"Kayla, kamu pasti bohong kan. Iya kan Om, Tante. Ini ada apa sih sebenarnya, atau jangan-jangan kalian hanya mau mengerjaiku saja kan," kata Devano seperti orang gila.
"Devano, Tante minta maaf sama kamu. Ini semua benar adanya Devano, Kayla memang sudah menikah dengan Axel di hari pernikahan Keisha dan Axel waktu itu. Tapi tolong Kamu jangan menyalahkan Kayla, karena pernikahan ini Tante lah yang memintanya," ucap Karina
"Tapi kenapa Tante? Kenapa bisa pernikahan ini terjadi aku? Aku nggak percaya, pasti kalian hanya membalasku saja kan, karena kalian tidak terima dengan kejutan yang aku berikan dengan kepulanganku yang tiba-tiba ini," iya kan?" kata Devano.
Ia benar-benar masih tak bisa terima dan percaya jika Kayla, wanita yang dicintainya itu telah menjadi istri orang lain. Untuk itulah ia pun mencoba untuk menghibur dirinya sendiri, untuk menepis bahwa semua ini salah, ia berharap jika ia hanya sedang bermimpi. Tetapi pada kenyataannya itu adalah hal yang sebenarnya.
"Heh, apa kau tidak mendengarnya bahwa Kayla ini sudah menikah dan aku adalah suaminya," ucap Axel yang kini ikut angkat bicara.
Bukannya bangga karena Kayla adalah istrinya, hanya saja dia sangat muak melihat dan mendengar drama yang ada di depannya saat ini. Tetapi Axel juga berpikir ini adalah hal yang sangat bagus karena ternyata Kayla memang mempunyai seorang kekasih. Sehingga ia pun mempunyai rencana lain untuk membuat hidup Kayla semakin menderita, sesuai dengan rencana balas dendamnya.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu menikahi calon istriku, bukankah kau adalah calon suami Keisha," tanya Devano meminta penjelasan dengan menatap tajam.
"Simpel alasannya, karena Keisha kabur di hari pernikahan dan Kayla yang menggantikannya, karena tidak mau dua belah pihak keluarga merasa malu," jawab Axel apa adanya.
Devano mengepal erat kedua tangannya menahan emosi. Lagi-lagi kenyataan itu membuatnya begitu merasa sakit hati. Bagaimana bisa kekasihnya itu menikah dengan pria lain tetapi tanpa sepengetahuannya. Ia sama sekali tak menyangka jika Kayla yang dianggapnya sebagai wanita yang begitu setia, malah pada akhirnya telah mengkhianatinya.
"Aku benar-benar tidak menyangka Key, aku kira selama ini kamu setia menungguku. Tetapi ternyata disaat aku pulang, kamu malah sudah menikah dengan pria lain tanpa memberitahuku. Padahal selama di Jepang aku sudah bersusah payah bekerja, aku berusaha supaya aku bisa memberikanmu hidup yang layak nantinya. Tapi Setelah aku berhasil dan kembali lagi untuk mengajakmu menikah, kenapa harus rasa kecewa yang aku dapatkan? Aku tak bisa menerima ini semua Key," ucap Devano dengan raut wajah yang penuh kekecewaan.
"Aku minta maaf Dev. Waktu itu aku sudah mencoba untuk menghubungi kamu, bahkan aku juga sudah menghubungi Azka. Tetapi Azka tidak tahu kamu dimana, kamu juga sama sekali tidak menjawab teleponku. Semuanya terlalu mendadak, aku juga tidak tahu kenapa pada akhirnya aku yang menikah dengan Axel. Ini bukan keinginanku Dev, aku hanya menjadi mempelai pengganti Keisha, Keisha kabur di hari pernikahannya dan tidak tahu dia ada dimana sekarang. Aku benar-benar minta maaf sama kamu," ucap Kayla dengan matanya yang berkaca-kaca.
Hati Devano benar-benar hancur, rasanya ia ingin marah, tetapi semua juga tak ada gunanya. Lagipula Devano juga dapat melihat jika Kayla sangat terpaksa menikah dengan Axel, dia hanya menjadi mempelai pengganti adiknya. Untuk sekarang ini ia pun memilih mengalah, akan tetapi dalam hatinya sudah berniat akan kembali merebut Kayla dari Axel. Karena yang seharusnya menjadi suami Kayla adalah dirinya bukan Axel.
Karena tak mau terlalu menanggung kesedihan berlarut-larut di depan keluarga Kayla, segera saja Devano berpamitan pergi meninggalkan kediaman keluarga Askara.
"Axel, Mama minta maaf ya atas keributan ini. Mama juga tidak tahu kenapa pria itu akan datang ke rumah, karena yang Mama tahu dia sudah lama berada di luar negeri dan sudah lama tidak kembali. bahkan saat Mama dan Papa bertanya kapan dia akan menikahi Kayla, Devano tidak bisa memberikan jawaban yang pasti," ucap Karina.
"Iya Ma, aku mengerti, aku juga tidak mempermasalahkannya. Sebelum menikah aku juga mendengar sewaktu Kayla mengatakan bahwa dia mempunyai kekasih, tetapi itu semua kan sudah berlalu. Karena sekarang Kayla adalah istriku. Tapi jangan juga terlalu menyalahkan pria itu, dia sama sekali tidak salah karena memang pernikahan kita sangat mendadak," ucap Axel.
"Iya Kamu benar. Kamu benar-benar pengertian, terimakasih ya Nak Axel," ucap Karina yang merasa sangat kagum dengan menantunya itu.
"Iya Ma sama-sama," jawab Axel.
"Heh, terus saja bersandiwara dibalik topengmu itu Axel," batin Kayla yang menatap Axel tidak suka.
"Kenapa Kayla menatapku seperti itu?" batin Axel.
"Kayla, Axel, ada apa kalian datang ke sini?" Tanya Raymond
"Oh ya maaf Pa, Ma, jadi lupa. Kita datang ke sini hanya karena ingin mengambil baju Kayla. Ya Kayla bilang dia mau mengambil beberapa piyamanya, karena kemarin baru membawanya sedikit. Ya sekalian mau mampir juga, karena kata Kayla dia sudah merindukan kedua orang tuanya," jawab Axel.
Ya memang itulah alasan Kayla yang tadinya ingin pergi ke rumah orang tuanya sendirian, tetapi karena Axel tak mau keluarganya itu merasa curiga kepadanya, sehingga dengan sangat terpaksa ia pun memutuskan untuk mengantar Kayla ke rumah orang tuanya itu.
****
Kini Axel dan Kayla sedang berada di kamar Kayla yang terletak di lantai atas, tepatnya di sebelah kamar Keisha.
"Ternyata kamarmu di sini bagus juga ya, rapi, bersih," ucap Axel.
Kayla hanya diam saja enggan meladeni suaminya itu, ia masih tampak sibuk mengemasi pakaiannya.
"Heh apa kau tidak mendengarku wanita jala**!" Bentak Axel yang terlihat murka karena merasa tidak diladeni oleh sang istri.
"Siapa yang kamu maksud wanita jala** itu? Aku?" Tanya Kayla.
Meskipun sebenarnya ia sangat takut dengan sikap orang suaminya, tetapi tidak mungkin juga jika ia harus selalu mengalah dan menahannya. Terlebih lagi di saat ini mereka sedang berada di kediaman orang tua Kayla, sudah pasti Axel tidak akan berani berbuat macam-macam dengannya.
"Ya, kau lah wanita jala** itu Kayla," jawab Axel.
"Kenapa kamu mengatakan aku seperti itu?" tanya Kayla menatap Axel dengan tajam.
"Berani sekali kau menatapku seperti itu, apa kau tidak sadar juga bahwa kau lah yang menghancurkan hubunganku dengan wanita yang aku cintai. Kau yang meminta Keisha pergi agar aku menikah denganmu," ucap Axel.
"Sudah aku katakan kalau aku tidak pernah melakukan hal itu Axel. Lagipula jika bukan itu karena adikku, sudah pasti aku tidak akan mau menikah dengan pria arogan sepertimu. Tapi semua sudah terjadi, aku juga melakukan ini semua demi keluargaku, aku juga melindungi keluargamu Axel. Kalau kemarin aku tidak mau menikah denganmu, sudah pasti keluargamu juga akan menanggung malu, bukan hanya keluargaku," ucap Kayla.
Saat itu Axel pun merasa geram atas ucapan Kayla, ia menarik rambut Kayla yang dikuncirnya itu sehingga Kayla merasa kesakitan.
"Akh … Lepaskan aku Axel. Memangnya kamu tidak takut, apa kamu lupa bahwa saat ini kita sedang berada di rumah orang tuaku, aku bisa saja teriak meminta pertolongan Papa," ucap Kayla, sehingga Axel pun langsung saja melepaskan tangannya itu.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments