Akan tetapi di saat itu orang tersebut pun memilih untuk pergi meninggalkan Kayla dan Devano di sana, meskipun ia sangat marah tetapi menurutnya itu adalah tempat umum, sehingga tidak mungkin ia akan bertindak di sana. Akan tetapi dalam hatinya ia sudah berniat akan membalas perbuatan mereka.
Kayla yang di saat itu pun sadar langsung saja meleraikan pelukan mereka.
"Maaf Dev," ucap Kayla.
Devano mengernyitkan dahinya, merasa kebingungan, "Kenapa kamu meminta maaf?"
"Nggak seharusnya aku dan kamu berpelukan seperti tadi. Bagaimanapun juga aku sudah mempunyai seorang suami," ucap Kayla.
"Apa salahnya Kayla, ya anggap saja kita berdua adalah sahabat. Bagaimanapun juga aku masih sangat mencintai kamu, aku ingin melihat kamu bahagia, aku ingin kamu hidup nyaman," ucap Devano.
"Sudahlah Dev, jangan membahas soal itu lagi. Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi Dev, semuanya telah berakhir. Sekarang aku sudah menikah, aku mohon kamu lupakan aku. Aku minta kepada kamu sekali lagi, tolong jangan katakan soal ini kepada siapapun, oke," ucap Kania.
"Ya sudah, asalkan Axel itu tidak bersikap keterlaluan terhadap kamu, aku janji akan menyimpan rahasia ini. Tetapi jika dia terus saja menyakiti kamu, aku tidak mungkin tinggal diam Kayla. Kalau untuk melupakan kamu, aku tidak bisa janji," ucap Devano.
"Iya Dev, aku yakin kok seiring berjalannya waktu kamu pasti akan bisa melupakan aku. Jika ada apa-apa nanti, kalau Axel berbuat hal yang sangat keterlaluan, pasti aku akan cerita lagi ke kamu. Terimakasih ya karena kamu sudah menjadi pendengar yang baik buat aku. Sekarang aku mau pulang, nggak apa-apa kan?" Ucap Kayla.
"Nggak semudah itu Kay untuk melupakan kamu," batin Devano. "Aku antar kamu pulang ya, kamu nggak bawa mobil sendiri kan."
"Nggak usah Dev, aku pulang naik taksi aja," tolak Kayla.
"Nggak apa-apa biar aku yang antar kamu pulang ya," ucap Devano.
"Jangan Dev, aku takut nanti kalau Axel melihatnya dia malah semakin marah sama aku," ucap Kayla.
Akhirnya Devano pun mengalah saja, dia juga tidak mau jika hal itu akan terjadi lagi. Karena Devano sadar betul ia tidak dapat melindungi Kayla selama 24 jam, Kayla adalah istri orang lain.
Sehingga di saat itu mereka pun berpisah dengan tujuan mereka masing-masing.
****
Kini Kayla sudah berada di apartemennya itu, ia segera saja melangkahkan kaki masuk ke dalam apartemen. Baru saja ia membuka pintu dan masuk ke dalam, di saat itu ia melihat Axel yang berada di ruang depan sedang menatapnya begitu tajam yang membuat Kayla bergidik. Ia yakin jika Axel pasti akan memarahinya karena pergi tanpa berpamitan, akan tetapi ia mencoba untuk tetap tenang dengan melewati Axel begitu saja menuju ke kamarnya.
"Berhenti!" Teriak Axel hingga langkah Kayla pun terhenti. "Sini!"
Meskipun Axel kembali berteriak, tetapi Kayla tak menggubrisnya, ia tetap berdiri mematung di tempat.
"Aku bilang ke sini!" Teriakan Axel kali ini lebih kencang lagi hingga menggema di ruangan tersebut.
Kayla tak mau membuat macan di rumahnya itu semakin mengaung, sehingga ia pun membalikkan badannya, lalu melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana Axel berada dan kini ia sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa?" Tanya Kayla Ketus.
"Berani sekali kau pergi tanpa izinku dan saat kau pulang kau tidak menganggapku ada disini, kau berlalu begitu saja. Apa maksudmu Kayla?!" Bentak Axel.
"Apa penting aku harus izin denganmu setelah apa yang kamu lakukan terhadapku Axel, kamu lupa itu hah?" Ucap Kayla.
Axel pun berdiri, tatapannya begitu tajam dan emosi terhadap wanita yang ada di depannya saat ini. Lalu ia pun mencengkram kedua pipi Kayla itu dengan sangat kuat.
"Kayla, kenapa kau selalu saja membuatku kesal. Kenapa kau selalu saja membuatku marah!" Ucap Axel sembari mengeratkan gigi-giginya menahan emosi, rasanya saat ini ia ingin menghabisi Kayla jika tidak mengingat Kayla adalah seorang wanita.
Kayla tidak menjawab apapun, ia menatap nanar wajah Axel. Di saat itu juga air matanya pun menetes hingga membuat suaminya itu mengalihkan pandangannya.
"Jangan pernah menampakkan air mata buayamu itu di hadapanku Kayla, aku tidak akan luluh," ucap Axel, ia juga melepaskan tangannya itu dari pipi Kayla.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak berani menatap wajahku? Apa kamu merasa kasihan melihatku seperti ini? Jika kamu memang merasakan hal itu, kenapa kamu selalu menyiksaku, atau memang tidak ada rasa kasihan sedikitpun dari dalam hatimu untukku. Apa sebenci itu kamu terhadapku, apa benar-benar niat kamu menikahiku hanya untuk balas dendam atas apa yang tidak aku lakukan? Apa mau kamu Axel? Kalau kamu memang benar-benar merasa sakit hati karena menganggap aku yang telah membuat Keisha pergi, kamu bunuh saja aku Axel, bunuh aku supaya kamu puas," ucap Kayla ya sudah tak tahan lagi untuk membendung perasaannya itu.
"Kayla, kenapa kau tidak mengerti. Aku ini marah karena kau tiba-tiba saja pergi dan aku tahu kau itu pergi untuk menemui seorang laki-laki kan," kata Axel.
Kayla membelalakkan matanya, ia sangat terkejut karena Axel mengetahui jika ia baru saja keluar dengan Devano. Dari mana Axel tahu? Apakah dia mempunyai mata-mata? Kayla bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Memangnya kenapa? Apa pedulimu jika aku bertemu dengan seorang pria, kamu cemburu?" Tanya Kayla.
"Cemburu? Untuk apa aku cemburu padamu Kayla? Seharusnya kau ingat apa statusmu, kau adalah istriku. Bagaimana jika orang di luar sana melihat kau bertemu dengan pria lain, apa kau tidak pernah memikirkan itu," kata Axel.
"Aku tahu apa statusku, statusku adalah istri yang tidak pernah dianggap oleh suaminya, bahkan suamiku menikahiku hanya karena ingin balas dendam. Padahal aku sama sekali tidak pernah melakukan hal seperti yang ditudingkannya itu," ucap Kayla.
Axel menatap bengis wajah Kayla, lalu ia mencengkram tangan Kayla erat seperti yang biasa ia lakukan.
"Aku tidak peduli apapun yang kau ucapkan Kayla. Tapi sekali lagi jika aku mengetahui kau keluar untuk menemui pria lain, aku tidak akan segan-segan untuk menghukummu yang lebih kejam dari biasanya," ancam Axel.
"Kamu terus saja mengancamku Axel, apakah ada lagi hukuman atau siksaan yang lebih kejam yang akan kamu berikan kepadaku selain waktu itu hah, selain waktu kamu merenggut kesucianku dengan secara paksa. Aku tahu aku ini istri kamu, kamu berhak mendapatkan itu, tapi tidak dengan cara paksa seperti itu Axel. Apa kamu tahu, bukan hanya fisik aku saja yang terluka, tapi juga batin aku. Kamu ingat itu!" Ucap Kayla, lalu ia pun menghempaskan tangannya itu hingga terlepas dari genggaman Axel.
Dengan sangat marah, kecewa, sedih yang bercampur aduk menjadi satu, Kayla pun segera saja meninggalkan Axel dan masuk ke dalam kamarnya. Ia menangis sejadi-jadinya dengan meringkuk di depan pintu yang telah tertutup. Ia tak tahu kenapa rasanya begitu sedih saat Axel memperlakukannya begitu buruk. Sebagai seorang istri, Kayla hanya ingin disayangi oleh suaminya, tetapi pada kenyataannya hanya siksaan yang selalu ia dapatkan.
Sementara itu, Axel yang masih berada di ruang depan tampak linglung dengan sikapnya itu.
"Kenapa aku begitu marah melihat Kayla bersama dengan pria itu? Apa mungkin karena aku benar-benar sudah mulai mencintai Kayla, aku cemburu terhadapnya? Tidak, itu tidak mungkin, aku tidak boleh cemburu terhadap Kayla. Ingat tujuanku menikahi Kayla hanya karena untuk membalas dendam, karena Kayla yang menyebabkan Keisha pergi. Keisha dimana kamu sekarang? Seandainya kamu ada di sini, aku akan meminta penjelasan kepadamu tentang apa yang sebenarnya terjadi," gumam Axel.
Tok … tok … tok …
Tiba-tiba suara ketukan pintu apartemen terdengar.
"Siapa sih, tidak tahu apa keadaan lagi runyam seperti ini malah bertamu," umpat Axel.
Tetapi ia pun langsung saja bangkit dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk tamunya tersebut.
Saat pintu terbuka, Axel sangat terkejut melihat seseorang yang saat ini tersenyum manis menatap ke arahnya.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments