SP 17

Gavin dan Kaylee sama-sama saling membantu. Gavin dan ke tiga teman timnya sedang melakukan doa bersama untuk peluncuran aplikasi baru yang mereka ciptakan.

"Semoga aplikasi ini bisa booming!" ucap Kaylee pada Gavin dan yang lainnya.

"Aamiin, pasti, dong!" ucap Gavin yang membuat Kaylee mendengus.

Untuk pertama kali dalam hidupnya Gavin merasa sangat bangga pada dirinya sendiri. Ia bisa menciptakan perusahaan sendiri, walaupun masih sangat baru dan juga kecil.

Tapi Gavin yakin, kalau nanti perusahaannya itu pasti akan berkembang besar.

"Syukurlah!" semua teman-teman tim Gavin mengucapakan syukur saat launching aplikasi baru itu berhasil.

Walaupun tidak ada pihak lain selain mereka, tapi mereka tetap optimis kalau ini semua pasti akan berhasil.

"Kita makan dulu, ya. Sekalian doa lagi biar berkah!" ucap Gavin pada ketiga temannya itu.

Mereka mengangguk, menyetujui perkataan Gavin.

Dengan senyuman lebar, Gavin duduk di samping Kaylee.

"Misi kemarin gimana?" tanya Gavin pada kekasih pura-puranya itu. Kaylee menoleh, "Berjalan lancar," ucapnya.

Gavin hanya mengangguk saja.

"Oh iya, besok Papi sama Mami aku nyampe di Indonesia. Katanya mau ketemu sama kamu. Kamu siap, kan?" tanya Kaylee.

Hampir saja Gavin tersedak dengan apa yang Kaylee katakan.

"Seriusan, Lo?" tanya Gavin syok.

Kaylee mengangguk, "Serius!" jawabnya.

"Astaga, kenapa gak bilang dari jauh-jauh hari?! Kenapa baru sekarang?" Ucap Gavin panik.

Kaylee menatap Gavin dengan aneh, "Emang baru dikasih tau pas mereka mau naik pesawat. Emangnya kenapa, sih?" tanya Kaylee heran.

"Gue belum luluran, Keli! Cukur kumis juga, apalagi potong rambut! Gak liat, nih, gue dekil gini? Nanti nilai gue jatoh, dong, gagal dapat mertua kaya!"

"Gavin sialan! Selalu aja bikin keselll!"

***

Karena Gavin yang terus saja rempong ingin potong rambut, jadi kini mereka ada di barbershop. Untuk memangkas rambut Gavin yang sudah patut untuk di pangkas.

"Nah ... Kalau gini, kan, aura gue terpancar. Bersinar, kayak berlian," ucap Gavin, berkaca di kaca spion motor yang dibawanya.

Kaylee mendengus, "Narsis amat, sih!" dengus Kaylee. Tapi ia tidak dapat memungkiri kalau Gavin memang tampan. Sangat tampan malah.

Gavin tertawa kecil, kemudian ia memberikan helm pada Kaylee.

"Naik, gih!" Suruh Gavin. Kaylee mengangguk.

Kaylee sudah lebih berhati-hati saat Gavin memasukkan gigi motornya, hingga pacar pura-puranya itu tidak bisa modus lagi.

Gavin mengantarkan Kaylee sampai di loby apartemen gadis itu.

"Hati-hati! Besok aku telpon!" ucap Kaylee setelah ia turun dari motor Gavin.

Gavin mengangguk, "Siap, Pacar!" jawabnya yang membuat Kaylee tertawa kecil.

Kaylee pergi dari sana meninggalkan Gavin yang masih menatap kepergiannya.

"Jantung! Untung masih aman!" ucap Gavin memegangi dadanya yang berdebar.

Gavin memacu motornya untuk pergi dari komplek apartemen tersebut. Ia masih punya tugas skripsi yang harus di periksa ulang.

Di tengah jalan, Gavin di hadang oleh beberapa motor yang sama besar seperti motor miliknya. Gavin mengerutkan keningnya, siapa lagi yang ingin mencari masalah dengan.

Gavin membuka helm yang ia pakai, dan turun dari atas motor.

Dengan tas yang Gavin sampirkan di atas jok motor, Gavin berjalan maju ke depan.

Orang-orang yang menghadangnya itu membuka helmnya. Dan Gavin mendengar saat ia melihat Owen dan juga temannya yang lain di sana.

"Cih, gue kira siapa," ucap Gavin. Ia berbalik tapi langkahnya tertahan oleh suara Owen yang memanggilnya.

"Dasar Cemen!" hardik Owen dari tempat berdirinya.

Gavin mendecih, kemudian dia berbalik dan menatap Owen yang tersenyum sinis.

"Mau apa, Lo?" tanya Gavin malas. Kenapa orang-orang menyebalkan ini membuat moodnya hancur.

"Mau ngasih Lo pelajaran!" tegas Owen yang membuat Gavin mendecih.

Teman-teman Owen yang lainnya tertawa, memandang Gavin dengan remeh.

"Maju Lo!" tunjuk Owen yang membuat Gavin mendengus.

"Lo siapa, berani nyuruh gue?" tanya Gavin kesal.

"Sialan!"

Owen dan teman-temannya itu maju ke depan, mereka mengepung Gavin yang sendirian.

"Banci! Beraninya keroyokan!" sindir Gavin yang membuat Owen marah.

"Sialan!!" Owen berjalan maju ke depan, ia melayangkan pukulan ke arah Gavin. Tapi sayang sekali, Gavin bisa menangkap tangannya dan menghempaskan Owen ke belakang.

Owen terhuyung mundur, ia semakin membenci Gavin.

"Sial!" umpat Owen. Teman-temannya yang lain juga ikut maju, mereka menyerang Gavin secara bersamaan.

Gavin tentu saja kewalahan. Tapi ia masih bisa menangkis serangan itu. Dan membuat mereka semua menjadi benar-benar marah.

Gavin tersenyum remeh, kemudian ia mendecih sinis.

"Banci! Cuma bisa keroyokan! Maju satu lawan satu kalau kalian benar-benar laki-laki!" Tantang Gavin yang membuat mereka semakin marah.

Gavin menduga kalau penyerangan ini dilakukan untuk membalaskan dendam Rio yang kini sedang mendekam di penjara.

Owen maju lagi ke depan, dia benar-benar menatap Gavin dengan kesal.

Baru ingin melayangkan pukulan ke wajah Gavin, tapi Owen sendiri sudah terhuyung mundur ke belakang karena tendangan Gavin di perutnya.

"Boss!" teman-teman Owen yang lainnya langsung mendekat ke arah Owen karena melihat Boss mereka itu kesakitan.

Owen memberikan isyarat pada temannya itu untuk tetap diam di tempat. Tidak mendekat ke arahnya.

Saat mereka ingin menyerang secara bersama lagi, tiba-tiba ada beberapa mobil yang berhenti di sana.

Mereka mundur saat orang-orang bertato itu turun dari dalam mobil.

Gavin memperhatikan orang-orang itu, entah ada di pihak penengah atau menjadi bagian dari Owen.

"Kenapa kalian mengeroyok dia? Kalian laki-laki, kan?" tanya salah satu dari orang yang turun dari dalam mobil itu.

"Kau siapa? Jangan ikut campur!" bentak Owen dengan sombong.

Laki-laki itu berdecih melihat tingkah Owen yang menjadi orang sok kuat dan juga berkuasa.

"Kalau kami bilang temannya, kau mau apa, Bocah? Jangan sok kuat! Ototmu saja tidak ada apalagi otakmu!" sindir dari laki-laki yang lainnya.

Owen mengepalkan tangannya.

"Sialan!" umpat Owen kesal.

"Bubar sekarang juga, atau kalian lawan kami!"

Teman-teman Owen yang lainnya sudah menatap takut pada orang-orang bertato itu.

"Boss, mundur aja!" bisik salah satu teman Owen yang lainnya.

Owen menatap ragu.

"Udah, mundur aja. Biar nanti kita hadang dia lagi!" bisik salah satu teman Owen yang lainnya.

Dengan mengepalkan tangan kesal, Owen segara pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.

Gavin tertawa kecil melihat tingkah Owen yang sok berkuasa itu. Kemudian ia menatap pada orang-orang bertato tersebut.

"Terimakasih karena sudah membantu saya," ucap Gavin menundukkan kepalanya.

Ia memasangkan senyuman Pepsodent membuat mereka semua tertawa kecil.

"Santai saja, nama saya Aldo. Kamu siapa?" Laki-laki yang menyebutkan namanya Aldo itu mengulurkan tangannya pada Gavin.

"Saya Gavin," ucap Gavin menerima uluran tangan tersebut.

Mereka semua saling melirik satu sama lain.

"Gavin?" ulang Aldo yang tadi bersalaman dengan pemuda itu.

"Iya," jawab Gavin sedikit bingung dengan orang-orang yang tampak mengernyitkan dahi itu.

"Nama lengkapnya siapa?" tanya orang itu lagi.

"Gavin Mackenzie Sebastian," jawab Gavin.

Mereka semua menahan napas. Kemudian tersenyum canggung. Melepaskan salaman tangan itu, si laki-laki yang bernama Aldo tadi tersenyum.

"Baiklah, hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa nanti bisa hubungi saya," ucap Aldo yang membuat Gavin heran.

"Oke, mana nomor ponselnya?" tanya Gavin.

Aldo memberikan nomornya pada Gavin. Anak dari Boss besarnya iya. Julian Andrew Sebastian. Aldo benar-benar tidak menyangka kalau ia akan bertemu dengan Gavin di sini sekarang.

"Oke, nanti kalau kamu butuh bantuan, bisa hubungi saya," ucap Aldo.

"Siap! Kalau gitu saya pergi dulu," ucap Gavin. Menundukkan kepalanya kepada mereka dengan sopan.

"Dia benar-benar tampan seperti Ayahnya!" ucap Aldo menatap motor Gavin yang sudah menjauh.

"Hemm, aku dapat melihat kalau dia akan menjadi pemimpin Sebastian group yang paling berjaya nanti!"

****

Happy reading, semoga suka!

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

OH TERNYATA ANAK BUAH AYAH GAVIN SYUKURLAH

2024-07-19

2

Imam Sutoto

Imam Sutoto

good job Thor lanjut

2024-06-04

1

dodiperianto

dodiperianto

menghayati banget jadi orang miskin vin

2024-04-19

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!