SP 12

Gavin dan Kaylee saling lirik saat mendengar pertanyaan itu.

Kemudian mereka sama-sama menggeleng.

"Enggak!" jawab Kaylee singkat. Gavin mengangguk membenarkan.

Kedua wanita itu kemudian diam dan mengangguk mengerti.

Gavin membantu bapak pemilik bengkel itu untuk menyelesaikan motor tersebut.

Setelah selesai, kedua wanita itu membayar harga yang disebutkan oleh bapak pemilik bengkel itu.

"Datang lagi kesini, ya, bawa motor temennya atau siapa aja yang kalian kenal untuk di servis," ucap Gavin saat kedua wanita itu hendak pergi dari sana.

Mereka mengangguk mengerti dan tersenyum. Terlebih saat melihat senyuman genit Gavin yang memesona.

***

"Maksudnya, Lo lagi nyari bukti kalau orang yang ada di dalam foto ini bukan, Lo?" tanya Kaylee saat ia dan Gavin kini duduk di taman kota.

Kaylee sudah mengambil mobilnya lagi dan sekarang hari pun sudah malam.

Gavin meminum minuman kaleng yang ia beli dan kemudian ia mengangguk menjawab pertanyaan Kaylee.

"Iya, makanya gue bingung. Foto itu kayak di edit sama orang profesional banget. Gue gak bisa nemuin celahnya!" ucap Gavin. Ia menghembuskan napas kasar, menyugar rambut kepalanya.

Kaylee diam, ia memperhatikan lagi foto itu. Benar-benar sangat mirip dan tanpa celah.

Wajah Gavin yang di foto itu benar-benar mirip dengannya, dan Tante-tante itu juga sangat jelas.

Tunggu!

Tante!

Kaylee menatap Gavin dengan berbinar.

"Apa? Jangan bilang Lo mau kayak gini juga?" tanya Gavin was-was saat melihat Kaylee yang sangat bersemangat.

"Sialan! Bukan itu bego! Gue tuh mau bilang, kenapa kita gak cari Tante ini aja, dan tanyain sama dia, siapa sebenarnya yang tidur sama dia itu!"

Kaylee menjelaskan dengan bersemangat. Gavin terdiam, kemudian ia mengangguk dengan penuh semangat.

"Bener juga Lo!" Ucap Gavin. "Tapi ...." Gavin ragu untuk melanjutkan perkataannya.

"Apa lagi?" tanya Kaylee jengah.

"Mana mungkin dia mau ngaku! Itu kan aib buat dia," ucap Gavin.

Kaylee terdiam, "Uang bakal buat dia buka mulut!" ucap Kaylee yakin.

Gavin mengerutkan keningnya, "Gak mungkin! Tante-tante kayak itu pasti punya banyak uang, Keli! Makanya dia nyewa berondong!" seru Gavin gemas. Ia menoyor kepala Kaylee dengan gemas.

"Kita coba dulu aja! Jangan menyerah sebelum memulai!" ucap Kaylee memberikan semangat.

"Tapi kita nyarinya dimana? Sekarang udah malam?" ucap Gavin lagi.

Benar juga, kan sekarang sudah malam. Dan mereka tidak memiliki jejak sedikitpun untuk mencari Tante tersebut.

"Bar?" tanya Kaylee yang membuat Gavin mengerutkan keningnya.

"Lo yakin?" tanya Gavin, ragu untuk menyetujui usulan Kaylee.

"Kita coba cari di sana dulu! Kali aja bener ada disana!" ucap Kaylee lagi.

Gavin tersenyum, "Ayo!" ajak Gavin dengan bersemangat.

"Pakai mobil gue atau motor Lo aja?" tanya Kaylee.

"Motor gue aja biar cepat!"

"Tapi nanti dingin?" ucap Kaylee. Ia tidak memakai jaket jadi kalau nanti kulitnya terkena angin malam bisa masuk angin dia.

"Dih, waktu itu aja bajunya kurang bahan," sindir Gavin yang membuat Kaylee tertawa kecil.

"Disana kebetulan gue lagi ada misi. Jadi pake baju kayak gitu!" ucap Kayak.

"Misi apa? Lo detektif? Iya? Jangan-jangan Lo mau mata-matain gue, ya?" Tunjuk Gavin dengan sangat heboh.

"Kagak! Apaan sih!" ketus Kaylee. Ia menepis tangan Gavin yang menunjuknya.

***

Gavin dan Kaylee masuk ke dalam bar itu. Mereka mendekat ke sebuah meja. Gavin duduk di sana sedangkan Kaylee terus berjalan menuju ke meja bartender.

"Mas ...." Kaylee memanggil bartender tersebut dengan suara pelan.

"Kenapa?" tanya laki-laki itu.

"Kenal dia, gak?" tanya Kaylee menyodorkan foto Tante tadi pada laki-laki tersebut.

"Tante Melly?" tanya Bartender itu yang membuat Kaylee mengerti keningnya.

"Oke, jadi namanya Melly?" tanya Kaylee.

Bartender itu mengangguk, membuat Kaylee tersenyum senang.

"Jadi dimana saya bisa nemuin dia, Mas?" tanya Kaylee pada bartender itu lagi.

"Memangnya kamu ada urusan apa sama dia? Mau jadi anaknya dia?" tanya Bartender tersebut.

Kaylee menggeleng, "Bukan, saya ada urutan sama dia," ucap Kaylee.

Bartender tersebut terkekeh kecil, "Saya juga tahu kalau Mbaknya punya urusan sama Tante Melly. Mau jual diri, kan, ke rumah bordilnya dia?" ucap si bartender itu yang membuat Kaylee mundur ke belakang beberapa langkah.

"Dia pemilik rumah itu?" tanya Kaylee syok.

"Halah, jangan sok gak tau, Mbak. Kamu pasti mau kesana buat ngutang terus jual diri, kan?" tuduh bartender tersebut. "Mending sama saya aja deh, Mbak, punya saya besar!"

Kaylee mengepalkan tangannya saat mendengar perkataan bartender tersebut.

Ia melayangkan tangannya ke depan dan tepat mengenai hidung laki-laki jurang ajar tersebut.

"Jaga bicara Lo, ya!" bentak Kaylee yang membuat Gavin segera bangkit dan berjalan mendekat ke arah gadis itu.

"Kenapa, Lo?" tanya Gavin heran. Ia melihat laki-laki bartender tersebut yang memegangi hidungnya yang sakit.

Kaylee diam, ia mengabaikan pertanyaan Gavin.

"Bilang, dimana Tante Melly itu?" tekan Kaylee yang membuat laki-laki itu mendengus.

"Gak mau!" jawabnya ketus. Hidungnya saja masih sakit tapi Kaylee malah bertanya padanya.

"Mau aku patahkan hidungmu itu?" tanya Kaylee dengan mata yang menatap tajam.

Bartender tersebut mendengus. Kemudian ia merobek sebuah bill kertas yang ada di sana. Dan menuliskan alamat Tante Melly tadi di sana.

"Datang aja ke rumah usahanya itu, kalian bakal nemuin dia di sana. Cuma ya hati-hati aja, kalau kalian gak mau terjebak di sana!" tekan Bartender itu.

Kaylee mengambil kertas yang disodorkan oleh bartender tersebut dan melihatnya sekilas.

Merogoh kantong celananya, Kaylee mengeluarkan uang dari sana. Dan memberikan uang itu pada bartender tersebut.

"Buat beli air es, kompres hidung lu!" ucap Kaylee dan segera pergi dari sana.

Bartender tersebut menganga melihat segepok uang yang diberikan oleh Kaylee.

"Gak papa lebam dikit, asal dapat uang segepok," ucap Bartender itu memasukkan uang tersebut ke dalam saku celananya.

"Kita mau kemana?" tanya Gavin. Ia duduk di kursi kemudi sedangkan Kaylee duduk di sampingnya.

"Ke alamat ini!" jawab Kaylee menyodorkan kertas tadi pada Gavin.

"Tempat Tante itu?" tanya Gavin. Kaylee mengangguk membenarkan.

Gavin segera mengemudikan mobil Kaylee untuk segera pergi ke tempat yang Kaylee perlihatkan tadi.

"Dia punya rumah bordil!" ucap Kaylee memberitahu Gavin.

Gavin menoleh ke arah Kaylee.

"Serius, lu?" tanya Gavin terkejut. Masuk rumah bordil saja Gavin gak pernah, jadi mana mungkin dia tidur dengan pemiliknya itu.

Alamat rumah itu tersembunyi. Jauh dari keramaian dan juga melewati gang yang sempit.

"Lo yakin ini tempatnya?" tanya Gavin pada Kaylee yang duduk di sampingnya. Mereka kini sudah tiba di depan sebuah tempat yang cukup ramai. Di sana penuh dengan warna lampu yang beragam. Warna-warni yang indah.

"Iya, ini udah sesuai sama alamatnya," ucap Kaylee. Ia membuka pintu mobilnya dan diikuti oleh Gavin.

Kaylee membuka pintu mobil bagian belakangnya saat Gavin sudah berada di luar. Mengambil sesuatu dari sana dan meletakkannya di belakang punggungnya.

"Nanti kalau dia nahan, Lo, pasrah aja, ya. Lumayan duitnya buat beli hp baru,"

"Abis itu gue sunat, Lo, sampe abis!"

"Sadis, Cok!"

***

Terpopuler

Comments

Ahsin

Ahsin

cb baca ah siapa tau seru ceritangnya....

2024-07-15

0

Imam Sutoto

Imam Sutoto

kacau pake motor atau mobil

2024-06-04

1

Mario Talumewo

Mario Talumewo

bukannya bwa motor?

2024-04-15

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!