Bab 17

Di sisi Gisel yang masih betah memejamkan matanya. Dirinya bermimpi berada di suatu tempat yang tampak asing di pandangan matanya.

"Eh gue di mana nih?!" tanya Gisel yang baru sadar kalau dia berada di tempat asing.

Tempat itu begitu gelap dan membuat Gisel merasakan hawa panas yang tiba-tiba menyerangnya, "Kok gue jadi merinding gini ya?" ucap Gisel sambil memegang tengkuknya yang merasa merinding.

Gisel melihat seseorang memasuki tempat gelap itu. Ada dua orang yang masuk ke tempat itu. Tampaknya mereka seperti sepasang kekasih ,namun anehnya mereka tidak melihat Gisel yang ada di sana.

"Eh siapa tuh? ngapain mereka berdua masuk ke sini? wah nggak bener nih!" gumam Gisel saat melihat mereka berdua yang hendak berciuman.

Sontak saja Gisel geram melihat kelakuan sepasang kekasih itu yang hendak berbuat mesum. Saat Gisel mendekat, ruangan itu tampak seperti laboratorium. Tentu saja Gisel tercengang dengan perubahan tempat itu yang begitu tiba-tiba.

Akan tetapi fokus Gisel kembali pada kedua sejoli yang sudah berciuman itu. Ya, itu cukup menodai mata Gisel. Ingin sekali Gisel berteriak namun dia sepertinya lupa akan suara itu, sampai-sampai dia memilih langsung menghampiri kedua sejoli itu.

"Wah emang bener-bener mesti di gampar nih dua bocah! masa gue segede gini nggak kelihatan!" ucap Gisel yang merasa di cuekin keberadaannya.

Karena geram Gisel langsung menampar sang pria itu. Akan tetapi kejadian selanjutnya membuat Gisel tercengang.

Gisel membelalakkan matanya karena tangannya hanya menampar udara dan seakan menembus kedua sejoli itu.

"Apa ini? kenapa gue jadi gini?" Gisel mulai panik dengan apa yang terjadi padanya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mencoba lagi menyentuh mereka, namun hasilnya nihil.

Gisel terdiam beberapa saat dan tiba-tiba.

"Aaaaa!!" Gisel terbangun dari mimpinya.

"Gisel!" Ucap saudara kembarnya yang tidak lain adalah Rose.

Ya, setelah mendapat kabar kalau kembarannya ada di uks. Rose langsung saja menghampiri Gisel di sana. Hingga Gisel sadar dan berteriak.

"Rose?! gue di mana?" tanya Gisel setelah melihat kembarannya.

"Lo ada di uks, kata kakak kelas lo pingsan tadi," mendengar penuturan Rose. Gisel sedikit bingung karena tidak mengingat apapun. Yang dia ingat hanyalah saat dia bertemu dengan seorang pria di depan laboratorium IPA.

Rose yang melihat kembarannya terdiam pun bertanya, "Gisel, lo kenapa bisa sampai pingsan? Lo pura-pura ya biar nggak ikutan jurit malam? becanda lo nggak lucu tau nggak!" Rose langsung memberondong Gisel dengan berbagai pertanyaan dan mengambil kesimpulan sendiri kalau Gisel hanya berbohong.

Ya, menjadi Rose tidak mudah kalian tahu. Dia sering di bohongi oleh saudara kembarnya yang nggak ada akhlak itu.

"Ye, lo mah gitu ya sama saudara sendiri! suka mikir yang buruk-buruk!" Elak Gisel.

"Haish, gue tau ya tabiat lo kayak gimana!" udahlah ayo buruan ikut yang lain ke halaman depan!" kata Rose mengajak Gisel dengan menarik tangannya.

Gisel yang di tarik sejenak terdiam memikirkan tentang kejadian tadi, akan tetapi, 'Ya sudah lebih baik gue nggak usah kasih tahu si Rose, takutnya dia malah mikir yang enggak-enggak lagi!' batin Gisel yang setelahnya mengikuti langkah Rose.

Mereka semua kembali di kumpulkan di halaman depan dan semuanya masih dalam posisi berbaris. Siapa sangka Rose mendapat kenalan baru, dia bernama Karin.

Tentunya Karin yang mengajak Rose berkenalan ,karena kebetulan saat jurit malam tadi mereka bertemu di rute.

Terpopuler

Comments

G

G

lanjut

2023-03-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!