Saat itu juga beberapa dari mereka yang menjadi hantu pura-pura menyebar di seluruh lokasi yanh nantinya akan di gunakan untuk mencari jejak. Ya sebut saja begitu. Walaupun masih di lingkungan sekolah, itu termasuk jauh juga jaraknya menuju halaman depan.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang belum tahu rute di sekolah itu. Karena memang ada banyak ruangan dan gedung-gedung milik sekolah yang bertebaran. Sehingga terlihat jauh jarak antara halaman depan dengan lapangan belakang.
Selang beberapa menit, mereka satu persatu di arahkan ke sebuah lorong yang sudah di pasang beberapa tanda untuk menuju halaman depan.
Tentunya mereka yang hendak berjalan di buka penutup matanya.
Sehingga tibalah giliran Gisel yang di tarik oleh salah seorang senior, "Eh?" Gisel sedikit terkejut saat di tarik.
"Syuttt jangan berisik!" ucap kakak senior memberi tahu. Sebenarnya Gisel merasa sedikit takut kalau sampai di apa-apain.
Wajarlah kalau waspada namanya juga cewek, mana mata di tutup lagi. Jadi perlu waspada banget.
Kakak kelas yang membawa Gisel itu perlahan membuka penutup mata Gisel. Meskipun tidak ada cahaya lampu yang menerangi, namun bulan di malam itu bersinar terang. Sehingga memudahkan untuk melihat. Perlu di garis bawahi kalau mereka sengaja mematikan lampu dan hanya beberapa saja yanh di nyalakan, tujuannya hanya untuk menyusahkan para adik kelas saja tentunya.
Gisel yang membuka mata perlahan, setelahnya mengerjapkan matanya. Melihat di depan ada sebuah lorong gelap dengan sedikit pencahayaan lampu tamaram.
Gisel melihat sekelilingnya, 'Pantesan , gue kira gue sendirian tadi, ternyata cuma di pisahin aja duduknya!" batin Gisel yang melihat teman-teman seangkatannya masih duduk di lapangan belakang dengan mata tertutup.
"Kok gue di bawa ke sini kak? Kenapa yang lain nggak?" tanya Gisel yang tidak tahu akan apa yang di rencanakan oleh kakak kelasnya itu.
"Jalan saja menuju halaman depan, rutenya udah ada jangan sampai salah!" ujar kakak kelas yang mengacuhkan pertanyaan Gisel.
Gisel langsung menatap lorong di depannya ,yang lebih tepatnya di tunjuk oleh kakak kelasnya.
"Ini seriusan?" tanya Gisel memastikan, takutnya dia hanya di kerjai saja oleh kakak kelasnya.
"Jalan sekarang!" tegas kakak kelas pada Gisel yang langsung membuat Gisel berjalan ke depan.
Gisel pun berjalan perlahan sesuai instruksi dari kakak kelas, dan tentunya dengan berbekal beberapa petunjuk arah yang sudah terpasang di beberapa tempat.
Di saat Gisel berjalan, "Haish, tau gini gue hafalin nih jalan!! Mana gue lupa lagi jalannya,! Mana nih nggak ada orang lagi!" gerutu Gisel sembari berjalan menelusuri lorong itu.
Gisel sudah beberapa kali berbelok menurut dengan rutenya. Sampai pada pertigaan yang seharusnya dia belok ke kanan, Gisel tampaknya tidak melihat tanda rutenya.
"Nah gini dong ada orang, jadi kan gue nggak perlu liatin rutenya!" gumam Gisel yang melihat satu siswa berjalan di depannya. Jarak dengan Gisel juga lumayan jauh. Gisel sengaja berjalan jauh dari siswi itu, tujuannya biar tidak di tegur oleh kakak kelas.
Sampai siswi itu tampak berbelok ke arah kanan, dan diikuti oleh Gisel.
Di sisi lain tampak Alandra yang berjaga di balik salah satu tembok. Dan dirinya melihat satu siswi yang berjalan berlawanan arah. Tentu saja Alandra heran dengan itu, sampai dia memutuskan untuk memberi tahu siswi itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Echan
lanjut yok
2023-03-04
0