"Untuk kalian yang terlambat, dan masih pada posisi berjongkok! Kalian akan mendapat hukuman dengan berjalan ke lapangan belakang dengan jalan jongkok!" Kata kakak kelas yang suara menggema karena menggunakan microphone.
Mereka yang terlambat sampai di lapangan belakang tampak membulatkan matanya, karena mereka akan mendapat hukuman dengan berjalan jongkok dari tempat mereka berjongkok sekarang ini.
"Haish ada-ada sih, gue masih ngantuk banget ini!" bisik Gisel yang tampak menggerutu karena ini menganggu waktu tidurnya.
"Sudahlah nurut aja kenapa sih? Ingat! kita imi nggak lagi di rumah jadi jangan seenaknya aja!" Cerocos Rose mengingatkan Gisel. Tampak Gisel langsung menghela nafas pasrah dengan beberapa kali masih menguap.
Tanpa Rose sadari ada seorang yang diam-diam berjongkok mendekat ke arahnya. Dan itu membuat Rose merasakan ada pergerakan di sebelahnya. Sontak Rose langsung melihat dengan takut-takut.
Deg,,,
Mata mereka bertemu tatap beberapa saat, karena memang jaraknya yang sangat dekat dengan wajah Rose.
Beberapa detik kemudian, Rose tersadar.
"Reyhan?!" lirihnya.
Ya, dia adalah Reyhan yang ternyata juga terlambat. Itu karena Mark lupa untuk membangunkan Reyhan saat tadi semua langsung menuju ke lapangan belakang. Mark pikir Reyhan juga sudah ikut berlari menuju ke lapangan belakang.
Reyhan di bangunkan kakak senior yang kebetulan masih ada di sana memeriksa beberapa kelas, apakah masih ada orang atau sudah kosong.
Reyhan langsung berlari dan berakhir dengan hukuman untuk jalan jongkok. Namun sebelum hukuman di mulai, Reyhan melihat Gisel dan Rose yang jaraknya tak jauh darinya. Kemudian dia memutuskan untuk mendekatinya dengan diam-diam tanpa ketahuan kakak senior.
"Hay?!" Sapa Rayhan.
Hukuman pun di mulai dan mereka harus berjalan jongkok menuju lapangan belakang. Dengan mata masih mengantuk tentunya mereka yang mendapat hukuman pun lanjut jalan jongkok.
"Apa lo capek?" tanya Reyhan di sela-sela jalan jongkok tentunya dia berada di dekat Rose.
"Tentu saja, mana gue juga masih ngantuk!" jawab Rose.
Gisel yang mendengar dan melihat mereka berdua pun langsung mengintrupsi pada kakak kelas yang ada di dekat mereka. Ya, mencoba bernegosiasi supaya bisa lebih meringankan hukuman.
"Kak, tolong lah ringankan hukumannya dong! Kasihan saudara kembar gue yang lagi sakit!" Ucap Gisel yang mengkambing hitamkan Rose. Yang di kambing hitamkan pun membelalakkan matanya. Merasa menjadi sasaran kebohongan Gisel.
"Tolonglah kak,!" Minta Gisel lagi dengan wajah memelas.
Kakak kelas pun menghela nafasnya dengan rengekkan Gisel. Dia sebenarnya kasihan tapi tak bisa melakukan apa-apa, karena memang dia hanya bertugas memantau saja.
Akan tetapi terdengar suara dari microphone yang mengintrupsikan ,"Dengar!! Untuk kalian yang di hukum! Gue akan kasih keringanan hukuman, gue kasih hitungan mundur 5 detik kalian harus sampai di lapangan!!! Kalah tidak kalian harus kembali jalam jongkok!! MENGERTI?!" Kata kakak kelas yang memegang microphone lebih tepatnya yang menjadi komando.
"Mengerti!!!" jawab mereka para murid yang masih berjongkok.
"Berdiri!!" ucapnya lagi tegas dan langsung saja mereka berdiri.
"Mulai!!"
Mereka langsung berlari saat hitungan mundur di mulai.
"5...
"4....
"3....
"2....
"1!!!
Tepat semua yang terkena hukuman sampai pada lapangan belakang dan langsung berbaring di barisan masing-masing. Tentunya mereka berbaris sesuai dengan kelas mereka masing-masing.
"Haish, syukurlah udah sampe!" Ucap Rose sembari mengatur nafasnya setelah berlari tadi.
"Hehe, bilang apa dulu? Berkat gue ini," ujar Gisel dengan percaya dirinya. Rose langsung menatap ke arahnya sembari menghela nafasnya. Ingin sekali dia mengomel, tapi karena lelah berlari dia membiarkan saja Gisel membanggakan dirinya.
MARK
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Anggra
uppppppppppupppppuppppp
2023-03-04
0