Bab 20

"Gila lo!!" ucap Alandra.

"Haish, ya udah mendingan lo ikut gue!" Ajak Jeremy. Dia sungguh penasaran dengan apa yang dia lihat di area komplek dekat sekolah waktu itu.

Alandra menghela nafas jengah dengan tingkah Jeremy yang terkesan terburu-buru, "Lagian apa yang bakal kita dapetin? buang-buang waktu tau nggak, gue juga capek pengen istirahat, Jer!" Keluh Alandra. Jelas dia lelah karena kegiatan MOS itu.

"Ya emang kita nggak dapet apa-apa sih, tapi rasa kemanusiaan dong!" jawab Jeremy.

"Tapi kita berurusan sama hantu bukan sama manusia beg*!" kesal Alandra.

Jeremy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia sendiri bingung bagaimana menjelaskannya pada Alandra.

'Gue sebenernya juga penasaran, apalagi hantu itu tampaknya memiliki aura negatif buat para siswa baru, gue takut ada apa-apa si sekolah' Batin Alandra.

Menghela nafas, Jeremy jengah melihat Alandra yang sering melamun tak jelas, "Ya udah kalau gitu gue balik dulu! besok balik sekolah lo ikut gue!" Ucap Jeremy yang setelahnya beranjak pergi dari rumah Alandra.

Alandra hanya mengangguk saja dengan ucapan Jeremy. Lalu kemudian, setelah Jeremy pulang. Alandra yang seharusnya istirahat, justru tampak berjalan ke satu ruangan yang ada di rumahnya itu.

Ruangan itu sesekali Alandra masuki, ruangan yang tidak lain adalah kamar kedua orang tuanya. Dirinya sesekali masuk ke sana, hanya untuk sekedar membersihkan kamar itu.

Akan tetapi terakhir Alandra masuk ke sana, itu di saat dia memasuki masa SMA. Dia mendapati sebuah kenyataan hingga memutuskan untuk tidak masuk ke kamar itu. Dirinya takut akan hal yang nanti akan melukai hatinya dan mengingatkan akan kedua orang tua yang meninggalkannya di saat dia masih kecil.

Namun siapa sangka dirinya hari itu ingin sekali masuk, dan mencoba mencari tahu tentang pekerjaan apa yang kedua orang tuanya lakukan semasa mereka hidup di dunia ini.

'Gue harus cari tahu, gue harus bisa tahan semua fakta yang nantinya bakal gue temuin!" batin Alandra yang setelahnya menyentuh handle pintu kamar itu.

Ceklek,,

Suara pintu terdengar terbuka, Alandra melangkah masuk ke dalam kamar itu. Dirinya merasakan suatu aura positif, yang membuat dia bingung. Alandra dulu bahkan sering masuk ke dalam kamar itu. Namun dia sama sekali tidak merasakan aura apapun di dalam sana.

Akan tetapi berbeda dengan hari ini, di mana dirinya memiliki keingintahuan akan kedua orang tuanya. Seakan di tuntun oleh aura itu, Alandra berjalan hingga dirinya berakhir pada sebuah lemari yang sudah usang.

Alandra merasa sedikit bingung dengan pikirannya dan juga ingatannya. Perasaannya mengatakan dulu lemari ini tidak ada , atau memang Alandra tidak terlalu memperhatikan keberadaan lemari itu.

Karena rasa penasarannya, Alandra mencoba membuka pintu itu dengan perlahan. Saat sudah terbuka sepenuhnya, dia cukup kecewa dengan apa yang dia lihat. Ya, hanya lemari kosong tanpa adanya baju atau apapun itu di sana.

Alandra menghela nafasnya, "Gue kira bakal nemuin suatu yang penting, tapi ternyata nggak ada apa-apanya!" Gumam Alandra.

Ketika Alandra hendak menutup pintu lemari itu, dirinya melihat suatu kejanggalan di dalam lemari itu.

Ya, dia melihat di dalam lemari itu sepertinya bukan hanya sekedar lemari biasa. Ada sebuah celah yang di bagian belakang kayu dari lemari itu. Namun anehnya diantara celah itu, tidak ada tembok. Seperti sebuah pintu geser yang sengaja di desain pintu di dalam lemari itu.

Karena rasa penasarannya, sebelum membukanya, Alandra mencoba menggeser lemari itu. Namun hasilnya nihil, lemari itu bahkan tak bergerak sama sekali dari tempatnya. Sepertinya lemari itu memang di buat menyatu dengan tembok yang ada di belakangnya.

Alandra yang sudah sangat penasaran akhirnya mencoba menggeser bagian belakang lemari, lebih tepatnya kayu bagian belakang lemari. Sekilas memang dalamnya persis seperti lemari pada umumnya, namun siapa yang menyangka kalau di dalamnya itu kayu yang di pasang di belakang lemari adalah sebuah pintu geser.

Srekkkk,,,

Alandra berhasil menggeser pintu itu hingga terbuka. Namun di dalam sana terlihat gelap. Alandra ragu untuk masuk ke dalamnya.

"Apa gue harus masuk ke dalam? tapi, gue nggak bakal tau ada apa di dalam sana tanpa gue masuk!" Gumam Alandra merasa bimbang dengan keputusan yang akan dia ambil.

Sampai akhirnya Alandra memutuskan untuk masuk ke dalam sana. Akan tetapi tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya saat Alandra menginjakkan kakinya di ruangan yang ada di balik pintu lemari itu.

Apa yang di lihat oleh Alandra di dalam sana cukup membuatnya terkejut.

Terpopuler

Comments

olivia

olivia

kasih visual jeremy dong thor

2023-03-07

0

ilham

ilham

upp

2023-03-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!