Kelas X IPA 1, adalah kelas yang di tempati oleh si kembar, Windi dan tentunya ada Reyhan dan Mark juga, yang kebetulam mereka satu kelas juga.
Setelah upacara, para murid baru memang sudah waktunya istirahat dan juga di beri waktu untuk memikirkan tentang acara pentas nanti malam. Tentu si kembar tidak mau tau, karena sudah ada yang menawarkan diri untuk menampilkan sebuah dance nanti.
Dalam kelas itu memang sengaja di beri sekat antara pria dan wanita, tentunya dengan masing-masing penjagaan dari kakak senior. Ya, kalian tau supaya aman dan damai tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
Saat tiba waktu kajian di mulai, tepatnya jam 17.00 WIB. Semua berkumpul di lapangan untuk melakukan kajian. Setelah selesai semua akan di kumpulkan lagi jam 20.00 WIB, nanti untuk acara malam puncak MOS. Tidak ada yang tau kalau nanti malam mereka akan mendapatkan kejutan dari para kakak senior.
Di saat waktu menjelang malam puncak, terlihat Alandra tengah meminum sebuah air putih yang dia bawa dari rumah tadi. Dia sepertinya tengah menyiapkan mentalnya untuk acara nanti malam.
'Semoga nggak terjadi lagi!' ucapnya dalam hati sambil menatap sosok nenek tua yang menyamar menjadi wanita cantik di mata Alandra. Sosok itu tampak tersenyum menyeringai pada Alandra dari kejauhan.
Sesaat setelah itu ada seseorang menepuk pundak Alandra. Sontak saja Alandra langsung menoleh dan melihat kalau salah satu temannya yang menjabat sebagai osis itu, terlihat memanggilnya.
"Ada apa?" tanya Alandra sesaat setelah menoleh pada temannya.
"Lo nanti kebagian di pos 3, deket Laboratorium IPA yang nggak di pakai itu!" ucap teman Alandra memberi tahu.
Alandra tampak mengernyitkan dahinya mendengar penuturan temannya itu, "Bukannya dulu nggak lewat sana? Dan setahu gue nggak boleh kan lewat sana?!" kata Alandra.
"Ya kan emang nggak lewat saja, cuma nanti terserah lo aja mau di posisi mana saat di pos 3 itu. Yang jelas nanti lo jaga jangan sampe ada yang belok ke arah laboratorium IPA aja!" Jelasnya lalu kemudian Alandra mengangguk mengerti.
Sedikit penjelasan, kalau letak laboratorium IPA yang tak terpakai itu ada di pertigaan jalan menuju lapangan depan. Lebih tepatnya arah kiri dari pertigaan itu. Sedangkan arah kanan adalah jalan menuju ke lapangan depan, dan jika lurus itu adalah ruang perpustakaan.
Oke kita balik lagi pada cerita, Alandra tampak memakai earphonenya dan mulai melupakan semua makhluk yang dari tadi mengganggunya. Ya, kebanyakan dari mereka hanya ingin meminta tolong. Tapi Alandra mengabaikan itu dan hanya berpikir kalau mereka tidak lebih dari sekedar pengangu saja.
Tanpa sadar Alandra memejamkan matanya dan bermimpi. Dia bermimpi bertemu dengan seorang gadis yang berdiri membelakanginya, dan terlihat gadis itu memegang sebuah lentera.
Alandra tidak tahu siapa gadis itu yang jelas dia memakai seragam sekolah yang sama dengan yang dia pakai juga. Alandra berjalan mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa sekitar 3 langkah saja. Tapi gadis itu masih enggan berbalik dan menatap Alandra.
Sampai pada akhirnya Alandra mengeluarkan suaranya, "Lo siapa?" tanya Alandra.
Gadis itu juga tidak kunjung berbalik, namun dia menjawab ucapan Alandra, "Kita akan melakukannya bersama!" Kata gadis itu yang setelahnya seperti hendak berbalik menghadap Alandra.
Akan tetapi,,,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
olivia
upp dong
2023-03-01
0