Bab 14

Setelah semuanya berkumpul di lapangan belakang. Mereka kini juga telah berbaris rapi. Ya, meskipun dengan mengantuk tentunya. Tentunya mereka melakukan itu dengan terpaksa. Bayangkan saja, pada waktu tengah malam di saat semua orang tertidur dengan mimpi indahnya kalian harus terpaksa bangun dan berbaris di lapangan.

Rasanya sungguh tiada tara,,,,

Banyak dari mereka memilih untuk menutup mata karena mengantuk. Sampai terdengar suara yang menyuruh mereka untuk mengeluarkan selembar kain yang dari awal sudah di persiapkan oleh para murid. Tentu saja itu juga atas perintah dari kakak kelas/senior.

Jujur mereka para murid baru tidak tahu, untuk apa mereka disuruh membawa selembar kain dengan warna yang sudah ditentukan menyesuaikan dengan kelas masing-masing.

Untuk kelas IPA disuruh membawa selembar kain berwarna merah, sedangkan kelas IPS disuruh membawa selembar kain berwarna kuning, dan yang terakhir kelas bahasa disuruh membawa selembar kain berwarna hijau.

"Baiklah sekarang suruh teman yang ada di belakang kalian, untuk menutup mata kalian dengan kain yang kalian bawa masing-masing!!" Perintah kakak kelas yang berada di depan. "Dan lagi, jangan ada yang mengikat kain itu sendiri!! Untuk yang berada di barisan paling belakang akan di ikatan oleh kakak senior kalian!" lanjut kakak kelas lagi.

Mereka semua langsung saja melaksanakan apa yang di perintahkan itu. Meski dengan mata yang sebenarnya tidak terbuka sepenuhnya.

Hey mereka jelas mengantuk tahu!!

"Gila, kenapa nggak dari awal disuruh bawa kain yang warnanya sama?, Kenapa harus di beda-bedain? Padahal ujung-ujungnya juga sama aja kegunaaannya!!" Mark tampak menggerutu saat selembar kain itu sudah menutup di matanya .Dia begitu kesal saja dengan kakak kelas.

Setelah selesai mereka semua langsung di suruh duduk pada posisi meteka tadi, dan kakak kelas juga memerintahkan untuk memegang pundak teman yang ada di depannya masing-masing.

Setelah kakak kelas menyuruh mereka tak ada yang boleh bersuara saat akan di mulai acara, semuanya diam tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.

Hening

Karena mereka sebenarnya juga tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka hanya mengikuti instruksi saja.

Di sisi lain Alandra melihat dari kejauhan sebelum menuju tempatnya berjaga nanti. Alandra melihat mereka tampak di dudukan secara terpisah dan jaraknya lumayan jauh. Itu mungkin memang sengaja di lakukan biar mereka merasa kalau mereka sedang di tinggal sendiri di lapangan belakang.

Mereka bahkan tak memberontak dan hanya menurut saat di arahkan untuk berjalan dan duduk dengan jarak berjauhan.

'Apa-apaan nih? Kenapa sepi amat kek gini? Apa jangan-jangan gue di tinggalin sendiri lagi di sini! Wah keterlaluan sih ini kalau emang bener!' batin Gisel bermonog. Dirinya tak tau saja kalau sebenarnya mereka semua masih berada di lapangan belakang.

Tidak sampai di situ saja, tampaknya kakak kelas juga berniat menjahili mereka dan mencari tahu juga siapa yang penakut.

Beberapa kakak kelas bahkan sengaja membawa minyak melati dan ada juga yang membawa bunga mawar bahkan kemenyan juga ada. Tujuannya memang untuk menakut-nakuti mereka tentunya. Bahkan juga ada yang sengaja memakai kain putih dan sengaja di lewatkan pada para murid supaya mengira itu hantu.

Namun beruntungnya tidak ada yang menjerit histeris akibat ketakutan. Ada beberapa yang memang takut, namun mereka hanya menangis dalam diam, termasuk Windi.

'Gue mohon jangan ganggu gue!' batin windi merasa takut.

Terpopuler

Comments

cindy

cindy

mark ganteng juga

2023-03-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!