"MARK? REY? kok kalian ada di sini?" ucap Gisel yang terkejut melihat kedua temannya itu.
"Pelan-pelan kenapa sih , Sel? budek tau nggak kuping gue!" Ucap Mark sambil mengusap telinganya.
Sedangkan Reyhan tampak tersenyum, "Gue sama Mark emang udah nentuin mau sekolah di sini, dan nggak taunya lo sama si Rose juga di sini!" Jelas Reyhan.
"Woah ,gue nggak nyangka bakal ketemu kalian lagi! Tapi kalian ngambil jurusan apa?" Tanya Gisel tanpa menyuruh mereka duduk.
Mark mendengus, "Kebiasaan amat sih lo, bukannya di suruh duduk dulu kek! Nanti baru cerita!" Ujar Mark sembari duduk di depan Windi , diikuti oleh Reyhan juga yang duduk di depan Rose.
"Hehe ,sorry!" Gisel pun duduk kembali di kursinya dan bertanya banyak mengenai Reyhan dan Mark yang memutuskan untuk melanjutkan bersekolah di SMA Scarlett.
Reyhan pun menjelaskan tujuan dia dan Mark bersekolah di sana, tentunya dengan berbohong. Karena Reyhan tidak mungkin mengatakan tujuannya yang sebenarnya melanjutkan bersekolah di sana.
Reyhan yang telah menyukai Rose diam-diam dari mereka masih SMP. Reyhan tidak berani mengungkapkan perasaannya karena dia ingin memastikan kalau dia benar-benar menyukai Rose atau tidak. Tentunya dia juga ingin bersekolah di tempat Rose berada juga.
Sebenarnya Reyhan sudah diam-diam mencari tau dimana tujuan Rose melanjutkan sekolah nanti, dan ternyata SMA Scarlett yang terkenal sebagai sekolah favorit.
Mark sendiri tentunya tidak memiliki tujuan pasti seperti Reyhan yang ingin lebih dekat dengan Rose. Mark hanya ikut-ikutan saja bersekolah dengan Reyhan, karena mereka sudah bersahabat sejak kecil.
Di sisi lain, terlihat Alandra tengah menuju kantin tentunya masih dengan memakai earphone miliknya. Jangan di tanya dari mana dia dapat uang untuk membeli barang seperti itu. Karena tentu saja dengan hasil jerih payah Alandra sendiri ,dia bisa membelinya.
Salah satu tujuan Alandra memakai earphone itu , karena dia tidak ingin di ganggu oleh makhluk tak kasat mata yang sering kali berisik memanggilnya. Alandra juga tidak ingin kalau misalkan dia justru malah tidak bisa fokus pada mata pelajaran yang di berikan oleh para guru, hanya karena mendapat gangguan dari makhluk tak kasat mata.
"Alandra!" panggil seorang gadis remaja yang terkenal dengan kecantikannya di sekolah itu. Sebut saja dia Devina yang akrab di panggil Devi. Siswa kelas XI yang memang banyak penggemar karena kecantikannya. Dia juga menjadi seorang model di usianya yang baru menginjak 17 tahun itu.
Alandra yang di panggil pun menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke belakang.
"Ih Aland kenapa lo nggak noleh ke sini sih?" kesal Devi yang sudah memanggilnya dari belakang.
Alandra tentunya jengah dengan sikap Devi yang baru-baru ini memang sok akrab dengannya. Dia memutuskan untuk menoleh ke arah Devi berada.
Akan tetapi apa yang Alandra lihat justru membuatnya tercengang sesaat.
Namun tentunya Alandra masih memasang sikap sok coolnya di depan Devi, tanpa memperlihatkan raut wajah terkejutnya. Alandra melihat satu sosok berdiri tepat di belakang Devi. Sosok itu tampaknya tidak ingin bertatap wajah dengan Alandra. Entah itu apa sebabnya?
Alandra bisa merasakan adanya suatu kejanggalan pada diri Devi. Padahal kemarin sosok itu sama sekali tidak terlihat di dekat Devi, dan baru kali ini Alandra melihatnya.
"Ada apa? gue laper mau makan, jadi jangan ganggu gue!" sarkas Alandra tanpa meninggikan suaranya. Lalu kemudian dia melangkah pergi begitu saja meninggalkan Devi yang tampak bingung sendiri dengan tingkah Alandra.
MARK
REYHAN
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
G
up
2023-02-26
0
Baim Fauzan
lanjut..
2023-02-26
1