Detektif Carl melihat foto Stewart. Ia lalu beralih melihat foto-foto teman sekolahnya juga semua guru yang mengajarnya di tempat sekolah anak itu.
“Apa mungkin anak ini menjadi korban bully dari temannya atau yang lainnya di sekolah ?” gumamnya dengan kemungkinan yang ada.
Pria itu membalik foto lagi dan menemukan foto Stewart bersama seorang pria yang ia duga sebagai ayahnya Stewart karena wajah mereka berdua mirip.
“Bukankah nyonya Gaby itu single parents ?” gumamnya lagi setelah mencari identitas kliennya yang ternyata bercerai dengan seorang pria tiga bulan yang lalu.
“Atau hilangnya Stewart ada hubungannya dengan pria ini ?” gumamnya lagi masih menatap pria brewok dan potongan cepak di tangan nya.
Detektif Carl kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia melihat-lihat pada shop system apakah ada item yang bisa ia gunakan dengan cepat untuk mendeteksi pria tersebut tanpa dirinya harus repot-repot pergi ke kantor polisi dan memerlukan waktu yang lama.
tac.
Suara keypad ponsel yang di tekan. Detektif Carl menggulir banyak item yang ada di shop.
“Mungkin ini cocok untuk ku.” pria itu berhenti pada sebuah item. “Face barcode ?” gumamnya lagi membaca deskripsi dari sebuah item yang bisa mengetahui identitas seseorang hanya dari foto saja.
“Ya, aku beli ini saja.” ia langsung memutuskan untuk memasukkannya dalam keranjang dan membayarnya terlebih harganya murah hanya 500 poin saja.
“System berhasil mengkonfirmasi item yang anda pesan.” notifikasi dari sistem.
Zap
Dalam hitungan detik kemudian item tersebut muncul di tangannya. Sebuah alat yang berbentuk mirip barcode barang pada biasanya namun berukuran lebih kecil, lima sentian saja.
“Kita lihat apakah item ini bisa berfungsi dengan baik.”
Detektif Carl mengambil foto Stewart bersama pria yang ia duga sebagai ayah anak itu kemudian men-screen dengan barcode-nya.
"Gorge Benson, pria berusia 38 tahun. Merupakan mantan ayah Stewart Benson. Alamat tinggal di kawasan Ring Park B.”
Detektif Carl mendengarkan dengan serius. “Ternyata alat ini memang luar biasa sekali dan tentu saja sangat berguna bagiku.” pria itu tersenyum lebar kemudian mencoba mengambil foto lain untuk di scan dan hasilnya membuatnya puas.
“Jadi lebih baik aku bergerak sekarang ke sekolah Stewart untuk memulai penyelidikan lebih dulu.”
Pria itu langsung angkat kaki dari kantornya dan masuk ke mobil butut birunya menuju ke St.Modrev, tempat sekolah Stewart.
Langsung saja ia menemui Kepala Sekolah yang ada di sana dan menyampaikan jika dia melakukan penyelidikan pencarian salah satu muridnya yang hilang.
“Ya tuan Carl anda boleh melihat CCTV di sekolah ini.”
Kepala sekolah kemudian mengajak detektif Carl menuju ke ruang pusat informasi dan segera membawa rekaman CCTV di hari saat Stuart hilang.
“Jadi dia memang tidak ada masalah sama sekali dengan semua murid di sini ataupun guru-gurunya.” gumamnya melihat tayangan video yang diputar sembari bergeser mendekat ke monitor dari kursi kayu yang didudukinya.
“Tunggu tolong pause rekaman di situ.” ucapnya saat melihat Stuart pulang sekolah bersama Gorge Benson. “Apakah pria itu sering menjemput Stewart pulang ?” tanyanya pada kepala sekolah.
“Ya, ayahnya Stewart sering menjemputnya walaupun mereka berjalan-jalan ke suatu tempat setelahnya.” jelas kepala sekolah.
Detektif Carl merasa cukup dengan informasi yang didapatnya dan segera saja ia pergi dari sana.
“Terimakasih tuan Orleans.” Detektif Carl menjabat tangan kepala sekolah. Ia pun berjalan dengan cepat keluar dari bangunan gedung sekolah yang full dengan bahan kayu itu ke mobil biru butut nya.
ding
Suara notifikasi masuk.
Jika melakukan investigasi langsung ke tempat tinggal George Benson maka akan mendapatkan tambahan reward sebesar 50 poin.
Dan langsung saja detektif Carl berniatmenuju ke TKP.
“Semoga saja Stewart segera ditemukan.” gumam tuan Orleans menyentuh dinding kayu di pintu luar menatap kepergian detektif Carl.
“Aku yakin Stewart ada bersama pria itu.”
Detektif Carl kemudian melajukan mobilnya ke alamat tinggal George Benson.
ding
Suara notifikasi masuk.
Mission ke TKP complete. Poin sebesar 50 poin berhasil ditambahkan.
Detektif Carl kembali tersenyum kecil membaca notifikasi.
Tak lama kemudian ia tiba di sana di depan sebuah rumah yang terlihat paling berbeda daripada rumah lainnya yang ada di sana dengan cat tembok hijau menyala yang sangat kontras dengan rumah lainnya yang bercat putih.
dong
Pria itu menarik cuckoo di depan pintu rumah karena pagar rumah terbuka lebar.
“Siapa ?” suara seorang pria dari dalam sambil berjalan menuju ke pintu.
klak
Pintu terbuka dan seorang wanita keluar dari dalam.
“Aku ingin bertemu dengan tuan George Benson.” ucap ucap detektif Carl.
Wanita tadi menangkap pria yang bertamu ke rumahnya dan wajah pria tersebut sangat familiar baginya.
“Bukankah dia detektif Carl ?” batin wanita itu bisa mengenali pria dihadapannya karena memang dia cukup terkenal.
“Dia tak ada.” jawabnya ketus lalu menutup kembali pintu dengan membanting nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments