Keesokan harinya Matthew datang ke kantor Biro Detektif Darcy untuk menarik kasusnya.
“Tuan Matthew anda tak bisa menarik kasus yang sudah diajukan padaku.” ucap detektif Darcy pada kliennya.
“Tapi kasus ku sudah ku selesaikan secara kekeluargaan.
Jadi kasus ku tak perlu dilanjutkan.” balas Matthew mengarang cerita padahal kasusnya sama sekali belum selesai.
Detektif Darcy tak bisa membantahnya lagi jika kasus sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Ya, baiklah tuan kasus anda sudah aku keluarkan dari daftar antrian investigasi barusan.” Detektif Darcy dengan berat hati juga terpaksa menghapus kasus Matthew dari daftar kerjanya.
“Untunglah alasanku tepat sehingga detektif Darcy mau menarik kasus ku.” batinnya tersenyum dalam hati.
Setelah mencabut berkas kasusnya dari biro kantor detektif Darcy, pria itu pergi ke kantor detektif Carl.
“Ooh.” Matthew menghentikan mobilnya di depan kantor detektif Carl. “Apa detektif Carl bisa menyelesaikan kasusku, terlebih lagi gratis ?” menjadi ragu saat melihat kondisi kantor di hadapannya yang sudah tidak seperti dulu dan terlihat usang.
“ding.” sebuah notifikasi muncul saat sedang duduk menunggu kliennya datang.
“Ada apa lagi ini ?” gumam detektif Carl yang kini membuka ponselnya untuk membaca pesan atau notifikasi yang masuk untuknya.
Ya, ternyata sistem profesi ini memang canggih. Red menghubungkan notifikasi dari sistem ke ponsel pria tersebut untuk memudahkan ia mengakses semua notifikasi yang masuk dengan cepat.
“Klien datang dengan ragu. Cepat bujuk sebelum klien itu pergi dan misi gagal. Jika perasa membujuk klien akan mendapatkan poin sebesar 1000 poin.” detektif Carl berjalan setengah berlari menuju keluar kantor setelah membaca notifikasi.
Di luar dia melihat Matthew yang melamun menatap kantornya.
“Tuan Matthew anda datang. Aku sudah menunggu kedatangan anda.” detektif Carl menghampiri kliennya dan seketika membuyarkan lamunan pria itu.
“Bagaimana jika aku menarik kasusku dari detektif Carl dan menyerahkan pada detektif lain saja.” batinnya mempertimbangkan lagi.
Detektif Carl tahu pasti pria tiada banyak itu berniat untuk membatalkan melimpahkan kasusnya.
“Aku sudah terima berkas kasusnya, tuan Matthew.” detektif Carl menarik berkas dari kliennya sebelum benar-benar menarik kasusnya. “Nanti siang atau maksimal besok aku memanggil anda jika memerlukan keterangan lebih lanjut.”
“Oh, ya-ya tentu saja detektif.” jawabnya kikuk dan terpaksa tak jadi menarik kasusnya kembali karena merasa tak enak hati. “Tolong temukan jam tangan ku detektif. Aku mempercayakan kasus ini padamu.” tambahnya lagi setelah mempertimbangkannya tak ada salahnya juga melimpahkan kasus tersebut pada detektif Carl.
ding
Sebuah notifikasi kembali masuk ke ponsel detektif Carl.
Anda berhasil membujuk klien yang ragu dan poin sebesar 1000 poin sudah ditambahkan.
“Jika begini terus aku bisa kaya mendadak.” gumamnya tersenyum lebar melihat perolehan total poinnya sekarang.
Setelah Matthew pergi dari kantor nya, detektif Carl segera mempelajari berkas yang disodorkan padanya.
Pria tadi kehilangan sebuah jam tangan dan tentu saja itu bukan jam tangan biasa melainkan sebuah jam berharga tinggi di mana jam tersebut dilapisi oleh berlian dan berhiaskan diamond.
“Ini jam nya.” pria itu melihat beberapa foto jam milik tuan Matthew yang hilang dalam sebuah acara perjamuan makan malam di hotel Sky juga foto-foto para pengunjung yang juga menghadiri pesta perjamuan makan kala itu.
“Leo kemari sebentar.” pria itu memanggil seseorang yang sudah ada di hadapannya beberapa detik kemudian.
“Ya, detektif Carl apa ada misi untuk kita ?” tanya pria yang merupakan staf dan tangan kanan detektif Carl.
“Ini ada misi kasus untuk kita. Kau pergi ke Hotel Sky sekarang dan bawakan daftar nama pengunjung yang hadir pada pesta perjamuan makan malam dua hari yang lalu di sana berikut rekaman CCTV-nya.”
“Baik, detektif Carl.” Leo segera berangkat menuju ke hotel Sky dengan bersemangat karena ini kasus pertama mereka setelah hampir 4 bulan vakum dan tak menangani kasus sama sekali.
Detektif Carl masih membalik foto beberapa pengunjung yang diserahkan oleh kliennya.
“Aku seperti tidak asing dengan pria ini.” gumamnya saat melihat salah satu foto seorang pria berambut putih yang tersenyum dengan tatapan aneh.
Ia menaruh foto tadi yang menurutnya mencurigakan dan memisahkan dengan foto lainnya lalu kembali melihat beberapa foto lagi.
“Ini juga. Pria ini terlihat aneh. Kenapa caranya memegang gelas wine aneh sekali ?” melihat bukan dua jari yang memegang gelas wine seperti pada umumnya namun lima jari dan seperti memegang sesuatu lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-05-23
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍
2023-03-22
0
Hades Riyadi
Wow...daya analisisnya detektif Carl cukup tajam, ga kalah sama detektif Sherlock Holmes...😀💪👍👍👍
2023-03-22
0