Detektif Carl sampai melepas kacamata hitamnya karena marah mendengar cacian dari rival abadinya.
ding
Kembali muncul suara notifikasi masuk.
Berani mengumpat rival akan mendapatkan private point tambahan sebesar 50 poin.
Langsung saja detektif Carl beraksi setelah membaca notifikasi yang masuk untuknya.
“Hey kau Darcy pecundang sejati yang berdiri dengan menginjak orang lain kau tinggal tunggu waktumu saja semua kesuksesanmu sekarang akan segera berakhir !” ucapnya dengan tatapan tajam kemudian mengabaikan pria itu dan menganggapnya tak ada.
“Ayo Kent pergi dari sini. Jangan ladeni pria gila ini.” detektif Carl mengajak berjalan Kent yang dari tadi berdiri dia mematung melihat pertengkaran dua orang pria dewasa.
Sementara detektif Darcy bisa menanggapi ucapan rivalnya kali ini.
ding
Terdengar kembali suara notifikasi yang masuk.
“Itu pasti modifikasi dari sistem jika aku berhasil mengumpat Darcy tadi.” batin detektif Carl tanpa melihat apa isi notifikasi yang masuk.
Mereka berdua pun kemudian kembali menyeberang jalanan Wall street 21 A yang sangat padat dan ramai.
“Ck.” detektif Darcy menutup kembali pintunya dengan keras menatap punggung detektif Carl. “Sudah miskin saja masih belagu !” umpatnya kesal lalu segera melajukan mobilnya kembali menuju ke rumah klien yang barusan menelepon untuk mengerjakan kasus baru.
Detektif Carl akhirnya tiba di sebuah rumah mewah besar berlantai 3 dengan dengan dinding bercat coklat muda kombinasi coklat tua di setiap pilarnya.
“Silahkan masuk, detektif Carl.” ujar Kent melihat pria itu berhenti di bawah salah satu solar lamp yang ada di dekat pintu masuk.
“Oh, ya.” detektif Carl kembali mengenakan kacamata hitamnya kemudian berjalan masuk ke ruang tamu mengikuti anak kecil tadi.
Pria itu duduk menunggu Kent yang masuk ke belakang untuk mengambil sesuatu.
“Di rumah semewah ini, apa tidak ada security atau sejenisnya di sini ?” gumamnya menatap ke sekitar yang tampak sepi juga merasa aneh saja rumah sebesar ini tak ada pengamanan ataupun petugas keamanan sama sekali.
ding
Suara notifikasi yang masuk.
Jika berhasil mengumpulkan semua bukti dalam waktu 24 jam maka akan mendapat tambahan riwayat sebesar 200 poin.
“Semoga saja aku bisa mengumpulkan semua buktinya hari ini.” gumamnya setelah membaca notifikasi yang baru masuk.
“Detektif ini rekaman CCTV di jalanan dua jam yang lalu tepat di saat Bernie hilang.” Kent menunjukkan rekaman video di laptopnya.
Detektif Carl melepas kacamata hitamnya kemudian menggantung di salah satu tuksedonya melihat video itu dengan serius.
Tampak di video Bernie si anjing sedang menunggu tuannya yang masuk ke rumah. Tak lama setelahnya muncul seorang pria berbaju serba putih mengenakan masker hitam dan topi hitam menghampiri anjing tersebut.
Tepat di saat Kent keluar, pria tadi segera membawa anjing jenis Lowchen berbulu coklat panjang dan body sedang itu kabur ke mobil hitam yang menunggu di depan pagar.
“Hentikan rekamannya.” ucap detektif Carl dan Kent menghentikan rekaman itu.
Pria itu kemudian mencatat nomor plat mobil yang tampak meski pun bagian belakang nomor plat kurang jelas.
Tak hanya itu saja untuk penyelidikannya dia membawa sebuah kamera mini yang tergantung di lehernya sebagai liontin kalung.
ckrek
Detektif Carl mengambil foto mobil hitam tadi agar ia mudah memetakan kasusnya nanti.
“Apa sebelumnya kau punya musuh atau seseorang yang tidak menyukaimu ?” tanya pria itu namun Kent menggeleng membalasnya.
Detektif Carl kemudian melihat beberapa helai bulu coklat Bernie yang rontok di depan rumah. Ia pun mengeluarkan pinset dan mengambil bulu itu lalu memasukkannya dalam sebuah kantong plastik untuk ia periksa sidik jari pencuri yang mungkin saja tertinggal di sana.
“Baiklah Kent aku akan mengabarimu jika Bernie mu sudah ketemu.”
“Tolong temukan dia secepatnya, detektif.” Kent mengantar kepergian sampai depan rumah.
Detektif Carl kemudian berjalan kembali menuju ke mobilnya. yang terparkir setelah melewati jalanan Wall Street 21 A yang padat.
“Astaga !” pekiknya terkejut saat ia tengah melajukan mobil di jalanan melihat kemunculan Red yang mendadak hingga dia hampir saja menabrak seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan.
cit
Pria itu menginjak rem dalam sampai mobil yang ditumpanginya berhenti.
din
Dari arah belakangnya banyak mobil yang membunyikan klakson secara beramai-ramai karena mereka juga ikut mengerem mendadak akibat pria itu mendadak mengerem.
“Red ! Bisakah kau muncul dengan cara yang lebih baik ?!” teriak pria itu dengan marah.
dok
Seseorang tiba-tiba mengetuk kaca jendela mobilnya.
“Hey cepat jalankan mobilmu atau akan terjadi kemacetan yang lebih panjang lagi !” ucap seorang pria yang tampak marah sampai turun dari mobilnya menatap tajam ke arah detektif Carl.
Sedangkan Red yang melihat dan mengetahui itu hanya diam saja dan tersenyum acuh khas pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments