Bagaimana bisa pria yang masih tidur dengan menggunakan tuksedo coklatnya itu tidak terkejut membaca notifikasi baru untuknya.
“Aku harus mendapatkan 2 klien lagi dalam waktu singkat dan kasus harus selesai dalam empat hari ?!” pria itu terkejut sekali dengan misi keduanya yang lagi-lagi ada deadline-nya.
“Cuckoo...cuckoo...” ayam jago pada jam cuckoo detektif Carl berkokok tiga kali yang menandakan saat ini sudah pukul 03.00 dini hari.
Pria itu memegang kepalanya yang terasa berat dengan deadline waktu misi yang terlalu pendek dan ia tak yakin bisa mendapatkan dua klien dalam waktu kurang dari 3 hari atau tidak.
“Detektif Carl di misi kedua ini ada hidden mission dan kau belum membaca notifikasi tadi sampai selesai.” ujar Red dengan santainya.
Dan setelahnya notifikasi kembali muncul.
Hidden mission : Apabila berhasil mendapatkan 2 klien baru sekaligus dalam waktu 24 jam maka akan mendapatkan reward 10 000 poin.
“Apa ?” seketika tubuhnya yang lemas bersemangat ketika mendapatkan akumulasi poin yang diperolehnya menjadi berlipat. Poin tambahan dan juga poin akhir, jika di total sejumlah 25 000 poin.
“Oke, see you detektif Carl.” ucap Red tersenyum lebar sembari melepas topi hitamnya lalu melempar ke arah detektif Carl.
“Hey !” pria itu pun menangkap topi milik Red sebelum mengenai matanya sedikit marah. “Jangan pergi dulu !” teriaknya saat pria itu segera menghilang setelah melempar topinya.
“Lagi-lagi kau datang dan pergi sesuka hatimu.” rutuk detektif Carl kesal sembari melempar sembarangan topi Red ke lantai.
“dong !” segera setelahnya misi kedua diaktifkan dan jam cuckoo di meja detektif Carl berubah menjadi timer hitungan mundur misinya.
“Argh !” detektif Carl merasa pusing melihat jam cuckoonya yang berubah dan tak lagi berkokok seperti biasanya. “Aku harus tidur dulu baru aku pikirkan rencanaku selanjutnya.”
Pria itu kemudian menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala juga menaruh bantal di atas kepalanya agar tidak mendengar bunyi detak jam yang sangat berisik sekali.
Pria itu memaksakan dirinya untuk tidur dengan memejamkan matanya erat karena tiga jam lagi ia harus bekerja menyelesaikan misinya.
Pagi harinya pria itu terlihat duduk di meja makan menikmati Sandwich yang tak senikmat biasanya karena terdengar detak jam di ruangan itu yang juga berubah menjadi timer misinya.
“Jam berapa sekarang ?” gumamnya menatap jam yang melingkar di tangannya dan hanya jam itu yang tidak berubah seperti semua jam yang ada di rumahnya. “Masih jam 7 pagi.”
Pria itu kemudian mengambil lagi satu sandwich lalu mencelupkannya pada fondue, lelehan keju yang untuk saus.
“Dimana aku bisa mencari dua klien lagi ?” gumamnya memutar otak sembari menyantap sandwich kesukaannya.
ding
Kembali muncul notifikasi.
Jika bisa menghabiskan sandwich dalam waktu 5 menit saja akan mendapatkan reward poin sejumlah 200 poin.
“Apa ?” pekiknya terkejut dan langsung saja detektif Carl melihat semua Sandwich yang ada dan menghabiskannya dalam sekali suap.
*ding
Akumulasi makan sandwich tiga menit. Mission success. 200 poin berhasil ditambahkan*.
Detektif Carl tersenyum kecil membawa notifikasi untuknya dan ia pun segera bergerak setelahnya.
30 menit kemudian pria itu sudah tiba di kantor biro detektifnya mengendarai mobil biru butut nya, kembali mencari ide yang belum ditemukannya juga meskipun sudah membaca notifikasi dari sistem.
Tanpa sepengetahuan detektif Carl, berita tentang berhasilnya pria itu menemukan jam milik tuan Matthew membuat berita itu menyebar luas dengan cepat setelah polisi memproses kasus tersebut.
“Apa, jadi kemarin itu saat aku bertemu dengan tuan Matthew dan detektif Carl di depan rumah tuan Ralph mereka baru saja menyelesaikan satu kasus ?” pekik detektif Darcy tak percaya setelah membaca surat kabar hari ini di kantornya.
“Jadi tuan Matthew menipuku saat itu dan bilang masalahnya sudah selesai padahal ia melemparnya pada detektif sialan itu !” ia pun baru menyadari kliennya menipu dirinya. “Sialan kau detektif Carl sudah mengambil klien ku !”
Tangan detektif Darcy terkepal erat kemudian ia hempaskan dengan kuat pada meja kerjanya.
“Aku akan buat perhitungan dengan mu !” Detektif Darcy menatap tajam ke foto detektif Carl yang terpampang di koran.
Karena merasa buntu dan sama sekali tak menemukan ide, detektif Carl memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di sekitar gunung Alpen yang berada tak jauh dari kantornya.
“Yah, mungkin di sini aku akan mendapatkan ide yang brilian.” pria itu berhenti tak jauh dari kaki Bukit Gunung Alpen dengan panorama views hijaunya sembari mengenakan kacamata hitam miliknya meskipun cuaca saat ini sedang tidak panas.
Di tengah waktu ia menikmati views disana, tiba-tiba dari kejauhan ada seorang wanita menangis dengan wajah putus asa sembari berjalan dengan menyeret kakinya.
“Apa yang terjadi dengan wanita itu ?” gumam detektif Carl segera berdiri dari rerumputan hijau yang ia duduki.
Wanita itu pun terus berjalan dan berhenti tepat di samping detektif Carl untuk beristirahat sejenak masih dengan menangis.
“Nyonya, maaf kenapa anda menangis ?” tanya detektif Carl dengan hati-hati.
“Anak ku hilang.” jawab wanita paruh baya berusia di awal 40 tahunan itu menatap pria yang berdiri di sampingnya. “Mungkin dia dibawa pencuri.” tambahnya lagi.
Wanita itu menatap sosok pria di sampingnya dan sangat familiar baginya.
“Apakah anda detektif Carl ?” tanya wanita itu yang langsung diangguki oleh pria tersebut. “Maukah kau menolong ku ?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Nopek Novianto
misi ke 2
2025-02-12
0