Dor
Karena berisik sekali detektif Carl sampai turun dari tempat tidurnya mengambil pistol kemudian menembakkan ke jam dinding di sisi timur.
“Apa ?” Sesuatu yang aneh terjadi bukannya jam dinding itu rusak setelah ia tembak namun rupanya jam tadi tetap berdetak seperti sebelumnya. “Aku bisa gila jika terus seperti ini !”
Pria itu mulai merasa stres dengan keadaan saat ini. karena terlalu pusing dan masih tak percaya dengan kejadian hari ini, ia pun membenturkan kepalanya tiga kali dinding.
“Hiss...” ia berhenti membenturkan kepala ke dinding setelah merasa kepalanya sakit dan pusing.
“Argh... jadi semua ini nyata bukan ilusi ?!” teriaknya histeris sambil mengusap mukanya.
“Oh My God... Ooh My God apa yang harus kulakukan ?” pria itu menyandarkan kepalanya ke dinding dan mencoba berpikir logis.
“Ya Lebih baik aku tidur sekarang dan coba jalankan misinya besok saja.”
Ya, karena pria itu tak bisa berpikir dengan jernih maka ia pun memutuskan untuk menenangkan diri dengan tidur.
“hoahem.” paginya detektif Carl bangun dengan merentangkan kedua tangannya sembari menatap jam dinding. “Astaga jam itu lagi.”
Pikirannya yang tenang kembali kusut setelah menatap tap jam yang berubah seperti jam di dasbor mobilnya.
“Aku akan memulainya sekarang.” daripada terus menyangkal dan menghindari tugas yang menurutnya nyata atau tidak nyata itu ia pun segera bersiap.
“Semoga saja apa yang dibilang oleh pria aneh itu tidak bohong.” gumamnya.
Detektif Carl sudah duduk di mobilnya dan menginjak gas, melaju ke jalanan.
“Mengambil satu client Darcy ?” itu misi yang di ingatnya. Maka ia pun melajukan mobilnya menuju ke kantor rivalnya itu.
Detektif Carl berhenti 5 meter dari kantor detektif Darcy untuk memantaunya dari kejauhan.
ding
Sebuah notifikasi langsung masuk di ponselnya.
Dan saat di periksa ternyata notifikasi dari sistem yang menyatakan detectical mendapatkan 1 000 poin karena mengambil misinya kurang dari 24 jam.
Setelah selesai membaca notifikasi dan memasukkan ponselnya detektif Carl melihat seorang pria.
“Jadi pria itu pasti adalah client Darcy.” gumamnya melihat seorang pria masuk ke kantor rivalnya itu dengan membawa berkas. “Baiklah, aku akan menunggunya di sini.
70 menit kemudian pria tadi keluar dari kantor Darcy.
“Aku harus memanfaatkan kesempatan yang ada.” detektif Carl pun bergerak cepat dan menghampiri pria tadi setelah berjalan cukup jauh dari kantor detektif Darcy.
“Permisi tuan.”
“Oh detektif Carl.” jawab pria tadi langsung mengenali detektif Carl yang cukup terkenal sosok nya. “Ada apa detektif mencariku ?”
“ehm tuan apakah anda melimpahkan kasus anda pada detektif Darcy ?” tanya detektif Carl langsung.
“Ya, detektif Carl apa ada yang salah dengan itu ?” pria tadi mengerutkan keningnya karena benar-benar tak mengerti ada urusan apa dengan pria yang berdiri di hadapannya saat ini.
“Tuan aku ingin membantu mu.” detektif Carl kemudian ke samping kanan dan ke samping kiri dan berbisik lirih karena tak ingin ada yang mendengar ucapannya. “Tuan serahkan kasus mu pada ku dan aku akan mengatasinya sampai tuntas.”
“Maaf detektif Carl, bukannya aku menolak tawaran mu tapi aku sudah menyerahkannya pada detektif Darcy.” pria tadi langsung menolaknya dengan tegas.
“Oh... jika boleh tahu berapa Darcy minta bayaran pada anda ?” tanya detektif Carl mencoba melakukan pendekatan dan pria tadi menyebutkan sebuah angka.
“Aku harus bisa menyelesaikan misi pertamaku ini bagaimanapun caranya.” batinnya mencoba berpikir bagaimana caranya mengambil alih client detektif Darcy.
“Tuan aku akan memberikan harga yang lebih murah padamu.” rayu detektif Carl dengan menurunkan tarifnya.
“Tidak detektif. Aku tahu apa yang sudah menimpamu belakangan ini dan apa mungkin anda masih bisa melakukan tugas dengan kantor yang kemungkinan akan tetap juga dengan staf yang hanya tinggal beberapa saja.
“Oh.” pria itu merasa tersinggung dengan ucapan client Darcy yang secara tak langsung mencemoohnya. “Andai saja aku tidak terikat oleh misi ini maka aku akan menembak kepalamu.” umpatnya dalam hati.
ding
Suara notifikasi dari ponsel detektif dan dia pun segera melihatnya.
Merayu klien sampai bisa hanya butuh 200 poin saja dengan item super talkative. Gunakan item atau tidak ?
Daripada gagal, maka detektif Carl pun terpaksa merelakan 200 poinnya untuk menggunakan item super talkative.
Pesan di konfirmasi. Item ready untuk di gunakan.
Tiba-tiba muncul sebuah permen di tangan detektif dan ia pun segera memakannya.
Setelah dia menghabiskan satu permen tiba-tiba bibirnya bergerak sendiri tanpa bisa dia kontrol
“Bagaimana jika tarifnya sekian ?” detektif Carl kemarin menurunkan harganya namun pria tersebut kembali menggelengkan kepalanya.
“Tuan bagaimana jika aku memberikan layanan gratis untuk anda kali ini ?” senjata terakhir yang bisa ditawarkan oleh detektif Carl dalam bernegosiasi.
“Ya, aku mau.” jawab pria itu cepat tanpa berpikir panjang.
Namun di saat detektif Carl akan memproses lebih lanjut terlihat seseorang keluar dari kantor detektif.
“Darcy... ?” gumam detektif Carl melihat rivalnya itu keluar dari kantor tepat di saat pria yang akan direkrutnya itu memberikan jawaban.
Sementara Darcy menatap ke arah luar dan tak menyangka saja melihat kedatangan detektif Carl di kantor warisan dari ayahnya.
“Sial ! Kenapa ia datang bisa seperti ini ?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-05-23
0
AsSekop
Jangan lupa mampir thor "System Kill To Be Rich". 👍👍👍👍
2023-04-19
0
AsSekop
aku sdh baca thor di bab awal. keren cerita nya. coba kalau MCnya dbuat down habis, biar greget tuh..
2023-04-19
0