Detektif Carl lalu menghampiri anak lelaki yang menangis di bawah pohon besar yang sedang berbunga warna merah nan indah.
“Anak kecil, kenapa kau menangis ?” tanya pria itu setelah berdiri tepat di depannya.
Anak lelaki itu bukannya berhenti menangis namun malah gemetar melihat pria di depannya.
“Kenapa dia takut menatapku ?” batin detektif Carl mencoba mencari tahu apa yang membuat kehidupannya itu ketakutan kemudian menoleh ke samping juga ke belakang, tak ada yang menakutkan di sini hanya beberapa orang yang berlalu lalang saja. “Atau mungkin karena ini ?”
Detektif Carl kemudian melepas kacamata hitamnya karena mengira anak itu takut padanya.
“Ada apa kau menangis, nak ?” ucap pria itu mengulangi kembali pertanyaannya dan benar saja anak kecil di depannya itu kembali menatapnya intens namun sudah tak gemetar lagi.
“Aku... kehilangan anjing ku.” ucap anak lelaki mengenakan topi dan setelan kaos sport branded mengusap air matanya.
“Apa jenis anjing mu ?” tanya detektif Carl penasaran. Karena biasanya anjing rumahan hanya akan bermain sebentar lalu kembali ke rumah majikannya atau lebih jika dipanggil. Dia akan datang dengan cepat.
“Lowchen.”
Detektif Carl menelan salivanya dengan berat mendengar jenis anjing yang disebut bukanlah anjing biasa namun anjing berjenis mahal dan biasa dipakai sebagai model lukisan oleh kebanyakan pelukis.
“Jadi sudah pasti anak ini orang kaya karena anjingnya bukan anjing sembarangan.” batinnya kemudian memakai kacamata hitamnya kembali saat anak lelaki itu tak lagi ketakutan menatap dirinya.
“Mungkin anjing mu hanya jalan-jalan sebentar dan nanti akan kembali. Coba panggil dia sekarang.” alasan sebenarnya detektif Carl menolak misi itu karena malas mencari seekor anjing saja, kurang seru.
ding
Notifikasi masuk.
*Alert ! Menolak misi dari klien akan mendapatkan punisment dari sistem. Poin akan dikurangi 50 000 poin.
“Sial !” umpat detektif Carl dalam hati karena tak bisa menolak klien daripada poinnya habis, terpaksa ia pun menerima klien tersebut*.
Namun anak kecil itu menggelengkan kepalanya. “Dia hilang, oncle. Ada sebuah mobil yang membawanya pergi saat aku masuk ke rumah untuk mengambil tali pengikatnya.” jelas anak kecil itu tak kalah panjang lebar dengan penjelasan pria di depannya.
“Kau yakin anjing mu di culik ?” tegas detektif Carl lagi.
“Ya, Bernie tak pernah mau ikut dengan orang asing. Jika ada orang asing yang mendekatinya, dia akan menyalak dan mengusirnya sampai pergi.” jelasnya lagi.
Detektif Carl diam sejenak menatap anak kecil tadi yang masih kelihatan sedih.
“Apa boleh buat, aku tak ingin poin ya sudah aku dapat habis hanya karena menolak klien ini. Ia pun menerima kasus kecil seperti itu dengan pasrah.
Pria itu langsung menjawabnya. Ia kemudian beralih menatap jam di tangannya yang menunjukkan waktu terus berjalan.
“Lebih baik aku terima saja daripada mencari klien lagi. Lagi pula ini masalah yang gampang sekali bagiku.”
“Anak kecil sebenarnya itu bukan fak ku mencari anjing hilang. Tapi tak masalah, detektif Carl ini akan membantumu menemukan Bernie mu itu.” tukas detektif Carl mengambil keputusan.
ding
Suara notifikasi masuk.
Klien ketiga berhasil dikonfirmasi. Reward poin sebesar 5000 poin sudah ditambahkan.
Detektif Carl kembali tersenyum tipis membaca notifikasi yang barusan masuk untuknya.
“Kau detektif Carl ?” ucap anak itu ternganga menatap pria di depannya karena selama ini nama pria tersebut terkenal sampai pelosok penjuru namun dia baru pertama kali bertemu dengan pria tersebut.
Detektif Carl mengangguk sembari tersenyum tipis kemudian menanyakan nama anak kecil tersebut.
“Namaku Kent. Rumah ku di sana.” ucap anak kecil itu menyebut namanya sembari menunjuk sebuah rumah besar bertingkat di seberang jalan, sepuluh meter dari tempatnya berada saat ini.
“Oke Kent. Aku perlu melihat rekaman CCTV saat kejadian Bernie mu hilang.”
Kent mengangguk kemudian dia berjalan menuju ke rumahnya dengan detektif Carl yang mengikutinya berjalan dari belakang melewati banyaknya orang yang berlalu lalang di kawasan itu.
Cit
Di tengah jalan tiba-tiba ada sebuah mobil merah yang berhenti tepat di depan detektif Carl sambil membunyikan klakson dengan keras.
“Hey.” detektif Carl pun segera menoleh ke samping kiri mendengar suara yang sangat familiar sekali di telinganya.
Ya, siapa lagi jika bukan rival abadinya. Detektif Darcy kemudian membuka jendela mobil lalu menatap keluarga arah jendela.
“Detektif Carl Aku tidak tahu kenapa kemanapun aku pergi selalu saja bertemu denganmu.” ucapnya dengan nada menyindir. “Oh atau kau saja yang saat ini sampai turun ke jalan yang seperti ini mencari klien ?” tambahnya lagi kembali menyindir dan tentu saja tertawa lebar menatap detektif Carl.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
pokoknya harus semangat jangan sampai kendoooooooor
2025-02-15
0