Detektif Carl tak percaya pada apa yang dilihatnya sampai pria itu mengucek matanya sendiri.
“Astaga kau...” ucapnya setelah yakin jika dia tidak bermimpi lagi melihat pria dalam mimpinya kini duduk di sampingnya dan malah tersenyum melihatnya.
Detektif Carl seketika menginjak gas nya dalam yang membuat mobilnya seketika berhenti.
“Keluar kau dari mobil ku, pria aneh !” hardik detektif Carl sembari membuka pintu mobil dan memaksa pria itu keluar dari sana.
Namun hal yang mengejutkan terjadi bukannya pria itu bergeser sejengkal pun dari sana. Ia bersikeras duduk di sana bahkan dengan menggerakkan tangannya saja pintu samping yang terbuka kini tertutup kembali. Tak hanya itu, mobil yang saat ini berhenti tiba-tiba bisa berjalan kembali meski detektif Carl tidak mengemudikan nya.
“Oh apa yang terjadi ?” pekik detektif Carl tak percaya melihat apa yang terjadi bahkan ia pun menginjak kembali rem mobil namun sayangnya mobil itu tetap melaju. “Hentikan ! Baiklah, baiklah aku akan bicara denganmu tapi setidaknya hentikan mobil ini.” pintanya.
Dengan sekali gerakan tangan mobil itu kini berhenti.
Detektif Carl kemudian beralih menatap pria misterius tadi yang juga tidak ia ketahui namanya.
“Apakah dia hantu ?” batinnya menebak-nebak sendiri. “Tidak mungkin ada hantu di dunia ini.”
Ya, untuk pria seperti detektif Carl yang berpikir logis juga mengaitkan segala hal yang ada dengan logika, sama sekali tak mempercayai keberadaan hantu maupun roh di dunia ini.
“Kau kira aku hantu ?” pria misterius tadi bisa mendengar ucapan detektif Carl meskipun sangat lirih sekali dan ternyata salah dirinya sudah dikatai sebagai hantu. “Panggil saja aku Red. Administrator sistem yang kau dapatkan kali ini.
Detektif Carl menatap pernyataan tersebut dengan tajam karena lagi-lagi pria itu membual tentang sistem apalah yang tidak ia ketahui sama sekali.
“Sistem apa ?” tanya detektif Carl pada akhirnya pemberanikan diri berharap omong kosong itu akan berlanjut lagi.
“Sistem profesi detektif sesuai dengan bidang mu saat ini. Dengan menerima misi dari sistem tak hanya saja akan mengembalikan klien mu tapi jika kau berhasil menyelesaikan misinya maka kau akan mendapatkan reward.”
“Reward apa yang kau maksud ?” detektif Carl semakin bertambah bingung dan tentunya semakin pusing pula pikirannya.
“Setiap sukses menjalankan satu misi kau akan mendapatkan reward berupa poin dimana poin yang sudah terakumulasi banyak nanti akan bisa ditukar dengan berbagai item, semisal mobil, rumah mewah dan sebagainya.”
“Oh.” penjelasan dari pria bernama Red itu cukup membuat detektif Carl tergiur dengan iming-iming reward-nya. “Kau tidak sedang bercanda atau mempermainkan aku bukan ?” ucapnya mencoba kembali sadar dari angan-angannya sebelum terbuai.
“Tentu saja tidak. Aku serius.” Red mencoba meyakinkan Detektif Carl. “Misimu sudah berjalan dan deadline-nya akan berakhir dalam tiga hari ke depan.” ingatnya lagi sambil menunjuk timer yang ada di dashboard yang terus berjalan.
“A-apa ?” detektif Carl yang merasa masih belum bisa mencerna perkataan dari pria itu ikut menatap timer di dashboard mobil sambil memijat kepalanya yang semakin pusing.
“klik.” Red memunculkan monitor di depan detektif Carl kemudian menunjukkan misi pertamanya pada pria tersebut.
Detektif Carl membaca misi yang tertera pada monitor dan sempat terhenyak setelah membacanya. Bagaimana dia tidak akan terkejut jika misi pertamanya adalah mengambil satu client dari rivalnya, Darcy.
“Detektif Carl Watson.”
Detektif Carl bahkan terkejut pria itu mengetahui namanya terlebih Nama lengkapnya tanpa dia memperkenalkan dirinya pada pria itu. “Bagaimana kau siap menjalankan misimu sekarang ?”
“Tidak !” jawab pria itu bukannya menolak misi tapi tak ingin berurusan dengan Darcy dalam waktu dekat ini yang sudah sangat mempermalukan dirinya.
Bahkan ia pun dengan berbagai upaya mengusir Red dari mobilnya karena masih pusing denhan masalahnya.
“Detektif Carl, jika kau segera mengambil misi ini dan mulai bergerak dalam waktu tak kurang dari 24 jam, maka kau akan mendapatkan poin tambahan sebesar 1000 poin.”
Sayangnya detektif Carl hanya menatap pria itu tanpa meresponnya sama sekali.
“Ck. Kau menyia-nyiakan kesempatan yang ada yang tidak datang dua kali.” desaknya.
Karena detektif Carl tidak menanggapinya maka, Red pun menghilang dari sana.
“Untunglah administrator bodoh atau apa dia menyebut dirinya tadi entahlah... sudah pergi dari sini.” ucapnya lega sambil menyalakan kembali mobilnya yang hanya ada dirinya seorang di sana dan segera melanjutkannya Kembali menuju ke rumah.
Malam hari di rumah, pria itu bersiap untuk tidur namun ia merasa terganggu dengan jam dinding yang ada di kamarnya. Entah kenapa jam di kamarnya tidak berfungsi dengan benar kali ini.
Jam itu tidak menunjukkan pukul berapa waktu kali ini melainkan menunjukkan waktu hitungan mundur seperti timer yang ada di dasbor mobilnya.
“Hiss... apa lagi ini ?” ia pun merasa gusar melihat timer itu yang tak hanya berisik tapi juga sangat, sangat mengganggu sekali istirahatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
KuPenjahatUsil
Plot nya jangan bertele2 udah. Nanti bisa membosankan
2024-02-04
0
Abisena
red??? hhm nice name, like it 😏
2023-06-25
0
Abisena
ky mobil masa depan lah yaa🤭
2023-06-25
0