“Itu kan Carl, si detektif sialan itu.” detektif Darcy hafal sekali dengan rivalnya satu itu meskipun hanya melihatnya dari punggungnya saja.
Detektif Carl sengaja berbalik memunggungi detektif Darcy untuk menyamarkan keberadaannya agar tidak diketahui.
“Mau apa dia sebenarnya di sana ?” detektif Darcy berjalan bermaksud untuk menghampiri detektif Carl namun langkahnya terhenti.
“Detektif Darcy ada telepon untuk anda.” panggil seseorang dari kantornya.
“Oh !” pria itu pun terpaksa berhenti membatalkan niatnya untuk menghampiri detektif Carl dan lebih memilih kembali masuk ke kantor karena pasti bukan panggilan biasa.
Bisa jadi panggilan dari klien barunya yang akan menyerahkan kasus padanya.
Detektif Carl berbalik tepat di saat detektif Darcy sudah masuk kembali ke kantornya.
“Astaga dia benar-benar tidak mengenaliku dan malah kembali ke kantornya.” batinnya merasa lega tak perlu merasa payah bersembunyi dari rivalnya itu.
“Dasar detektif bodoh kau.” tentu saja itu umpatan dalam hatinya.
Detektif Carl kemudian kembali mendekati client detektif Darcy yang akan pergi dari sana.
“Tuan... tuan... bagaimana, apa aku bisa memproses kasusnya sekarang ?” detektif Carl mengulangi lagi pertanyaannya untuk ketiga kalinya dan masih menunggu respon.
Pria tadi menahan langkahnya dan diam sejenak untuk mempertimbangkannya.
“Sebenarnya semakin cepat kasus ini berjalan akak semakin baik. Dia juga detektif unggul meskipun kantornya akan tutup.” pria tadi sebenarnya sudah meminta kasusnya untuk segera di proses.
“Tapi bagaimana aku menarik kasusku dari detektif Darcy ?” balasnya mengungkapkan isi hatinya sekaligus meminta solusi mungkin saja detektif Carl punya solusinya.
“Tentu saja itu mudah sekali tuan. Anda tinggal menarik kembali berkas anda dan buat alasan logis apa saja.”
“Benar juga.” pria tadi tersenyum tipis seolah mendapat pencerahan. “Baiklah detektif Carl Aku akan mengirimkan berkas kasus kepadamu setelah aku menarik pengajuan kasus ku pada detektif Darcy.”
“Baiklah aku tunggu berkas dari mu, tuan Matthew.” jawab detektif Carl membaca nama pada papan nama yang tersemat di taksedo pria tersebut.
“Senang bekerja sama denganmu detektif.” pria tadi menjabat tangan detektif Carl.
Detektif Carl kemudian masuk ke mobilnya. Tepat di saat dia barusaja menjalankan mobilnya menuju ke rumah, tiba-tiba Red muncul.
Cit
Pria itu sampai menginjak rem-nya dalam yang membuat mobil berhenti mendadak di tengah jalan dan beberapa pengemudi di belakangnya sampai marah-marah padanya.
“Red kau mengagetkan sekali.” detektif Carl menatap pria yang mengaku sebagai administrator sistem itu dengan marah. “Tidak bisakah kau muncul dengan cara yang tidak mengagetkan diriku ?” tambahnya lagi meluapkan semua amarahnya.
Red tak menggubris sama sekali perkataan dari detektif Carl. Ia malah tersenyum yang membuat detektif Carl semakin kesal saja padanya.
“ding !” muncul notifikasi dari sistem.
“Selamat detektif Carl anda berhasil menyelesaikan misi pertama anda dengan mengambil satu klien detektif Darcy.” bukan Red yang bicara melainkan sistem yang memberitahukan itu.
“Oh.” perhatian Detektif Carl, terlebih amarahnya teralihkan pada monitor yang tiba-tiba muncul di depannya. “Apa ? Aku mendapatkan reward ?” pekiknya tak percaya saat membaca notifikasi yang tampil di monitor.
Misi satu complete. Anda mendapatkan reward berupa poin sebesar 2 000.
Detektif Carl bukannya senang mendapatkan reward namun dia terlihat jengah.
“Oh apa gunanya poin bagi ku ? Aku hidup di dunia nyata bukan hidup dalam dunia game.”keluhnya.
Ia merasa mendapatkan hadiah yang tak berguna untuknya.
“Jangan salah detektif Carl. poin bisa diakumulasikan dan jika jumlahnya banyak bisa ditukar dengan bermacam-macam item yang anda inginkan.
Seketika muncul total poin yang di peroleh di bar notifikasi yang bisa ditukar dengan berbagai macam item.
Detektif Carl kembali tersenyum membaca notifikasi dari asistem dan mempelajari informasi yang tersebut.
“Yah... kurasa untuk mendapatkan uang sebesar 100 euro aku harus mengumpulkan 4.000 poin lagi.” senyumnya yang terkembang tiba-tiba seketika memudar mengetahui harus mengumpulkan poin lagi untuk bisa menukarkan nya.
“ding.” muncul lagi notifikasi dari sistem beberapa saat setelahnya.
Hidden mission. Jika anda bisa menyelesaikan kasus klien pertama dalam waktu tak lebih dari tujuh hari maka anda akan mendapatkan reward sebesar 5.000 poin juga item menarik.
“Sepertinya aku harus bergerak cepat jika begitu.” keluhnya lagi karena lagi-lagi mendapatkan deadline di setiap misinya yang membuatnya cukup pusing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Abisena
waah,red bikin jantungan yaa😂
2023-06-26
0
Jimmy Avolution
Ayo...ayo...
2023-05-23
0
Lefkilavanta
Seru bangettt 🔥🔥🔥
2023-05-07
0