Detektif Carl mengeluarkan kacamata hitam dari saku bajunya yang tadi ia lepas sewaktu menyamar dan sekarang merasa tak nyaman jika tak memakainya karena memang terbiasa memakai kacamata hitam itu setiap harinya di manapun dia berada.
Kali ini ia membatalkan langkah kakinya untuk naik ke mobil butut birunya dan menutup kembali pintunya untuk menyambut kedatangan rivalnya itu.
“Tuan Matthew kenapa anda ada di sini bersama detektif Carl ?” detektif Darcy turun dari mobilnya begitu melihat kliennya ada di sana terlebih lagi ada rivalnya yang berdiri di samping pria tersebut, menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Padahal pria tersebut sebenarnya ada urusan, tepatnya menghadiri sebuah jamuan makan malam di rumah salah satu kliennya karena berhasil menyelesaikan kasusnya dengan baik.
“Aku baru saja bertamu ke rumah tuan Ralph dan kebetulan bertemu dengan detektif Carl disini.” jawabnya dengan bohong karena tak ingin menyinggung lawan bicaranya.
Anehnya pria itu sama sekali tak curiga dengan pertemuan pelayannya dan juga rivalnya yang sangat kebetulan sekali.
“Detektif Carl, apa yang kau lakukan malam-malam di sini berkeliaran ?” ucapnya sembari tersenyum mencibir sekaligus menghina.
“Aku sedang bertugas.” jawabnya datar dengan penuh percaya diri karena berhasil menyelesaikan satu kasus, terlebih itu kasus dari klien yang berhasil ia rebut darinya.
“Ck. apakah karena tak laku sampai kau mencari kasus dengan berkeliaran seperti ini ?” cibir detektif Darcy lagi merendahkan rivalnya itu yang tak mendapat satu klien pun dalam 4 bulan terakhir ini.
“Kau sendiri kenapa tidak mencari klien sendiri dan hanya bisa mengambil klien orang lain ?” balas detektif Carl balas menyindir yang tak kalah pedasnya dengan pria tersebut.
“Kau, apa belum cukup menjadi miskin ?”
Detektif Carl mulai terpancing amarahnya dengan sindiran pedas yang ditunjukkan pada dirinya meskipun tak mengucapkannya secara langsung.
“Tinggi juga harga diri mu.” pria itu jadi emosi dan dengan cepat menghampiri detektif Carl.
“Aku masihlah detektif Carl seperti dulu dan masih bisa menangani kasus dengan mudah.” jawabnya tersenyum sembari melirik ke arah tuan Matthew.
“Sombong sekali kau detektif tak lagu dan hampir bangkrut. Apa kau bisa bersaing denganku ?”
ding
Sebuah notifikasi masuk yang membuat detektif Carl segera menekan ponselnya dalam saku baju dan secara otomatis muncul panel di depannya.
Main mission aktif : jika berhasil bersaing dengan detektif Darcy dan kembali menjadi detektif nomor satu maka akan mendapatkan jackpot 1 M poin di akhir misi juga reward tambahan lainnya.
Tentu saja hal itu membuat detektif Carl sampai tersedak saat membacanya dan membuatnya bersemangat kembali.
“Oke, setelah ini kita bersaing. Aku akan menyelesaikan banyak kasus tentunya itu akan lebih banyak daripada kasus yang kau tangani.” detektif Carl menjawab dengan tenang tanpa terus kamu emosi sedikitpun dan yakin terlebih ada sistem yang akan membantunya.
“Bermimpi saja kau.” detektif Darcy tertawa lebar menertawakan pria itu. Di saat ia masih ingin mempermalukan detektif Carl teleponnya berdering dan terpaksa ia mengangkatnya.
“Yah ku rasa tak ada baiknya berdebat panjang dengan mu. Ada urusan yang lebih penting. Sampai jumpa.” detektif Darcy kemudian kembali masuk ke mobilnya karena mendapatkan telepon dari kliennya yang menunggu kedatangannya.
“Detektif Carl terima kasih sudah membantu menyelesaikan kasusku.” tuan Matthew menjabat tangan pria itu setelah kepergian detektif Darcy dari sana. “Ini ambillah sebagai rasa terima kasihku, jumlahnya tidak seberapa.”
Pria itu menyerahkan amplop coklat kemudian segera masuk ke mobil hitam dove nya melaju di jalanan sebenarnya melihat jam tangannya yang sudah kembali padanya.
“Leo, ini gaji mu bulan kemarin.” detektif Carl tak membuka isi amplop itu dan langsung menyerahkannya pada asistennya yang belum ia gaji bulan kemarin.
Leo langsung membuka amplop coklat itu. “Tuan, tapi jumlah ini terlalu banyak dan ini cukup untuk gaji 2 bulan.”
“Ya, ambillah untuk bulan depan jika begitu.”
Mereka berdua kemudian masuk ke mobil biru butut detektif dan melaju di jalanan.
Sesampainya di rumah, detektif Carl segera menarik cuckoo yang tergantung depan pintu rumahnya yang membuat pintu itu segera terbuka.
Pria itu tak sabar ingin segera bertemu dengan Red, untuk menanyakan berapa hadiah yang didapatnya karena berhasil menyelesaikan misi pertamanya.
“Red, keluarlah.” pria itu mencari ke seisi rumah, namun tak menemukan keberadaan administrator sistem itu. “Dimana dia ?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments