Detektif Carl bertemu dengan seseorang yang tidak pernah ia kenal ataupun ia temui sama sekali.
Seorang pria berpakaian setelan rapi mengenakan topi serta membawa pistol tiba-tiba datang dan mengejarnya.
“dor !” bahkan pria tersebut menembakkan beberapa pelurunya memberondong dirinya.
“Sial, siapa pria misterius itu ? Dan kenapa mengejar ku ?” detektif Carl berlari dan menarik pistol dari sarungnya kemudian balas menembaki pria misterius tadi sambil menghindari peluru yang menuju ke arahnya.
Namun meskipun berhasil menghindari peluru dari pria misterius tadi namun ia berhasil mengejar detektif Carl. Hingga mereka berdua pun kini berdiri dengan jarak 10 cm saja dengan tangan yang saling beradu membawa pistol.
“Aku tidak tahu kau utusan siapa dan apa tujuan mu mengejar ku.” detektif Carl menekan kokang pistolnya dan bersiap menembak pria misterius di depannya.
“Kau pria bodoh yang mudah menyerah hanya dengan masalah sepele.” pria misterius itu menodongkan pistol tepat di dahi detektif Carl sambil tersenyum mencibir.
“Apa maksud mu ?” detektif Carl mengerutkan keningnya karena tak mengerti dengan perkataannya sembari memindahkan pistolnya juga ke kepala pria misterius itu.
“Huh.” pria misterius tadi kembali tersenyum sinis ke arahnya. “Bagaimana jika ada seseorang yang akan membantumu dengan sukarela mengentaskanmu dari masalahmu ini ?”
Detektif Carl semakin tak mengerti apa yang diucapkan oleh pria misterius tersebut sembari terus mendengarkan ocehannya yang panjang.
“Ya, aku akan membantu mu mewujudkan semua keinginanmu termasuk balas dendam mu pada rival mu. Dengan menjalankan misi dari ku maka kau akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan dengan berbagai item. Bagaimana ?” pria tadi mengakhiri penjelasannya dan menunggu keputusannya.
Detektif Carl tak mengerti omong kosong apalagi yang diucapkan oleh pria misterius tersebut yang membuatnya semakin tak mengerti saja ke mana arah pembicaraan mereka.
“Tidak... !” pria itu menjawab bukan karena menolak tapi karena pria misterius tadi menembak kepalanya yang membuatnya ingin menjerit saja karena belum siap mati.
“Haah...” Detektif Carl membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah juga bercucuran keringat dingin. “Mimpi apa aku barusan, aneh sekali ?”
Pria itu kemudian duduk untuk mengatur nafasnya sembari menatap lepas ke depan.
“Astaga... ini kan pistol pria misterius dalam mimpiku tadi.” ia terkejut melihat sebuah pistol yang ada di dekat kakinya mirip sekali dengan pistol milik pria misterius dalam mimpinya. “Hey kau, keluarlah !”
Detektif Carl segera berdiri dan mengeluarkan pistolnya sendiri dengan siaga mengamati sekitar dan bersiap menembak jika melihat sedikit pergerakan saja.
“Sepertinya aku masih terbawa pada mimpiku tadi.” ia pum menyarungkan kembali pistolnya dan memungut pistol yang ia temukan.
Detektif Carl mengamati pistol yang ada di tangannya yang sejenis dengan tipe CH-37 tapi ia juga tak pernah melihat jenis senjata yang ditemukannya ini.
“Dari mana sebenarnya pistol ini ?” ia tidak menemukan tepatnya dari mana pistol itu berasal dan iseng menarik pelatuk nya.
“dor.” saat peluru meluncur dari pistol ke udara hal yang mengejutkan terjadi. Peluru tadi tiba-tiba meledak di udara dan dua detik setelahnya muncul seperti panel komputer dengan layar lebar di depannya serta berbagai pilihan task yang tidak dimengertinya sama sekali.
“Apa ini ?” pria itu melihat ada dua ikon besar di sana, "start" dan "reject" lalu membaca option lain di bawahnya.
Setelah aktivasi anda akan mendapatkan misi pertama untuk diselesaikan. Pilih sekarang juga, ambil misinya atau tidak ?
“Apa ini, seperti sebuah game saja ?” detektif Carl pun iseng menekan tombol start dan tak lama setelahnya muncul tulisan besar di layar "misi satu telah di terima. Muncul daftar misi dan penjelasan di sana juga berapa lama tenggat waktu misi yang diberikan untuknya.
“Hah... bodoh sekali.” detektif Carl kemudian menekan tombol power dan monitor itu menghilang dari sana. Ia pun terlalu meninggalkannya begitu saja karena menganggapnya sebagai lelucon.
Ia pun kembali masuk ke mobil dan mengendarai menuju ke rumah. Namun ia terkejut saat berada dalam mobil. Sebuah timer muncul di dasbor mobil dan waktu misi mulai berjalan.
“Apa lagi ini ?” detektif Carl tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ada seorang pria yang duduk dalam mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Abisena
waaah udah keluar sistemnya, unik juga😁
2023-06-25
1
Jimmy Avolution
Terus....
2023-05-23
1
Hades Riyadi
Like and Favorit 💪👍👍👍
2023-03-22
0