Wu sheng yang memulai menaiki anak tangga menyadari bahwa tekanan yang dirasakannya pada pijakan anak tangga pertama tidak bis diremehkan.
"Tekanannya sungguhan! Aku harus memfokuskan kekuatanku! Aku tidak boleh menyerah pada beberapa anak pertama di awal!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu sheng yang menahan tekanan di setiap anak tangga pun memijakkan kakinya di tangga ke sepuluh tiba-tiba seekor hewan buas muncul di hadapan Wu Sheng dan langsung menyerang Wu sheng dengan semua kekuatannya.
Wu sheng yang tak ingin kalah pada pertarungan pertama dalam mendapatkan hadiah dari usahanya menaiki anak tangga yang lain pun bertarung dengan yang dimilikinya saat ini.
"Meskipun sekarang aku hanya ada di Level Bumi tingkat Menengah tahap Pertama tapi di masa lalu aku hampir mencapai Puncak Kekuatan dan aku tak akan kalah!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang mengalirkan Energi Qi ke tinju pun mengerahkan setengah dari kekuatan miliknya ke arah hewan buas yang siap menyerang hingga membuat Hewan Buas itu terlempar jauh hingga ke tanah.
Wu sheng yang berhasil menang dari Pertandingan singkat itu secara tiba-tiba melihat sebuah peti muncul di hadapannya dengan harta karun yang tak terhitung jumlahnya.
"I-ini Emas dan juga Batu Permata yang sangat berharga karena aku telah menang melawan hewan buas itu berarti ini adalah hadiah yang aku dapatkan!" ucap Wu sheng dengan wajah yang gembira lalu memasukkan hadiah tersebut ke dalam cincin penyimpanannya.
Wu Sheng yang menjadi semakin bersemangat setelah melihat hadiah pertama yang didapatkannya saat berhasil menang pun naik semakin tinggi ke atas hingga akhirnya mencapai setengah anak tangga dengan berbagai hadiah yang dikumpulkan.
"Ini adalah langkahku yang ke lima puluh. Aku ingin lihat apa yang akan menjadi lawanku kali ini!" ucap Wu sheng dengan antusias yang tinggi.
Wu sheng yang telah melawan dua hewan buas, satu hewan suci dan dua orang pria dengan level yang sama dengannya menjadi semakin waspada
Namun Wu sheng yang merasa sangat antusias berubah menjadi terkejut saat melihat jiwa yang mirip dengannya berdiri di hadapannya.
Jiwa itu tak hanya memiliki wajah dan tingkat kultivasi yang sama bahkan gerakan dan jurusnya pun sama hingga membuat Wu Sheng sedikit kewalahan dan lelah.
"Sial! Aku tak bisa mengalahkannya dalam hal jurus ataupun strategi karena jiwa ini telah sangat mengkopi kemampuanku dari awal hingga akhir!" ucap Wu sheng dengan wajah yang kesal.
"Aku tak bisa menang jika seperti ini. Aku harus menjadi kuat dan tak ada cara lain selain menggunakan jurus yang tak pernah aku tunjukkan sebelumnya agar dia tak mengkopi jurusku!" ucap Wu sheng dengan tekad yang kuat.
Wu sheng yang menggunakan jurus Keluarga Wu yang tak pernah ditunjukkannya karena bagi Wu sheng jurus ini sangatlah berharga jika untuk melawan lawan yang biasa saja.
"Aku tak pernah mengeluarkan jurus ini karena jurusku ini masih belum sempurna!" ucap Wu sheng dengan senyum yang lebar dan licik.
"Sayatan Pedang Dewa Reinkarnasi!" ucap wu sheng dengan suara yang lantang sambil mengarahkan Energi Qi yang keluar dari pedang ke jiwanya.
Jiwa yang terkena serangan pun hancur dan berubah berkeping-keping dan sebuah Api Hitam pun muncul setelahnya yang membuat Wu Sheng yakin jika Gurunya tak berhasil melewati tangga melebihi
"Api Bumi Hitam! " ucap Wu sheng yang tanpa sadar memandang dan mencoba menyentuh Api Bumi Hitam tersebut.
Api Bumi Hitam yang disentuh oleh Wu Sheng itu pun masuk ke dalam tubuh dan menelan Api Bumi Merah yang dimilikinya saat ini.
"Api Bumi Merah milikku hilang dan berganti menjadi Api Bumi Hitam!" ucap Wu Sheng dengan nada suara dan ekspresi wajah yang terkejut.
"Hmmmm, tak hanya manusia sepertinya Api Bumi pun seperti ini. Hanya yang kuat yang bertahan dan yang lemah akan kalah dan ditindas!" ucap wu sheng yang telah menjernihkan fikirannya.
Wu sheng yang juga telah membawa Pil Penyembuh yang telah dibuatnya saat di kediaman Keluarga Wu berniat untuk meminuk Pil tersebuy tapi di saat yang sama keinginan lain pun muncul.
"Tidak! Aku tidak bisa menggunakan Pil untuk menyembuhkan dan meningkatkan kekuatanku. Aku harus mengetahui batasanku agar aku bisa mengatur kekuatanku dengan baik di masa depan!" ucap Wu sheng yang telah membuat keputusan baru yang ternyata membuat Roh Penjaga tempat itu senang.
Wu sheng yang tak ingin menyerah pun terus naik ke atas dan menyadari bahwa ternyata tekanan di tangga ke lima puluh ke atas memiliki tekanan dua kali lipat lebih kuat.
"A-aku ti-tidak a-akan kalah! Aku pasti bisa mencapai pucal!" ucap Wu Sheng yang terus maju meskipun tubuhnya terasa sangat sakit dengan tekanan yang diberikan.
Wu sheng yang terus berjalan naik ke atas tanpa berhenti sekalipun membuat tubuh Wu sheng kesulitan menahan setiap tekanan hingga menyebabkan dirinya muntah darah dan luka di seluruh bagian tubuhnya.
"Aaaarrggghhh! A-aku tidak akan menyerah!" ucap Wu sheng dengan tekad yang kuat dengan ekspresi wajah yang tak ingin menyerah.
#Bersambung#
Apakah wu sheng akan berhasil melewati test tersebut? Bisakah wu sheng mendapatkan Pelahap Api yang menjadi hadiah utama? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
bertahan dan kesempatan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan fisik
2024-12-30
1
Uchy
Beberapa anak pertama ya...????😁😁😁 anak siapa aja tuh yang di kumpulin sampe ada beberapa 🤣🤣🤣🤣
2025-01-10
0
Alibuddin Alibuddin
mantap berjuang terus
2025-01-25
0