Wu sheng yang masih memiliki satu hal terakhir yang memberatkannya untuk pergi berkultivasi dengan tenang pun pergi menemui Wu lei di kamarnya.
"Sheng'er! Apa yang kau lakukan di sini pagi-pagi sekali?" tanya Wu Lei dengan ekspresi wajah yang bingung saat membuka pintu kamar dan melihat wu sheng berdiri di depan pintunya.
"Kak, aku akan segera pergi ke Hutan Berkabut di bawah Gunung Tianghe tapi sebelum pergi aku ingin membantumu untuk dapat mengembalikan kekuatan tangan Kakak!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
"Apa maksud ucapanmu Sheng'er? Ayah dan Aku sudah mendatangi banyak Tabib dan juga memakan banyak pil tapi tak pernah berhasil. Tangan ini tak akan pernah bisa digerakkan lagi!" ucap wu lei dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang pasrah.
"Kakak tidak boleh menyerah. Sebenarnya aku sudah memberitau guruku tentang kondisi Kakak dan Guruku sudah memberikan ini untuk menyembuhkan Kakak!" ucap Wu Sheng yang tak ada yang curiga padanya.
"Guru? Kau memiliki guru?" ucap Wu Lei dengan tatapan mata yang bingung dan tak percaya dengan wajah yang penasaran.
"Benar Kak. Karena itu, kumohon percayalah padaku!" ucap wu sheng dengan tatapan mata yang penuh harap dengan ekspresi wajah serius.
"Kakak mengerti. Kakak akan mencobanya dan melakukan semua yang kau katakan." ucap wu lei sambil menarik nafas panjang lalu tersenyum lembut kepada wu sheng.
Wu sheng yang harus segera pergi pun menyerahkan dua buah botol kecil berwarna putih dan merah kepada Wu lei dan sebuah catatan kecil.
"Kak, ikuti saja instruksi yang ada di dalam kertas ini dan aku yakin kakak pasti akan bisa menggerakkan tangan kakak lagi lalu berkultivasi kembali menjadi lebih kuat!" ucap Wu sheng dengan wajah yang optimis.
"Kakak mengerti. Kakak akan melakukan semua yang tertulis di kertas ini dan kakak akan berlatih dengan keras lalu menunjukkan kepadamu hasil latihan kakak saat kau kembali nanti!" ucap Wu Lei dengan senyum yang lebar dan tekad yang kuat.
"Kak, tolong rahasiakan hal ini dari semua orang dan jangan biarkan orang lain tau jika kakak telah pulih karena aku khawatir akan ada orang jahat yang datang lalu membuat kakak semakin parah." ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang khawatir.
"Jangan khawatir. Kakak akan mengingat pesan darimu. Berhati-hatilah dan berlatihlah dengan keras!" ucap Wu Lei dengan senyum yang lembut.
"Ya, Kak. Aku pergi dulu, Kak!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut lalu berbalik arah dan pergi meninggalkan kediaman Keluarga Wu.
Wu sheng yang pergi menuju Hutan Berkabut di sebelah barat di bawa kaki Gunung Tianghe akhirnya sampai dan mulai merasakan hal aneh yang dikatakan orang-orang di sekitar.
"Hmmm, banyak yang bilang bahwa kabut ini membuat orang yang mencium baunya berhalusinasi jadi aku tidak boleh mencium baunya!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang menggunakan Tehnik Pernafasan untuk menyaring udara bersih dan juga kabut yang bercampur pun mulai berjalan di dalam hutan.
Wu Sheng yang terus berjalan merasa jika kabut yang ada di dalam Hutan Kabut semakin lama semakin tebal sehingga membuat Wu sheng harus lebih hati-hati.
"Hmmm, di masa lalu guru bilang bahwa dia menemukan Api Bumi Hitam di dalam reruntuhan bawah tanah di Hutan sebelah barat Gunung Tianghe jadi aku harus menemukannya lebih dulu untuk bisa meningkatkan kemungkinan keberhasilanku dalam Pertandingan Hidup dan Mati!" ucap wu sheng dengan wajah yang serius.
Wu sheng yang terus berjalan di tengah kabut tiba-tiba merasa ada sesuatu yang sedang mengawasi dan mengikutinya.
"Apa itu? Apakah ada hewan buas yang sedang menjadikanku targetnya?" tanya Wu sheng dengan ekspresi wajah yang waspada dengan tatapan mata yang melihat ke sekeliling.
Wu sheng yang tak bisa melihat apapun dengan jelas karena tebalnya kabut tidak sengaja tersandung akar pohon lalu terjatuh ke tanah.
"Aduuhhh! Sakit sekali!" gumam wu sheng yang masih memiliki tubuh manusia normal karena tingkat kultivasinya yang masih sangat rendah.
Wu sheng yang merasa jika dirinya sangat sial bahkan pada hari pertama menjelajah Hutan Berkabut menjadi terkejut saat melihat Jamur Tujuh Warna yang ada di depan matanya.
"Jamur tujuh warna! Jamur ini pasti telah berusia ratusan tahun di sini!" ucap Wu sheng dengan mata yang berbinar dan terbuka lebar saat melihat keuntungan yang akan didapatkannya jika menjual Jamur tujuh warna itu.
Wu Sheng yang berniat mengambil Jamur tersebut menjadi sangat terkejut saat seekor hewan kecil melompat dan berlari sangat kencang setelah mengambil Jamur Tujuh Warna yang menjadi incarannya.
"Hei! Jamurku! Dasar hewan s*lan! Beraninya mau mencuri Jamur tujuh warna milikku! Kembalikan padaku!" teriak wu sheng dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah sambil menunjuk ke arah hewan tersebut lalu berlari mengejar dengan kecepatan tertingginya.
"Hei berhenti! Kembalikan jamurku!" teriak Wu sheng lagi dengan ekspresi wajah yang kesal dan terus berlari mengejar tanpa henti.
Wu Sheng yang terus berlari tanpa sadar telah masuk ke dalam Area Hutan Berkabut terlalu dalam hingga akhirnya tersesat dan tak tau dimana dirinya berada saat ini.
"Dimana aku? Kenapa aku bisa ada di sini? Semua ini karena hewan kecil s*lan itu yang telah mencuri jamur tujuh warna milikku. Awas saja jika aku menemukanmu. Aku akan menjadikanmu makananku nantinya!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang terdengar sangat kesal.
Wu sheng yang tak tau lokasinya saat ini terus berjalan dan mencoba keberuntungannya menyusuri Hutan Berkabut secara perlahan lalu melihat sebuah pahatan batu yang sangat besar.
"Pahatan batu! Aku menemukannya! Akhirnya aku menemukan pintu masuknya!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
Wu sheng yang berjalan dan berdiri di hadapan pahatan batu itu pun melihat tulisan yang ada dan menyadari bahwa itu adalah tulisan kuno.
"Ini... I-ini adalah tulisan kuno yang pernah diajari guru padaku!" ucap Wu sheng dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut.
"Di sini tertulis bahwa sinar matahari pagi akan menunjukkan jalanmu! Apakah maksudnya bahwa sinar matahari di pagi hari akan menunjukkan lokasi reruntuhan bawah tanah itu!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Hmmm, jika seperti itu maka aku harus menunggu hingga besok pagi!" ucap Wu sheng dengan nada suara yang pasrah sambil melihat ke daerah sekelilingnya.
Wu sheng yang sangat lapar pun memutuskan untuk berburu dan mencari hewan kecil untuk dijadikan makan malam.
Wu sheng yang memanggang hewan buruannya dengan bumbu yang dibawanya dari rumah tanpa sadar menarik perhatian hewan kecil yang telah mencuri Jamur Tujuh Warna miliknya.
"Dasar hewan pencuri! Kau ingin mencuri dagingku juga sekarang! Hah!" ucap Wu sheng yang dengan cepat menyelamatkan daging yang telah matang itu dari tangan hewan kecil itu.
"Aku tidak akan memberimu dagingku ini. Kau bahkan harus mengembalikan Jamur Tujuh warna milikku yang telah kau curi!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang kesal sambil mengangkat sangat tinggi daging yang telah dimasaknya.
"Gruu...Gruu...Gruuuu!" ucap hewan kecil itu dengan mata yang berbinar seolah sedang memelas kasihan pada Wu sheng.
Wu sheng yang tak tega melihat hewan kecil kelaparan di depan matanya padahal dirinya punya makanan untuk dimakan memutuskan untuk memberikan satu bagian paha.
Namun tanpa disangka hewan kecil itu dengan cepat melompat dan mengambil semua daging yang ada di tangan wu sheng lalu memakannya.
"Woi! Dasar hewan rakus! Kau tidak hanya mencuri Jamur Tujuh Warna milikku sekarang kau juga mencuri daging untuk makan malamku!" teriak Wu sheng yang kesal sambil menunjuk ke arah hewan kecil yang sedang makan itu.
Di saat wu sheng sedang kesal dan emosi tak disangka hewan kecil itu mengeluarkan jamur tujuh warna yang telah dicurinya dan memberikannya kepada Wu sheng.
"Jamur Tujuh warna milikku!" ucap wu Sheng secara spontan lalu mengambil jamur tersebut dan menyimpannya dengan hati-hati di dalam cincin penyimpanannya.
Wu sheng yang melihat hewan kecil itu sangat lapar pun akhirnya mengalah dan memilih untuk memberikan semua daging tersebut.
"Hmmm, sepertinya kau sangat lapar. Baiklah! Aku akan berikan kau daging itu dan ini bukan karena kau memberiku jamur tujuh warna itu. Jamur itu sebenarnya milikku!" ucap Wu sheng sambil melipat tangannya di dada.
Namun tanpa diduga Hewan kecil itu memberikan Wu sheng setengah dari daging bakar itu yang membuat keduanya makan bersama.
#Bersambung#
Hewan apakah itu? Kenapa hewan itu ada di Hutan Berkabut? Apakah ada yang bisa menebaknya? Ketik jawabannya di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Duajie
hewan kecil ....? rupanya kayak apa, bisa mengambil jamur, bisa mengambil dan membagi daging bakar... kalau itu seekor tupai, kelinci, kura², tidak bisa kan? lalu difantasikan sebagai monyet ataukah ular dll. hancurlah fantasiku oleh binatang kecil......😜😴🙈🙊
2025-03-02
0
Arie Chaniago70
good good
2024-12-30
1
Abdul Muis
mungkin sendy ya
2024-06-09
1