Wu Shanghe yang selalu pusing dengan sikap Wu Sheng yang merupakan anak tunggalnya yang malas berlatih tiba-tiba menjadi terkejut saat mendapatkan laporan dari Paman Zing.
"Saya tidak akan berani berbohong Kepala Keluarga! Tuan Muda Wu Sheng sungguh berlatih di Ruang Latihan Khusus dan menolak permintaan Tuan Muda Wu Fang untuk meminjam Ruangan tersebut!" ucap Paman Zing dengan wajah yang gembira.
"Akhirnya anak itu sadar juga. Aku sampai khawatir dia akan terus terpeda dengan kebaikan dan senyum palsu dari anak itu selamanya!" ucap Wu Shanghe dengan suara yang ceria.
"Aku awalnya tidak percaya saat Guang Yao berkata bahwa Sheng'er akan berlatih tapi setelah Paman Zing melaporkannya maka aku baru bisa percaya sepenuhnya!" ucap Wu Shanghe dengan tawa yang lebar.
"Aku harap anak itu akan benar-benar berubah dan tak membuatku khawatir lagi!" ucap Wu Shanghe dengan tatapan penuh harap sambil menatap awan di langit sambil membayangkan wajah Istrinya yang tak pergi meninggalkannya sepuluh tahun yang lalu.
"Jangan khawatirkan Putra kita, Istriku. Aku berjanji akan melindunginya dan membesarkannya dengan baik lalu pada saatnya tiba maka aku akan menceritakan semua padanya tentang kepergianmu yang tak kita harapkan!" ucap Wu Shanghe dalam hati sambil memegang Token Giok dengan Lambang Burung Phoenix di tangan kanannya.
Tak lama setelah kesedihan dan kesepian ditinggal sendirian oleh Istrinya muncul tiba-tiba Penjaga pintu datang melaporkan kedatangan Wu Sheng.
"Izinkan Sheng'er masuk!" ucap Wu Shanghe dengan wajah yang bahagia dengan nada suara yang ceria.
Wu Sheng yang masuk ke dalam ruangan langsung berlutut dan mencium lantai sehingga membuat Wu Shanghe menjadi terkejut.
"Sheng'er ada apa? Kenapa kau berlutut seperti itu? Apakah ada yang mengganggumu? Berdirilah anakku!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang bingung sambil bergerak meminta Wu Sheng berdiri.
"Tidak Ayah! Izinkan Wu Sheng meminta maaf dengan benar. Izinkan aku melakukan ini sekali saja!" ucap Wu Sheng yang menolak untuk berdiri dengan tekad yang kuat.
"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan maka Ayah tidak akan menghalangimu. Lakukanlah yang ingin kau lakukan!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil melepaskan tangannya dari lengan Wu Sheng lalu berdiri di hadapan Wu Sheng.
Wu Sheng yang telah kembali ke masa lalu sangat ingin bersujud meminta maaf dan mengakui semua kesalahannya. Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan Wu Sheng saat bertemu Wu Shanghe adalah bersujud di lantai.
"Ayah, Wu Sheng bersalah. Wu Sheng sudah menyadari kesalahannya dan meminta Ayah untuk mengampuninya. Wu Sheng berjanji akan berlatih lebih rajin, menjadi anak yang dapat membanggakan Keluarga dan menjadi Kultivator terkuat!" ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan tekad yang kuat.
"Ayah sudah memaafkanmu. Ayah percaya padamu bahwa kau telah berubah dan Ayah akan menunggu hingga hari itu tiba!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar lalu memeluk Wu Sheng dengan erat.
Setelah semua yang terjadi akhirnya hubungan Wu Sheng dan Wu Shanghe yang selalu tegang menjadi cair.
Wu Sheng yang memiliki tujuan lain untuk menemui Wu Shanghe pun mengatakan semuanya yang secara tak terduga telah diketahui oleh Wu Shanghe sejak awal.
"Ayah, apakah Ayah tau jika Paman Feng Tu selalu mengincar posisi Ayah sebagai Kepala Keluarga Wu sejak awal?" tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
"Ayah sudah mengetahuinya sangat lama karena Pamanmu, Kakak Ayah, selalu menyulitkan Ayah tapi Ayah tidak bisa mengambil sikap yang tegas karena kau sangat dekat dengan Wu Fang!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Wu Sheng yang mendengar pengakuan Ayahnya itu pun terdiam dan menyadari satu lagi kesalahannya sehingga menyebabkan Keluarganya hancur.
"Ini semua salahku. Andai saja aku bisa mengetahui niat busuk Paman dan Wu Fang. Ayah tak perlu kehilangan posisinya di masa lalu!" ucap Wu Sheng dalam hati dengan penyesalan yang mendalam.
Wu Shanghe yang tau jika Putranya telah sadar akan kesalahannya pun tersenyum bahagia lalu menepuk pundak Wu Sheng dengan pelan.
"Yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting adalah kau telah mengetahui kesalahanmu dan berniat untuk berubah!" ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lembut.
Di saat Wu Shanghe dan Wu Sheng sedang dalam situasi yang menyentuh tiba-tiba seorang pria muda muncul dan ikut dalam pembicaraan itu.
"Yang dikatakan Ayah itu benar, Adik. Kau harus melupakan masa lalu dan bergerk maju menatap masa depan." ucap Wu Lei, Kakak Wu Sheng, dengan wajah bahagia.
"Kakak!" teriak Wu Sheng dengan suara yang sedikit naik dengan wajah cerah ceria dengan senyum bahagia lalu menjadi sedih saat melihat tangan kanan Wu Lei yang tak bisa digerakkan.
Wu Sheng yang ingat jika dirinya kembali ke masa saat Wu Lei terluka karena mengikuti Pertandingan Generasi Muda di Kota Tianxi untuk memperebutkan kuota mengikuti ujian masuk Sekte Tao pun merasa sangat sedih.
"Kak! Tanganmu..." ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang prihatin dengan nada suara yang terdengar lirih.
"Jangan khawatir. Tangan kakak pasti akan kembali seperti semula. Ayah telah meyakinkan Tabib Xu untuk mengobati Kakak!" ucap Wu Lei dengan senyum yang lebar.
Wu Sheng yang mendengar nama salah satu orang yang menjadi penyebab kehancuran Keluarganya menjadi marah sehingga membuat yang lain bingung.
"Ada apa Sheng'er? Kenapa wajahmu berubah menjadi merah setelah mendengar Wu Lei menyebut Tabib Xu?" tanya Wu Shanghe dengan tatapan mata yang penasaran.
"Agh, tidak ada Ayah. Sepertinya aku hanya kelelahan. Mungkin ini karena aku terlalu bersemangat daripada biasanya!" ucap Wu Sheng yang tak ingin Ayah dan Kakaknya curiga.
"Jika seperti itu maka kau harus istirahat sekarang. Ayah akan memerintahkan Pelayan membawakan Sup Gingseng Merah padamu!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang cemas.
"Hmmm, tidak Ayah. Ayah tidak peru melakukan itu. Aku baik-baik saja, Ayah!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang menenangkan.
"Sebenarnya tujuan kedatanganku bukan hanya untuk mengatakan tentang Paman Feng tapi aku ingin meminta bantuan Ayah!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang seriua.
"Ada apa Adik Sheng'er? Kenapa kau tiba-tiba menjadi serius?" tanya Wu Lei dengan ekspresi wajah yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.
"Aku ingin Ayah memecat kedua Penjaga yang berjaga di Ruang Latihan Khusus karena kedua orang itu bukan lagi orang kita tapi orang suruhan Paman Feng!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang tegas.
"Lalu aku ingin meminjam dua puluh tael perak kepada Ayah. Ada sesuatu yang ingin aku beli dan aku berjanji bahwa aku tidak akan menggunakan uang itu untuk hal yang buruk!" ucap Wu Sheng sambil mengangkat tangan menyatakan janjinya.
"Baiklah. Ayah percaya padamu. Ayah akan memberikanmu uang dua puluh tael perak dan kau tak perlu mengembalikannya pada Ayah! Anggap ini sebagai perayaan karena kau telah menjadi dewasa!" ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lebar sambil menepuk pelan bahu Wu Sheng.
"Terima kasih, Ayah!" ucap Wu Sheng yang dengan cepat mengambil kantong uang yang diberikan Wu Shanghe sambil tertawa lebar dengan wajah yang gembira.
Lalu Wu Sheng yang memiliki rencana lain dengan uang yang diberikan bergegas pergi menuju kamarnya tapi tiba-tiba Wu Lei datang menemui Wu Sheng.
P"Ada apa Kak? Kenapa kau berlari-lari seperti ini?" tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran dan nada suara yang khawatir.
"Kakak tidak tau apa yang kau pikirkan tapi sama seperti Ayah, Kakak pun peecaya padamu jadi Kakak ingin ikut membantumu dan terimalah!" ucap Wu Lei sambil menyerahkan sepuluh tael perak kepada Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang tak ingin mengecewakan niat baik Wu Lei pun menerima uang tersebut dan menyimpan uang tersebut dengan baik.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan oleh Wu Sheng dengan uang tersebut? Kemana Wu Sheng pergi setelah ini? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
belajarlah dengan giat biar kultivikasi mu meningkat
2024-12-29
1
kamir
tanks
2024-09-23
0
shadow life
top
2024-04-04
0