Master Zhang yang memiliki ekspektasi tinggi tentang Wu Sheng menjadi sangat ingin melihat Wu Sheng menjadi lebih kuat sehingga membuat keputusan yang menjadi pertentangan oleh Wu Shanghe.
"Sebagai Saksi dan Wasit dalam Pertandingan Hidup dan Mati antara W u Sheng dan Wu Fang. Aku umumkan bahwa Pertandingan ini akan dilaksanakan dalam satu bulan dari sekarang!" ucap Master Zhang dengan suara yang lantang.
"Tunggu! Apa maksudnya semua ini? Tidak! Sheng'er kau tidak boleh melakukan taruhan pada nyawamu!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata penuh harap.
"Tenanglah Ayah! Aku pasti akan menang. Pada saatnya nanti bukan nyawaku yang akan melayang tapi nyawa pemberontak itu yang akan menghilang!" ucap Wu Sheng dengan percaya diri.
Wu shanghe yang ingin membantah perkataan Wu Sheng pun terdiam dan terpaksa percaya pada ucapan Wu Sheng sambil berharap akan keajaiban datang.
Sementara itu, Tetua Feng yang muncul setelah pernyataan dari Master Zhang menambah bumbu dalam kekhawatiran Wu shanghe.
"Jangan khawatirkan mereka! Mereka bukanlah anak-anak lagi jadi biarkan saja mereka membuat keputusan sendiri! Sebagai orang tua bukankah seharusnya kita menghormati keputusan mereka dan mendoakan keberhasilan mereka!" sindir Tetua Feng dengan senyum yang lebar.
Wu Shanghe yang sangat kesal tapi tak bisa membalas perkataan Tetua Feng dengan sembarangan memutuskan masuk ke dalam Kediaman menuju ke ruang kerjanya.
Wu Sheng yang tak bisa meninggalkan dua saudara bermarga Nu itu pun mengalihkan pandangannya pada Paman Zing.
"Paman Zing! Bisakah kau mengantar mereka berdua ke dalam ke ruangan mereka lalu bantu keduanya membersihkan diri." ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang lembut ke arah keduanya.
"Paman Zing tolong berikan pengobatan untuk mereka berdua dan jangan lupa untuk menyediakan makanan lezat untuk keduanya!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang tegas.
Paman Zing yang mengerti bahwa Wu sheng sangat ingin kedua saudara itu dirawat dengan baik pun merubah sikapnya menjadi ramah.
Setelah urusannya dengan Saudara Nu selesai, Wu Sheng yang masih memiliki hal lain untuk dijelaskan pun pergi menemui Wu Shanghe dan Wu Lei yang pastinya menunggu kedatangannya di Ruang Kerja Wu Shanghe.
"Ayah dan Kakak pasti memiliki banyak pertanyaan. Aku tidak boleh menghindar dan membuat mereka khawatir. Aku harus menenangkan mereka dan mempercayaiku!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu shanghe yang melihat Wu Sheng masuk ke dalam ruangan langsung menanyakan banyak
"Sheng'er, apa yang telah terjadi? Kenapa kau melakukan ini? Apa kau tidak kasihan pada Ayah dan Kakakmu juga Yaoyao?" ucap Wu Shanghe yang ingin mengambil rasa simpati pada diri Wu Sheng agar keputusan wu Sheng bisa berubah.
"Aku tak bisa diam saja melihat Wu Fang dan Ayahnya seperti ini. Aku adalah anak kandung Ayah dan Pewaris Keluarga ini. Aku harus bisa membuat Ayah bangga karenanya aku mohon Ayah dan Kakak percaya padaku!" ucap Wu sheng sambil berlutut meminta keikhlasan.
Wu Lei yang sangat mengenal Wu sheng karena memiliki sifat yang sangat keras seperti dirinya pun memilih untuk percaya pada Wu sheng.
"Aku percaya padamu, Adikku! Kakak yakin kau pasti menang jadi lanjutkan!" ucap Wu Lei dengan suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
"Lei'er! Apa yang kau katakan? Kenapa kau menyetujui pertandingan ini? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Adikmu?" ucap Wu Shanghe dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang tidak senang.
"Ayah! Sheng'er sudah besar dan dia tau mana yang benar dan salah. Pertandingan ini sudah diumumkan dan kita tidak bisa menyatakan bahwa Pertandingan ini dibatalkan karena akan mempengaruhi Wu Sheng saat dirinya mengambil alih kepemimpinan Ayah!" ucap Wu Lei dengan pikiran yang logis.
"Tak ada gunanya kita melarang karena satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah membantu Wu sheng meningkatkan kekuatannya agar Wu sheng bisa menang melawan Wu Fang!" ucap Wu Lei dengan suara yang tegas.
"Ayah harus percaya pada Sheng'er kalau Sheng'er akan menang melawan Wu Fang!" ucap Wu Sheng yang ikut berdiri di hadapan wu Shanghe membela Wu Shanghe.
Wu Sheng yang mendengar Wu Lei membelanya dan mempercayainya hingga menentang Wu Shanghe menjadi terharu sehingga membuat Wu Sheng semakin menguatkan tekadnya untuk menyembuhkan Wu Lei.
"Baiklah. Ayah akan mencoba mempercayaimu. Ayah akan membeli banyak Pil yang bisa membantu menerobos dan mencarikanmu jurus yang kuat agar kau bisa mengalahkan wu fang!" ucap Wu Shanghe yang pada akhirnya menyerah pada keinginan anak-anaknya.
"Tidak Ayah! Kau tidak perlu melakukan itu! Aku akan meningkatkan kemampuanku sendiri. Izinkan aku tinggal di wilayah yang baru saja kita akuisisi dari Kelurga Lu. Aku akan berlatih disana!" ucap Wu Sheng dengan kepala di angkat dan tatapan mata yang tajam.
"Wilayah itu? Kenapa? Apakah Ruang Latihan Khusus milik Keluarga kita tidak cukup untuk meningkatkan Kekuatanmu?" tanya Wu shanghe dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Tidak Ayah! Ruang Latihan itu memang sangat bagus untuk meningkatkan kultivasiku tapi ruangan itu tidak cukup untuk melatih kemampuan bertarungku! Aku butuh tempat yang nyata untuk bisa menang bertanding melawan wu Fang!" ucap wu sheng yang telah membulatkan tekadnya.
"Aku tak hanya ingin meningkatkan kultivasiku tapi juga kemampuan bertarungku ayah!" ucap Wu sheng dengan suara yang tegas.
"Baiklah. Jika itu yang kau inginkan maka Ayah akan memberimu izin tapi kau harus berjanji untuk kembali dengan selamat dan menjadi lebih kuat lagi!" ucap Wu shanghe dengan ekspresi wajah yang pasrah dan berat hati.
"Terima kasih ayah, Kakak!" ucap Wu sheng dengan senyum yang lebar dan wajah yang sangat bahagia.
Setelah mendapatkan izin dari Wu Shanghe dan Wu Lei. Wu sheng memutuskan untuk membuat Pil untuk memperkuat tulanh Wu Lei dengan cara mengganti kekuatan tulang yang lama dengan yang baru.
Wu Sheng yang terus berkonsentrasi dengan Tripod dan ukuran Api Bumi semalaman akhirnya berhasil membuat Pil yang diinginkan keesokan paginya.
"Aku berhasil! Aku berhasil membuatnya! Sekarang aku bisa berlatih dengan tenang setelah mengetahui bahwa luka Kakak bisa disembuhkan!" ucap wu sheng dengan wajah yang gembira.
Namun, sebelum Wu Sheng sampai di kamar wu Lei ternyata Guang Yao menunggu di pintu luar kamar Wu Sheng hingga Wu Sheng selesai dengan urusannya.
"Yaoyao! Apa yang kau lakukan di sini pagi-pagi sekali? Tunggu! Kau tidak sedang menungguku semalaman di depan pintu ini, kan?" tanya wu sheng dengan wajah tak percaya.
"Yaoyao tidak sampai melakukan itu! Yaoyao datang matahari mulai terbit dan menunggu disini karena Yaoyao tau Kakak Sheng pasti sedang melakukan sesuatu yang penting di dalam!" ucap Guang Yao sambil melirik ke dalam kamar Wu sheng.
"Yaoyao tau jika Kakak sheng tak akan bisa mengubah keputusan Kakak tapi Yaoyao hanya berharap semoga Kakak Sheng akan kembali dengan selamat dan menjadi lebih kuat!" ucap Guang Yao dengan ekspresi wajah yang percaya pada wu Sheng sepenuhnya.
"Kakak sheng berjanji bahwa Kakak Sheng akan kembali dan menang dalam pertandingan itu lalu meminta Ayah untuk membuat Yaoyao menjadi Istri Utama Kakak sheng!" ucap Wu sheng yang langsung memeluk Guang Yao.
Guang Yao yang mendengar pernyataan Wu sheng langsung mendorong Wu sheng menjauh dengan wajah yang malu-malu dan pipi yang memerah seperti tomat.
"Kakak Sheng harus ingat janjimu! Kau harus menepatinya atau Dewa akan menghukummu!" ucap Guang Yao yang malu lalu berlari dengan suara yang mengeras membuat wu sheng yang mendengarnya menjadi semakin semangat.
#Bersambung#
Dukungan dari Ayah dan Kakak sudah didapatkan Wu shenh! Dukungan dari Ayang pun sudah didapatkan. Lalu bagaimana perjalanan Wu sheng di Hutan di kaki Gunung sebelah barat nantinya? Tunggu jawabannya di Bab selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
belum lagi kuat udah kepengen kawin,,,alamahmak Jang,,,,
2024-12-30
1
shadow life
top
2024-04-05
0
Jimmy Avolution
gaskeun
2024-03-08
1