Pelayan yang terkejut karena melihat tikus tiba-tiba muncul di hadapan mereka pun ketakutan dan berlarian kesana kemari.
"Aarrrgghh! Menjauhlah dasar hewan kotor!" teriak salah satu Pelayan yang ketakutan sambil menggerak-gerakkan tangannya mengusir tikus yang mengganggu.
Wu Sheng yang berniat menggunakan ketiga Pelayan tersebut sebagai saksi mata pun mengarahkan ketiga pelayan ke tempat Wu Fang dan Li Fuqin berada.
"Hmmm, kehebohan yang dibuat ketiga Pelayan ini hanya karena seekor tikus sangatlah bagus. Bagaimana jadinyanya jika mereka melihat adegan panas Saudara Wu Fang dan Tunanganku yang tercinta Lu Fuqin?" tanya Wu Sheng dengan senyum yang lebar.
Wu Sheng yang melakukan yang diinginkannya benar-benar membuat Ketiga Pelayan itu mendekat ke arah ruangan tempat Wu Fang dan Lu Fuqin berada lalu mengambil kembali tikus yang dikeluarkannya.
Ketiga Pelayan yang tiba-tiba mendengar suara ******* wanita dan suara rancauan pria yang sedang berhubungan i*tim pun menjadi penasaran.
"Aagh... Kakak Fang nakal sekali. Aargh... Terus Kak... Aaarrgghh..." ucap Lu Fuqin dengan suara erangan yang keras dengan wajah yang memerah karena kepanasan akibat aktivitas yanh sangat menguras energi itu.
"Bagaimana Adik Fuqin? Apakah kau menyukainya? Jika begitu makak Kakak Wu-mu ini akan membuatmu semakin puas! Aaaarrgghhh...." ucap Wu Fang yang ikut merasakan n*kmat dari aktivitas keduanya.
Ketiga Pelayan yang penasaran pun berjalan mendekat ke sumber suara lalu mencoba menjadi kesal dan menggrebek Wu Fang dan Lu Fuqin yang sedang berhubungan i*tim.
"Shhttt! Suara apa itu? Apakah kalian mendengarnya?"
"Ya, aku mendengarnya. Seperti ada orang yang sedang berc*nta di dekat sini!".
"Sialan! Beraninya mereka melakukan hubungan i*tim siang hari begini! Apakah mereka tidak punya malu?"
"Aku rasa urat malu mereka telah putus makanya berani melakukan ini!"
"Benar sekali! Kalau begitu bagaimana kalau kita grebek saja pasangan tidak tau malu itu?"
Ketiga Pelayan yang akhirnya menemukan tempat yang diinginkan Wu Sheng tanpa ragu membuka pintu lebar-lebar dan berteriak sangat keras hingga akhirnya membuat Wu Fang dan Lu Fuqin yang sedang berada di puncak ken*kmatan terganggu dan tersadar.
"Aarrrgghhhh! Aaarrggghh! Aaarrggghh!" teriak ketiga Pelayan itu secara bersamaan dengan suara yang sangat keras.
"Ada pasangan mesum di sini! Aaarrgghhh! Dasar tidak tau malu! Aarrgghhh!" teriak salah satu Pelayan yang akhirnya mengundang beberapa Pelayan yang lain untuk datang melihat.
Wu Fang dan Lu Fuqin yang tidak memakai pakaian selembar pun menjadi sangat terkejut dan ketakutan di saat bersamaan.
"Aarrgghh! Kakak Fang lakukan sesuatu! Cepat tutup mulut ketiga Pelayan rendahan itu!" ucap Lu Fuqin dengan suara yang keras lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
Namun sebelum Wu Fang berhasil menyentuh ketiga Pelaya yang mengganggu aktivitas indahnya dengan Lu Fuqin tiba-tiba seseorang yang tak terduga muncul dari belakang.
"Ada apa ini? Kenapa berisik sekali? Siapa yang berani berbuat mesum di Kediaman Keluarga Wu di siang hari seperti ini?" tanya Wu Shanghe dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.
"Wu Fang, apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tidak memakai pakaianmu dengan benar?" tanya Wu Lei dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
Wu Fang yang melihat Wu Lei yang bukan anak keturunan langsung Keluarga Wu menatap rendah ke arahnya menjadi sangat kesal dan berniat membalas balik tapi tak berani karena situasinya yang tidak menguntungkan.
"Wu Fang! Kenapa kau diam saja? Jawab pertanyaan Sepupumu ini!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang marah dan dingin dan aura yang mengintimidasi.
Wu Shanghe yang melihat Wu Fang tak bicara sama sekali dan hanya berdiri diam seperti patung sama seperti ketiga Pelayan yang berteriak keras seperti sebelumnya pun mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat di ruangan itu.
Wu Shanghe yang melihat wajah yang sangat familiar sedang terduduk ketakutan di ujung tempat tidur tanpa pakaian sama sekali pun menjadi sangat marah.
"Dasar b*adap! Beraninya kau menjalin hubungan dengan Tunangan Saudarmu sendiri bahkan sampai berhungan i*tim di siang hari seperti ini!" teriak Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang marah dan mata yang terbuka lebar karena kesal lalu menampar wajah Wu Fang dengan sangat keras.
Tak lama kemudian, Tetua Feng yang baru saja mengetahui bahwa Wu Fang dalam masalah menjadi sangat terkejut dan buru-buru pergi ke tempat kejadian.
"Wu Fang, Putraku! Apa yang telah terjadi? Wajahmu! Kenapa wajahmu memerah dan bengkak!" tanya Wu Fang dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Kakak! Aku tau kau adalah Kepala Keluarga tapi apa yang kau lakukan. Kenapa kau menampar Putraku hingga seperti ini?" tanya Tetua Fang dengan ekspresi wajah yang kesal tak terima Putranya ditampar oleh Wu Shanghe.
"Aku tau jika kau sangat menyayangi Putramu yang tidak berguna itu tapi lihatlah apa yang dilakukannya dengan Lu Fuqin, Tunangan Wu Sheng!" teriak Wu Shanghe dengan suara yang keras sambil menunjuk ke arah Lu Fuqin yang terduduk menundukkan kepalanya karena malu.
"Aku tak akan memperjelasnya lagi karena memang tak ada yang perlu dikatakan lagi!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang marah.
"Zing! Antar Lu Fuqin kembali ke Kediaman Keluarga Lu dan katakan pada Kepala Keluarga Lu yang telah terjadi saat ini lalu aku ingin pertemuan Keluarga malam ini juga di Kediama Utama!" ucap Wu Shanghe dengan suara yang tegas.
"Baik, Tuan Besar!" ucap Paman Zing dengan dengan suara dan ekspresi wajah yang patuh sambil menundukkan kepalanya.
Wu Shanghe dan Wu Lei yang tak tahan melihat adegan yang sangat menjijikkan itu pun berbalik arah dan meninggalkan ruangan itu dengan sangat cepat.
#Bersambung#
Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Bagaimana hasil pertemuan antara Keluarga Wu dan Keluarga Lu nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
mantap
2024-12-29
0
kamir
hancur masa depan nya
2024-09-23
1
S Property
mmpso kau bjinga
2024-06-13
1