Lu Fuqin yang tak ingin masa depannya hancur memutuskan untuk menyetujui permintaan Wu Shanghe dengan cepat tanpa pikir panjang.
"Baiklah. Kami setuju! Kami akan memberikan semuanya seperti yang Paman Wu katakan!" ucap Lu Fuqin dengan terburu-buru yang membuat Wu Sheng tersenyum bahagia.
"Fuqin! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyetujuinya den mudah tanpa diskusi dulu?" tanya Lu Huaishan dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Diskusi apa lagi, Ayah? Aku tidak mau masalah ini membuatku kehilangan kesempatan menjadi Murid Pribadi Master Dang!" ucap Lu Fuqin dengan ekspresi wajah yang penuh keyakinan.
"Bagus! Pilihan yang sangat bijak. Paman Zing, bawakan pena dan kertas karena sepertinya Kepala Keluarga Lu harus membuat surat pernyataan." ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lebar.
Lu Huaishan yang terpaksa harus membuat surat pernyataan dengan cap ibu jarinya sendiir hanya bisa beharap jika keputusan yang dibuatnya tidak akan menimbulkan kerugian besar bagi Keluarga Lu.
Lu Huaishan yang telah menyerahkan kertas perjanjian itu kepada Wu Shanghe kemudian berbalik arah dan berjalan keluar meninggalkan kediaman.
Wu Shanghe yang melihat pasangan Ayah dan Anak meninggalkan Kediamannya dengan cepat tersenyum kecil lalu memberikan surat tersebut kepada Paman Zing.
"Urus berkasnya. Jangan biarkan Keluarga Lu berbuat curang dan mengambil kejayaan Keluarga kita!" ucap Wu Shanghe dengan senyum yang ramah kepada Paman Zing.
Wu Shanghe yang telah menyelesaikan urusannya dengan Keluarga Lu pun mengalihkan pandangannya kepada Wu Sheng yang terus berpura-pura bodoh.
"Sheng'er? Apakah kau yakin tanah itu jauh lebih bagus daripada wilayah lain yang dimiliki Keluarga Lu?" tanya Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang tak percaya.
"Tentu saja, Ayah. Jangan cemas, aku akan menunjukkannya padamu saat wilayah itu telah benar-benar menjadi milik kita!" ucap Wu Sheng dengan percaya diri.
"Baiklah. Ayah mengerti. Ayah percaya padamu!" ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lembut lalu menepuk pundak Wu Sheng dengan pelan.
Wu Shanghe yang ingat akan hadiah yang diberikan oleh Tetua Feng sebagai kompensasi atas perbuatan Wu Fang kepada Wu Sheng pun memberikan kode kepada Paman Zing untuk membawa semuanya ke hadapan Wu Sheng.
"Ini semua adalah kompensasi yang diberikan oleh Tetua Feng padamu. Kau bisa menggunakan semuanya dan Ayah yakin kau pasti akan mengatur semuanya dengan bijak!" ucap Wu Shanghe dengan senyum yang lembut.
"Terima kasih, Ayah!" ucap Wu Sheng yang melihat jumlah uang yang ada di depan matanya dan juga hadiah lainnya lalu membungkukkan tubuhnya.
"Dengan uang ini, aku pasti bisa membeli Api Bumi untuk membuat Pil untuk menyembuhkan Wu Lei yang terluka!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Setelah urusan utamanya selesai, Wu sheng yang telah kembali ke kamarnya bergegas mengunci pintu lalu memulai proses pembersihan racun yang telah mengakar di dalam tubuhnya.
"Sekaranglah saatnya dan aku harus berhasil!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat dan wajah yang sangat optimis akan masa depan.
Wu Sheng yang telah mengambil posisi duduk bersilah pun menelan Pil yang telah dibuatnya lalu memejamkan matanya dan merasakan efek dari pil itu bereaksi.
Wu Sheng yang tau jika pembersihan racun yang telah mengakar cukup lama di dalam tubuh akan menghabiskan waktu yang lama, tenaga yang banyak dan memberikan rasa sakit yang tak terbayangkan pun mencoba menerima semua itu.
Tubuh Wu sheng yang telah bereaksi untuk melawan racun pun mengeluarkan uap panas yang sangat banyak lalu tanpa sadar keringat berwarna hitam dan juga sangat bau keluar.
Wu Sheng yang harus bertahan dalam proses itu semalaman pun akhirnya behasil menghilangkan semua racun yang telah masuk ke dalam tulang dan setiap pori-pori di dalam tubuhnya.
"Aaarrgghhhh!" teriak Wu Sheng dengan sangat keras hingga menyebabkan sebuah energi yang kuat keluar dan mengacaukan semua benda yang ada di sekitar Wu Sheng.
"Aku berhasil! Aku berhasil! Aku telah berhasil menghilangkan semua racunnya. Sekarang tidak ada lagi yang bisa menghambat kultivasiku. Aku akan bisa mencapai puncak kultivasi dan menjadi orang yang terkuat sekali lagi!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bahagia dan tangan yang terkepal erat.
"Hmmm, tapi sebelum itu sebaiknya aku mandi. Tubuhku sangat bau dan kotor! Uwekk!" ucap Wu Sheng sambil mencium bau tubuhnya berbau tidak sedap.
Wu Sheng yang telah mengganti pakaiannya pun bergegas keluar sambil memakai jubah hitam lalu pergi ke Menara Alkemia untuk mendapatkan Api Berapi.
Namun, sebelum Wu Sheng berhasil mencapai Menara Alkemia, dirinya melihat seseorang yang sangat dikenalnya di kehidupan sebelumnya.
#Bersambung#
Siapakah orang yang ditemui Wu Sheng? Apakah Wu sheng akan bisa mendapatkan yang diinginkannya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
santai 😊😊😊
2024-12-29
0
Pendiem
#Api Bumi
2024-11-06
0
shadow life
ok
2024-04-05
0