Wu Sheng yang mencari Api Bumi di Menara Alkemia akhirnya menemukan Api Bumi dengan harga yang sesuai dengan jumlah uang yang dimilikinya saat ini.
"Benar! Aku akan membeli Api Bumi ini! Aku juga ingin membeli beberapa tanaman Obat yang ada di dalam daftar ini! Tolong segera dibungkus!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Pelayan yang mendapatkan pelanggan besar saat itu dengan cepat bergerak melayani Wu Sheng dan membungkus semuanya dengan rapi.
Namun saat Api Bumi Merah akan dibeli, seorang pelayan datang menemui Wu Sheng yang terlihat tenang sambil membungkukkan tubuhnya.
"Tuan, silahkan ikuti saya untuk mengambil Api Bumi Merah!" ucap Pelayan itu dengan sangat sopan sambil mengarahkan wu Sheng ke sebuah ruangan.
Wu Sheng yang bingung dengan maksud dari Pelayan itu karena tak pernah membeli Api Bumi sebelumny di kehidupannya sebelumnya karena Api Bumi yang dimilikinya diberikan oleh Masternya.
"Jika Tuan berhasil menaklukan Api Bumi Merah ini maka Tuan bisa membawanya pergi tapi jika Tuan gagal maka uang yang telah Tuan berikan akan kami kembalikan utuh!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang mengerti maksunya karena di kehidupannya yang lal, Wu Sheng melakukan hal yang sama tapi dibantu oleh Masternya.
"Tak ada Master yang membantu di Kehidupan ini tapi aku akan selalu menggunakan ajaranmu sampai kapanpun dan bagiku hanya kau Masterku!" ucap Wu sheng dengan tekad yang kuat dalam pikirannya.
Wu Sheng yang melihat sebuah Api Bumi berwarna merah melayang di hadapannya pun duduk bersilah sambil memejamkan matannya lalu mengeluarkan Energi di dalam tubuhnya untuk menangkap Api Bumi Merah masuk ke dalam tubuhnya.
"Aku tak akan melepaskanmu. Kau harus menyatu di dalam tubuhku!" teriak Wu sheng dengan suara yang lantang sambil mengeluarkan Energi yang lebih besar karena Api Bumi Merah mencoba melepaskan diri dan melarikan diri dari Wu Sheng.
Setelah bertarung selama sepuluh menit akhirnya Api Bumi Merah tersebut pun menyatu di dalam tubuh Wu sheng lalu memutuskan keluar dari ruangan tersebut.
Pelayan yang berpikir jika Wu Sheng akan membutuhkan waktu beberapa jam seperti orang-orang sebelumnya menjadi sangat terkejut saat melihat Wu Sheng keluar dengan wajah bahagia.
"Apakah semuanya sudah selesai dibungkus? Aku mau pulang sekarang!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
"Se-sebentar lagi se-selesai Tuan! Mohon tunggu sebentar!" ucap Pelayan tersebut dengan suara yang gagap sambil berlari menuju ke lantai satu meninggalkan Wu Sheng yang akhirnya berkeliling melihat-lihat benda di lantai dua.
Master Zhang yang ternyata sangat tertarik dengan Wu sheng sangat ingin mengambil Wu Sheng sebagai muridnya terlebih Wu Sheng bahkan berhasil menaklukan Api Bumi Merah yang digunakan oleh Master Alkemia Pemula untuk berlatih sangat cepat.
Di saat Seorang Pelayan yang ingin menemui Wu Sheng untuk menyerahkan bungkusan barang belanjaan tiba-tiba Master Zhang menitipkan pesan khusus untuk Wu Sheng.
"Tu-tuan! Ini adalah semua pesanan anda!" ucap Pelayan dengan sangat sopan sambil menyerahkan tanaman obat yang telah dibungkus.
"Tuan! Maaf mengganggu anda tapi Master berkata ingin mengundang anda minum teh bersama!" ucap Pelayan tersebut dengan sangat sopan.
Wu sheng yang sadar jika dirinya pernah mengabaikan Master Zhang satu kali pun memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
"Baiklah! Tunjukkan jalannya!" ucap Wu Sheng dengan suara yang ramah dengan ekspresi wajah yang bersahabat.
Wu sheng yang berjalan ke ruangan yang ditunjukkan pun melihat Master Zhang sedang membuat teh dengan sangat tenang.
Master Zhang yang menyadari wu sheng sudah datang pun berbalik arah dan memasang wajah yang ramah di hadapan Wu sheng.
"Masuk dan duduklah!" ucap Master Zhang dengan senyum yang ramah hingga membuat wu sheng tak segan untuk duduk dan Master Zhang pun menuangkan teh ke cangkir Wu Sheng.
Wu Sheng yang tak memiliki banyak waktu karena masih ada dua saudara bermarga Nu yang menunggunya pun memutuskan untuk langsung bertanya.
"Master Zhang, bisa anda katakan yang sebenarnya tujuan anda mengundang saya kemari?" tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
"Hmm, aku ingin kau menjadi muridku dan belajar tentang Alkemia. Aku akan memberimu pengetahuan yang aku miliki agar kau bisa menjadi Master Alkemia yang hebat nantinya!" ucap Master Zhang dengan sikap yang dingin dengan ekspresi wajah yang serius.
"Maafkan aku Master Zhang. Aku tidak bisa menjadikanmu Guru karena aku telah memiliki Guru!" ucap Wu Sheng dengan sopan dengan tatapan mata yang tajam.
"Siapa gurumu? Siapa namanya? Dimana dia tinggal? Apakah aku mengenalnya?" tanya Master Zhang secara tiba-tiba tanpa menunjukkan ekspresi wajah tersinggung yang telah dikhawatirkan Wu Sheng sebenarnya.
"Aku tak tau apakah Master Zhang mengenalnya tapi Guruku tak ingin ada orang lain mengetahui namanya dan Guru tinggal dalam pengasingan karena kepribadiannya!" ucap Wu Sheng yang menjelaskan tentang Gurunya di masa lalu.
Master Zhang yang tau jika Seorang Master yang hebat memiliki kepribadian dan sifat yang aneh memutuskan untuk tidak ikut campur.
"Aku mengerti. Aku tak akan memaksamu untuk mengatakan identitasnya tapi aku harap aku bisa bertemu dengan Gurumu di masa depan!" ucap Master Zhang dengan ekspresi wajah yang pasrah dengan tarikan nafas panjang.
Master Zhang yang merasa jika di masa depan Wu Sheng akan menjadi orang yang hebat dan terkenal memutuskan untuk menjalin hubungan yang baik sejak awal.
"Meskipun begitu aku ingin kita berteman denganmu dan sebagai tanda ketulusanmu maka terimalah ini!" ucap Master Zhang sambil mengeluarkan token berwarna emas kepada Wu Sheng.
"Token ini memiliki keuntungan untukmu yangmana setiap pembelian barang di Menara Alkemia di kota manapun, kau akan mendapat potongan sepuluh persen dan setiap penjualan akan mendapatkan gratis biaya administrasi!" ucap Master Zhang dengan senyum yang ramah.
"Terima kasih banyak, Master Zhang!" ucap Wu sheng yang mengambil token tersebut karena Wu sheng sadar jika suatu saat dirinya pasti akan membutuhkan bantuan Menara Alkemia untuk melindungi keluarganya saat dirinya tak ada.
Wu sheng yang telah menyelesaikan urusannya dengan Menara Alkemia pun bergegas kembali ke Kediaman Keluarga Wu tapi saat wu sheng sampai sesuatu terjadi.
"Ada apa ini? Kenapa kalian menghajar keduanya sampai seperti ini?" teriak wu sheng dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah kepada penjaga keluarga Wu yang tanpa ampun memukul Nu Pong dan Nu Ping.
Kedua Saudara Nu yang akhirnya melihat Wu Sheng datang menjadi sangat senang dan memasang wajah bahagia tapi tidak dengan Wu Sheng yang melihat wajah kedua orangnya terluka parah.
"Jika kalian tak mengatakan apapun maka aku akan memberitau Ayahku tentang yang telah kalian lakukan kepada orangku. Aku akan pastikan kalian bernasib sama bahkan lebih buruk dari Penjaga Ruang Latihan Khusus!" ancam Wu Sheng yang tau jika dirinya masih belum cukup kuat untuk mengatasi masalah yang ada sendirian sehingga menggunakan kekuatan Ayahnya sebagai Kepala Keluarga Wu.
Kedua penjaga yang mengingat nasib kedua rekannya yang langsung dipecat tanpa pesangon ataupun surat rekomendasi menjadi takut.
"Mohon ampuni kami Tuan Muda! Kami sungguh tidak tau jika mereka berdua adalah orangmu. Tuan Muda Wu Fang mengatakan bahwa keduanya adalah pengemis yang harus diberi pelajaran jika tidak mereka akan terus kembali meminta uang!" ucap kedua penjaga secara bergantian.
Wu Sheng yang mendengar nama yang membuat dirinya kesal dan mendidih di saat bersamaan menyadari bahwa hal ini tak bisa dibiarkan begitu saja.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan oleh Wu sheng selanjutnya? Bagaimana cara Wu Sheng memberi Wu Fang pelajaran? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
arogan sekali,,, seharusnya bertanya dulu
main hajar saja ,,,,sok kuasa,,eh kok aku pula yg emosi,,,, hehehehe
2024-12-29
0
Duajie
BERSILA bukan bersilah.....
begitu pula SILAKAN bukan silahkan.../Tongue/
2025-03-02
0
shadow life
ya
2024-04-05
0