Wu Sheng yang sudah terbangun sebelum matahari terbit melihat hewan kecil yang diberikan daging olehnya itu masih berada di sampingnya menjadi bingung.
"Hmmm, kenapa hewan ini masih ada di sini? Apakah dia tidak pergi ke tempatnya berada?" tanya Wu sheng yang telah berpindah posisi menjadi duduk dengan satu kaki di tekuk.
Wu sheng yang melihat matahari sudah mulai naik dan menampakkan dirinya pun berdiri dan mulai bersiap membuka kunci menuju reruntuhan kuno di bawah tanah.
Matahari yang perlahan naik ke atas tanpa disadari menerangi pahatan batu pahatan batu yang memiliki sedikit lubang di tengahnya itu pun menunjuk ke sebuah tempat di tanah.
Wu sheng yang penasaran dengan tanaha yang ditunjuk oleh pahatan batu itu pun begerak untuk melihat tapi hewan kecil yang ternyata tidur di samping wu sheng terbangun dan pergi mengikuti wu shen hingga sebuah lubang besar muncul di bawah sinar matahari itu.
"Ini adalah lubang rahasia menuju reruntuhan kuno itu!" ucap Wu Sheng tanpa sadar saat menemukan jalan yang diterangi oleh sinar matahari.
"Hah, apa yang kau lakukan di sini hewan kecil? Kenapa kau ikut masuk kemari? Kembalilah! Ini tempat yang berbahaya untukmu. Aku tak bisa jika harus ikut melindungimu!" ucap wu sheng yang mencoba mengusumi hewan kecil itu.
"Gruuuu...Gruuu!" ucap hewan kecil itu di bawah kaki Wu sheng dengan tatapan mata yang memohon.
"Hah! Apakah kau ingin ikut denganku masuk ke dalam?" tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang pasrah setelah menarik nafas yang panjang.
"Gruuuuu!" jawab hewan itu dengan penuh semangat yang membuat wu sheng menyadari tujuan hewan itu tetap bersamanya semalaman.
"Baiklah jika kau benar-benar ingin ikut denganku tapi kau tak boleh jauh dariku dan aku akan memanggilmu Gruxio karena dirimu selalu bicara dengan menyebut Gruu! Apakah kau menyukai nama yang aku berikan?" tanya Wu sheng sambil mengangkat Gruxiao di samping kakinya.
"Gruuuu!" ucap Gruxiao dengan wajah yang terlihat bahagia terutama saat di angkat oleh wu sheng.
"Aku anggap kau menyukai nama yang aku berikan dan mulai sekarang kita adalah teman seperjalanan!" ucap Wu sheng dengan senyum bahagia lalu meletakkan hewan kecil itu di dalam bajunya yang ternyata dua lapis.
Wu Sheng yang penasaran dengan ujung dari lorong yang ada di depannya pun memutuskan untuk terus berjalan masuk ke dalam.
Wu Sheng yang terusa berjalan tidak menyangka jika Gruxiao bisa merasakan bahaya yang tiba-tiba muncul tak tau darimana datangnya.
"Tak disangka ternyata pergi membawamu menjelajahi tempat ini ternyata cukup membantu!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang senang setelah melewati hujan anak panah sebanyak tiga kali dan beberapa perangkap lainnya.
Wu sheng dan Gruxiao yang terus menjelajahi lorong itu secara tak terduga bertemu dengan jalan buntu dimana tak ada jalan keluar karena semuanya tertutup dinding.
"Kosong! Ada apa ini? Dimana Api Hitam yang dikatakan Guru?" tanya Wu sheng yang terdiam berdiri di tengah ruangan yang kosong.
Gruxiao yang berada di dalam pakaian Wu Sheng secara tiba-tiba keluar dan menunjuk ke salah satu tembok yang membuat wu sheng penasaran.
"Hei! Gru! Ada apa? Kenapa kau pergi?" tanya Wu sheng dengan suara yang lantang sambil melihat arah perginya Gruxiao.
"Ada apa? Apa ada sesuatu di balik tembok ini?" tanya wu sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.
wu sheng yang penasaran dengan sesuatu yang ada di balik tembok itu pun mencoba mencari tau dengan mendengarkan perbedaan suara di antara semua dinding.
"Hmmm, suara yang dihasilkan dari balik tembok ini sangat berbeda. Mundurlah Gruxiao! Aku akan menghancurkan tembok itu!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu sheng yang telah mengalirkan semua kekuatannya ke tangannya lalu menghajar dinding yang ditunjuk Gruxiao dengan seluruh kekuatannya.
Dalam hitungan detik, tembok itu pun hancur dan mengeluarkan cahaya yang sangat terang sehingga membuat wu sheng harus menutup matanya sementara agar tak terkena cahayanya.
Wu sheng yang akhirnya bisa membuka matanya karena cahaya itu telah meredup pun melihat sebuah api yang menyala-nyala dengan warna campuran hitam dan merah dengan dominan warna hitam.
"Apa ini? Ini bukanlah Api Hitam tapi Pelahap Api!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
Gruxiao yang tertarik dengan Pelahap pun mencoba mendekat dan mendapatkan Api tersebut tapi sebelum Gruxiao berhasil mendekat Pelahap Api tiba-tiba keluar dari tempatnya dan ingin membakar Gruxiao tapi untungnya Gruxiao berhasil melarikan diri setelah ditolong Wu sheng.
"Kau ini sungguh hewan yang serakah! Aku harap setelah kejadian ini kau bisa lebih sabar dan hati-hati!" ucap Wu sheng yang mencengkram leher gruxiao dengan ekspresi wajah yang kesal.
Wu sheng yang melihat ke sekeliling untuk mencaritau cara mendapatkan Pelahap Api itu pun melihat Pahatan Batu lain di dalam sehingga tanpa pikir panjang berdiri dan membaca Pahatan Batu tersebut.
"Hmmm, di sini dikatakan bahwa hanya orang yang berhasil lolos yang bisa mengambil Pelahap Api tersebut!" ucap Wu Sheng dengan wajah yang serius.
"Jika seperti itu maka aku harus lulus dalan ujiannya!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat dan tatapan mata yang tajam.
Wu sheng yang menempalkan tangannya ke pahatan batu secara tak terduga telah berpindah ke dimensi lain yang berbeda dari dunianya.
"Dimana ini? Tempat ini sangat berbeda dengan tempatku berasal! Aura Qi di sini sangatlah kuat!" ucap Wu sheng dengan suara yang keras dengan tatapan mata yang melihat ke sekeliling.
Di saat Wu Sheng mulai mengagumi tempat yang didatanginya tiba-tiba sosok seorang pria yang hanya berbentuk jiwa muncul di hadapan Wu sheng.
"Kau bisa sampai kemari sudah membuktikan bahwa kau cukup memiliki kemampuan tapi sayang tingkat kultivasimu sangat rendah!" ucap Pria itu dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
"Tapi aku tak peduli dengan itu karena kau pasti akan menjadi kuat seiring berjalannya waktu!" ucap pria itu lagi sambil mengganggukkan kepalanya berulang kali.
"Kau berada di sini berarti sudah siap dengan ujian yang akan aku berikan jadi lihatlah anak tangga yang menjulanh tinggi ke langit di belakangmu!" ucap pria itu dengan nada suara yang lantang.
Wu Sheng yang penasaran pun menoleh ke arah yang ditunjukkan padanya sambil mendengarkan penjelasan tentang ujian yang harus dijalaninya.
"Itu adalah Tangga Surgawi. Tangga itu bertotal sekitar seratus anak tangga dan setiap anak tangga memiliki tekanan kekuatan Qi yang berbeda!" ucap pria itu dengan nada suara yang tegas.
"Setiap melewati sepuluh anak tangga kau harus melawan seorang pria dan jika kau berhasil menang maka kau akan mendapatkan hadiah yang berharga!" ucap pria itu dengan senyum yang lebar.
"Lalu bagaimana jika aku gagal bertahan pada tekanan anak tangga itu atau kalah melawan pria yang Master siapkan?" tanya Wu sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Jika kau gagal maka kau tak akan mendapatkan warisanku. Kau akan ditendang keluar dari tempat ini dan warisanku pun akan menghilang!" ucap pria itu dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
Wu sheng yang mendengar hal itu pun menguatkan tekadnya dan menyadari bahwa yang terjadi pada cerita Gurunya di masa lalu.
"Hmmm, sepertinya Guru tak berhasil melewati tes ini dan hanya bisa sampai beberapa anak tangga sehingga bisa membuat Guru bisa membawa Api Hitam sebagai salah satu hadiahnya." ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
"Guru tak bisa menaklukan tes ini di kehidupan yang lalu tapi aku sebagai Muridnya tak akan kalah!" ucap wu sheng dengan tekad yanh kuat.
#Bersambung#
Apakah Wu sheng berhasil naik hingga tangga ke seratus dan mendapatkan Pelahap Api? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Arie Chaniago70
semangat kuatkan tekad mu
2024-12-30
1
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
gruxio hewan kontrak wu sheng kah
2024-11-05
1
@rt
hewannya kayak apa, nggak digambarin dg jelas...payah kau thorr
2024-10-24
1