Wu Sheng yang tidak tertarik untuk membantu orang yang tidak memberikan keuntungan padanya pun menolak tawaran Master Zhang dengan percaya diri.
"Apa maksud ucapan Master Zhang? Aku bukanlah Master Senjata yang bisa memperbaiki ataupun membuat senjata. Aku hanyalah pemuda biasa. Jika Master Zhang tidak punya hal lain untuk dibicarakan, saya pamit dulu!" ucap Wu Sheng yang merendah lalu berbalik arah mengambil Tripod yang memiliki kualitas rendah dengan niat membayarnya.
Namun Maste Zhang yang tidak mudah percaya dengan perkataan Wu Sheng dan lebih mempercayai instingnya terhadap orang-orang yang berbakat pun tak ingin menyerah.
"Sepertinya tawaranku tadi tidak memuaskanmu dan karena kau datang kemari membeli Tripod. Itu artinya kau sedang berusaha menjadi Master Alkemia dan aku bisa membantumu menjadi Master Alkemia dengan mudah!" ucap Master Zhang dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Bagaikan bicara dengan tembok, Master Zhang yang tidak menarik perhatian Wu Sheng ditinggal sendirian hingga berakhir bicara sendiri.
"Anak ini! Beraninya dia mengabaikanku!" ucap Master Zhang dengan wajah yang kesal dengan nada suara yang sedikit naik dengan tatapan mata yang berapi-api karena emosi.
Sebelum Master Zhang berhasil mencapai Wu Sheng dan bicara. Wu Sheng ternyata telah kembali ke lantai satu dan menjual beberapa obat yang tak digunakannya untuk membuat Pil lalu membayar Tripod yang ada di tangannya.
"Ini adalah uangnya. Semuanya berjumlah tujuh puluh tael perak!" ucap Pelayan tersebut sambil menyerahkan uangnya kepada Wu Sheng dengan senyum yang ramah.
"Hmmm, aku punya uang seratus tael perak sekarang. Bolehkah aku mengganti Tripod ini dengan Tripod satunya yang berharga lima puluh tael perak?" tanya Wu Sheng dengan wajah yang canggung.
"Tentu saja, Tuan. Silahkan tunggu sebentar. Akan ada Pelayan lain yang akan membawakan barang yang anda inginkan!" jawab Pelayan itu dengan sangat sopan.
"Apakah ada lagi yang Tuan butuhkan?" tanya Pelayan itu dengan suara yang ramah dan senyum yang lembut dan sopan.
"Tolong berikan tanaman obat yang ada di daftar ini dalam dua bagian!" ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam dan nada suara yang ramah.
Pelayan yang tau jika Pembeli adalah Raja pun bergerak cepat membungkus semua yang diinginkan Wu Sheng agar Wu Sheng tak menunggu lama.
Wu Sheng yang telah mendapatkan yang diinginkannya pun memutuskan untuk kembali ke Kediaman Keluarga Wu tanpa diduga menemukan sesuatu yang tak terduga.
"Aku sudah memiliki semua bahannya. Saatnya membuat Pil untuk menghilangkan racun yang mengakar di tubuh ini!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang optimis.
"Apa itu? Bukankah itu Lu Fuqin? Kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Wu Sheng dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang curiga.
Lu Fuqin adalah Putri Pertama Keluarga Lu yang menjadi Tunangan Wu Sheng. Wu Sheng yang sangat mencintai Lu Fuqin di masa lalu bahkan rela menyerahkan Pedang Wu atas permintaan Lu Fuqin.
Wu Sheng yang penasaran dengan tujuan kedatangan Lu Fuqin tanpa pemberitahuan lagi padanya itu pun mengikuti Lu Fuqin dari belakang.
"Aku harus hati-hati. Aku tidak boleh sampai ketahuan!" ucap Wu Sheng dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Wu Sheng yang terus mengikuti Lu Fuqin dari belakang tidak menyangka jika Guang Yao ternyata penasaran dengan sikapnya yang aneh lalu menghampiri Wu Sheng.
"Kakak Sheng, apa yang kau..." ucap Guang Yao dengan suara yang rendah yang langsung terdiam karena Wu Sheng langsung menarik Guang Yao ke dalam pelukannya dan menutup rapat mulut Guang Yao dengan tangannya.
"Diamlah, Yaoyao. Kau jangan berisik atau kita akan ketahuan!" ucap Wu Sheng dengan suara yang pelan sambil berbisik di balik telinga Guang Yao yang tanpa disadari Wu Sheng sikapnya itu telah membuat wajah Guang Yao memerah karena malu.
Guang Yao yang tau jika situasinya genting pun menganggukkan kepalanya dan akhirnya membuat Wu Sheng melepaskan tangannya dari mulut Guang Yao.
"Kakak Sheng, apa yang kau lakukan? Kenapa kau kemari? Bukankah ini jalan menuju ke Kediaman Tetua Feng?" tanya Guang Yao dengan ekspresi wajah yang polos.
Wu Sheng yang melupakan tempat yang dikunjunginya karena terlalu fokus mengikuti Lu Fuqin pun berbalik arah memberikan tugas khusus kepada Guang Yao.
"Adik Yaoyao, bisakah kau berikan pesanku ini kepada Ayahku? Katakan padanya untuk bergerak sekarang! Lalu saat kau berhasil melaksanakan tugasmu, tolong lemparkan kembang api ini ke udara!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius sambil menyerahkan selembar kertas yang dilipat dan sebuah kembang api.
"Aku mengerti, Kakak Sheng. Percayalah padaku. Aku akan menjalankan tugas yang kau berikan dengan segera." ucap Guang Yao dengan tekad yang kuat.
Tepat setelah kepergian Guang Yao, Wu Sheng pun lanjut mengikuti Lu Fuqin hingga akhirnya melihat Lu Fuqin memasuki sebuah pintu yang tak dijaga.
"Aku sudah menduga bahwa kau memiliki hubungan dengan Sepupuku tapi tidak disangka ternyata kalian berdua telah memiliki hubungan itu sejak lama bahkan telah sejauh ini!" ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin yang berdiri di atas pohon sambil menatap Lu Fuqin dan Wu Fang yang sedang berpelukan dari jendela.
"Di masa lalu, aku menjadi penghalang untuk hubungan kalian berdua tapi jangan khawatir di kehidupan ini aku akan membuat kalian berdua bersama!" ucap Wu Sheng dengan senyum licik.
Sementara itu, Guang Yao yang tau jika tugasnya ini sangatlah penting pun pergi menemui Wu Shanghe yang sedang bekerja di ruangannya.
"Paman! Ini Guang Yao. Apakah Guang Yao boleh masuk?" tanya Guang Yao setelah mengetuk pintu tiga kali dengan nada bicara yang terdengar sopan.
"Masuklah Yaoyao." ucap Wu Shanghe dengan nada suara dan senyum yang ramah lalu menghentikan pekerjaannya dan fokus pada kedatangan Guang Yao.
"Paman, Kakak Sheng sedang dalam keadaan darurat dan dia memintaku untuk memberikan ini kepada Paman lalu menyampaikan pesan agar Paman bergerak sekarang!" ucap Guang Yao dengan tatapan mata yang tajam.
Wu Shanghe yang mendenga Putranya dalam masalah pun mengambil kertas yang diberikan Guang Yao lalu membacanya dan bergerak pergi bersama Wu Lei.
"Wu Lei kau ikut Ayah. Kita harus pergi sekarang. Yaoyao, tunggulah di sini. Paman dan yang lain akan segera kembali. Jangan khawatir!" ucap Wu Shanghe dengan senyum menenangkan.
Sementara itu, Wu Sheng yang tidak menyangka jika beberapa barang yang dibelinya untuk main-main dan melatih kemampuannya dalam Pengobatan lagi itu akan digunakan dalam waktu yang sangat cepat.
Tak butuh waktu lama, Wu Sheng yang berada di atas pohon dapat melihat dengan jelas kembang api yang ditembakkan Guang Yao ke udara yang menandakan bahwa Ayahnya telah bergerak menjadi bantuan tambahan.
"Hmmm, Yaoyao berhasil meyakinkan Ayah untuk datang. Sekarang saatnya aku memberikan pertunjukan yang menarik!" ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang dingin.
Wu Sheng yang melihat Wu Fang dan Lu Fuqin tidak sabar untuk melepaskan hasrat keduanya dengan Wu Fang yang sigap menutup jendela ruangan itu membuat Wu Sheng melemparkan dua buah jarum perak ke leher Wu Fang.
"Hmmm, titik akupunturmu sudah aku tusuk dan sekarang tinggal melihat hasilnya!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang licik dan tatapan mata yang tajam.
"Saudara Wu, aku telah memberikanmu kenikmatan surgawi yang sangat kalian berdua inginkan jadi jangan sia-siakan. Lepaskan semua hasrat kalian hingga seluruh orang tau!" ucap Wu Sheng yang pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah lain.
Wu Sheng yang akhirnya melihat tiga orang pelayan yang sedang berjalan tak jauh dari adegan sensor Wu Fang dan Li Fuqin pun melemparkan tikus ke arah ketiga Pelayan.
"Aaarrggghhh! Aaarrrgghhhh! Aaarrggghhhh!" teriak Ketiga Pelayan itu secara bergantian dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
#Bersambung#
Kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah rencana Wu Sheng akan berhasil? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
@rt
waduh...jual mahal nih yee...🤭🤭
2024-10-24
1
Jimmy Avolution
bermain kuda-kudaan kena grebek massa...😀
2024-03-08
1
Rencana yang mantap 👍👍👍
2024-01-27
3