Eric seketika tak bisa menahan gairahnya lagi. "Amber... ini kemauanmu. Jangan menyesal nanti..." lirih Eric, lalu mulai mencumbu tubuh Amber membuat wanita itu mendessah nikmat bahkan errangan puas lolos dari bibirnya.
Suara errangan yang keluar dari bibir wanita di bawah tubuhnya membuat darah panas Eric semakin bergejolak. Ia menarik baju atasan di tubuh Amber dengan satu tarikan kuat sampai terdengar suara robekan kain. Tangan nya dengan cepat membuka sisa pakaian da lam Amber, lalu membuka pakaian nya sendiri.
Saat tubuh telanjang panasnya beradu dengan tubuh telanjang Eric, Amber mengerang nyaman, "Ahhh..." wanita itu tak berhenti bergerak dalam kungkungan tubuh Eric.
"Sial! Gerakanmu membuatku tak bisa menahan lagi! Jangan salahkan aku tak berbuat lembut padamu!" Eric mencium ganas bibir Amber, wanita itu malah berbalik menggigit bibirnya membuatnya semakin bergairah. Dia melepaskan pagutan ciuman nya, "Ah... Amber... kau membuatku gila!"
Plaakkk!
Disisa kesadaran nya Amber malah menampar Eric, "Kau... kau! Kau terlalu banyak bicara... Aku-"
Ucapan Amber terbungkam, kini bukan ciuman lagi yang diberikan Eric tapi penyerangan level tertinggi. Wanita itu telah memancing sisi ganas dalam dirinya, tangan Eric menangkup dada mungil Amber memainkan nya dengan jari membuat Amber melengkungkan tubuhnya ke atas. "Kau tidak tau siapa yang kau pancing, Amber. Aku akan memakanmu sampai ke dalam sumsum tulangmu, membuatmu tak bisa lagi merasakan setiap sendimu!"
Dengan sekali dorongan Eric memasukkan senjata berkaliber besar dan kuat miliknya. Menyobek selaput dara dari si pemilik tubuh membuat Amber menjerit kesakitan. Tapi itu tak membuat Eric berhenti, dengan gerakan cepat tepat sasaran ia terus menghujam milik Amber dengan ganas. "Tubuhmu kini adalah milikku, Amber..." Eric mengerang penuh kenikmatan. Saat Amber mencakar-cakar punggung nya dengan kuku tajam wanita itu, Eric bahkan tak merasa kesakitan. Wanita itu menjepit tubuhnya membuatnya semakin bergerak dengan cepat. Selang beberapa lama Ia mendengar suara lenguhaan panjang Amber yang mencapai puncaknya bahkan wanita itu mengigit lengannya, ia seketika tak bisa menahannya lagi dengan sekali dorongan kuat yang terakhir senjata kuatnya mengeluarkan peluru-peluru dengan bidikan yang tepat mengenai rahim wanita itu.
Setelah pertempuran yang baru saja terjadi, Eric masih mengatur nafasnya. Ia menatap tubuh Amber yang terbungkus selimut, memeriksa suhu tubuh wanita itu. "Normal, syukurlah."
Eric tak nyaman dengan tubuh lengket berkeringatnya, bahkan luka di punggungnya karena cakaran kuku Amber sekarang terasa perih. Baru saja ia akan bangun, Amber menarik lengannya dan memeluknya dengan sangat erat. Ia mencoba melepaskan tangan Amber tapi cekalan tangan wanita itu sangat kuat. "Astaga, wanita ini! Apa kau tidak tau, gairahku bisa terpancing lagi!" tapi Eric hanya bisa pasrah, akhirnya ia berbaring kembali membiarkan Amber berbuat sesukanya pada tubuhnya.
Saat terbangun Amber merasakan tubuhnya sangat pegal bahkan ia tak mempunyai tenaga untuk menggerakkan jarinya, "Uhmm... kenapa tubuhku sakit, pegal sekali." Gumamnya masih belum membuka mata.
"Uhhh... " Sedikit demi sedikit ia membuka mata, tatapan matanya tertuju pada bulu-bulu pirang di dada bidang seorang pria. "Umm, bulu apa ini?" ia memegangnya.
"Apa ini dibawah lututku? Kenapa ada benda kenyal?"
Eric baru beberapa detik lalu membuka matanya, saat bangun ia mendengar ucapan dari Amber. Bahkan sebelah kaki wanita itu menindih kakinya apalagi lutut Amber berada pas diatas bagian alat vitalnya. Ia menahan sekuat tenaga agar miliknya tak berdiri tegak, ia menahan diri tak ingin lebih menyiksa Amber karena ia tau semalam adalah pertama kalinya untuk wanita itu. "Amber... turunkan kakimu dari atas kakiku, singkirkan juga tanganmu dari dadaku!"
Seketika Amber tersadar sepenuhnya, ia bergerak menjauh, "Ahrgggt..." tapi ia malah meringis kesakitan.
Setelah terlepas dari lilitan tubuh Amber, Eric menyingkap selimut yang menutupi tubuh polosnya, ia turun dari ranjang dengan tubuh telanjangnya. Ia berjalan ke kamar mandi di dalam ia melilitkan handuk kecil yang hanya cukup menutupi tubuh bagian bawahnya. Ia kembali keluar menatap Amber dengan mata ganas. "Tanggung Jawab! Kau telah memperkosaku!"
Sejak Eric turun dari ranjang memperlihatkan tubuh telanjang gagah pria itu dengan banyak bekas cakaran di punggung, Amber hanya melongo melihatnya. Kini saat pria itu meminta pertanggung jawaban nya, ia bahkan tak bisa mengeluarkan suara sedikit pun dan hanya bisa terdiam bodoh.
Hah! Kena kau sekarang, Amber! Eric merasa puas melihat wajah bodoh wanita itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
aphrodite
dih padahal situ lebih ganas/Facepalm/
2024-12-09
2
aphrodite
dor dor dor 😂😂😂
2024-12-09
1
Erna Wati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2024-11-19
1