Rich and Elena

Rich terdiam di tepi jalan, ia duduk di atas motornya. Dia tertawa pelan, tepatnya menertawakan dirinya sendiri yang baru saja merasakan sebuah kegagalan dalam urusan cinta.

Ia menggeleng karena tidak percaya jika dia mengalami hal ini semua, kemudian ia melajukan motornya kembali menembus kegelapan malam dan dinginnya udara di perbukitan itu menuju kota.

Seorang Richard yang selalu di gandrungi para gadis itu selalu menutup hatinya karena dia sangat mencintai Daniah meski dalam diam. Ya, mungkin selama ini dia terlalu lamban untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi, bila di pikir ulang lagi, benar kata Daniah jika sebuah persahabatan tidak akan pernah putus.

Mungkin kini dia harus belajar mengikhlaskan dan membuang perasaannya pada Daniah, meski itu akan terasa sulit.

Rich terus memaju kendaraannya sampai kota, tepatnya dia sudah sampai di depan rumahnya. Rumah mewah yang selama ini ia tempati bersama dengan ayahnya.

“Kau baru pulang?” Seorang pria paruh baya menyambut kedatangan putranya yang baru memasuki rumah.

“Heum!” Rich hanya menyahut dengan deheman saja.

“Wait! Ini? Aku mencium aroma sesuatu yang sangat kuat!” Pria paruh baya itu menahan bahu putranya agar menghentikan langkahnya.

“Dad!” Rich menatap sebal pada ayahnya yang kini sedang mengendus sekitar badannya.

“Aku tadi baru membasmi Vampir!” Rich segera memundurkan langkahnya, menatap ayahnya dengan malas.

“Benarkah?” Pria paruh baya itu menatap putranya tidak percaya.

“Iya!” jawab Rich seraya melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.

“Rich! Kau sudah dewasa, apakah kau tidak ingin menikah?!”

“Aku masih muda, Dad! Di dunia manusia usiaku masih 20 tahun!” seru Rich terdengar sangat kesal.

“Usiamu sudah melebihi 100 tahun. Kau bilang itu masih muda? Apakah kau masih waras?! Emh, bagaimana kalau kau ajak menikah temanmu itu yang bernama Daniah! Dia gadis yang baik, tulus dan cantik!” serunya lagi kepada putranya yang sudah masuk ke dalam kamar. Tidak ada sahutan, pria paruh baya itu hanya menaikkan kedua bahunya bersamaan. Hunter juga makhluk abadi seperti Vampir, hanya saja perbedaan mereka adalah Hunter suka tidur dan makan seperti manusia pada umumnya, sedangkan Vampir sebaliknya.

“Dia terlihat sedang patah hati. Apakah aku harus turun tangan untuk menemukan jodoh untuk Hunter kecil dan mungil itu?” gumamnya seraya mendudukkan dirinya di ruang tengah, melanjutkan aktivitasnya yaitu membaca komik kesukaannya.

*

*

Rich menghembuskan nafasnya dengan kasar seraya merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Dia mendengar semua perkataan ayahnya, hanya saja dia malas untuk menyahutinya.

Ia menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan yang tidak menentu. Karena malas untuk berpikir, ia memutuskan untuk segera tidur. Berharap kalau esok pagi lebih baik dari hari ini.

Pagi harinya, Rich terbangun lantaran terkejut saat mendengar suara ayahnya yang memekakan telinga.

“Daddy!” seru Rich sambil menutup kedua telinganya dengan batal.

“Hei!! Bangun pemalas, di ruang tamu ada seorang gadis yang ingin menemuimu!” seru pria paruh baya itu seraya menepuk bok*ng Rich dengan salah satu tangannya.

“Siapa?” Rich mendudukkan dirinya seraya melemparkan bantal yang ada di tangannya dengan asal.

“Elena! Sana cepat temui, jangan lupa mencuci muka jelekmu itu!” serunya seraya keluar dari kamar Rich sambil bersiul-siul.

Rich mengusap wajahnnya dengan kasar, ia segera beranjak dari tempat tidur, keluar dari kamar dengan muka bantalnya menuju ruang tamu.

“Hai, Rich!” sapa Elena dengan senyuman yang ceria ketika melihat pria itu mendekatinya. Meski terlihat baru bangun tidur dan rambut pria itu acak-acakan, Rich malah terlihat sangat tampan, membuat Elena semakin ketar-ketir tidak karuan.

“Hai! Bukankah kau teman Daniah? Ada apa?” Rich to the point sambil mendudukkan diri di hadapan gadis itu.

“Iya, aku baru pindah ke sini beberapa hari yang lalu. Dan tadi malam aku tidak sengaja melihatmu memasuki rumah ini. Ternyata dunia ini sangat tipis sehelai rambut ya.” Elena berkata sambil mengagumi ketampanan Rich.

“Ah, sungguh tampan sekali,” batin Elena, tidak mampu berpaling.

“Omong kosong!” umpat Rich pelan seperti gumaman ketika mendengar suara hati Elena.

“Kau mengatakan sesuatu?” tanya Elena dengan kedua mata yang berbinar terang seperti bohlam lampu yang baru di pasang.

“Tidak!” Rich menjawab dengan datar.

“Aku ke sini hanya ingin mengucapkan salam perkenalan. Semoga kita bisa berteman dengan baik,” ucap Elena seraya beranjak dari duduknya.

“Kau ingin berteman denganku?” tanya Rich sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Yapz!” Elena menjawab sembari menganggukkan kepalanya pelan.

“Tidak akan mudah menjadi temanku!” balas Rich.

Elena menjawabnya dengan anggukan kepala dan tersenyum tipis, meskipun di dalam hati merasa getir saat mendengar jawaban Rich.

“Apa karena aku tidak seperti Daniah yang penuh dengan pesona?” Elena memberanikan diri.

Rich mendengus seraya beranjak dari duduknya, mengabaikan pertanyaan Elena, “sudah siang, apakah kau tidak mempunyai pekerjaan di hari libur ini!” Rich berkata datar dan bermaksud mengusir gadis yang berdiri di hadapannya.

Elena tersenyum tipis, lalu menggeleng dengan pelan. “Tidak ada pekerjaan, apakah kau mau berkencan denganku?!” tanya Elena dengan penuh semangat, meski dia tahu kalau pada akhirnya ajakannya itu di tolak oleh pria yang ada di hadapannya ini.

“Rich ini pengangguran, tentu dia punya banyak waktu untukmu!” seru ayah Rich yang sejak tadi menguping pembicaraan kedua anak muda itu..

“Dad!!” seru Rich.

“Apa? Benar ‘kan kataku, kalau kau ini pengangguran!” jawab pria paruh baya tanpa mengalihkan pandangannya dari buku comik-nya.

Ck!

Rich berdecap kesal mendengar respon ayahnya.

“Tunggu apa lagi?! Sana pergi bersiap!” seru pria paruh baya itu yang rambutnya berwarna putih, akan tetapi mempunyai wajah yang masih terlihat muda, dan badan yang tegap.

Rich tidak bisa membantah ucapan ayahnya.

Elena tersenyum tipis sambil menatap Rich dengan penuh damba.

“Aku akan menunggumu di sini, sana bersiap.” Elena mendudukkan dirinya lagi di atas sofa mewah ide ruang tamu tersebut.

Makin kesal saja Rich pada gadis itu.

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

makanya...nyatakan kalau suka.. kedualuan kan..

2024-11-19

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Elena mengajak Rich kencan, apakah sudah kekurangan lelaki...

2024-10-21

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Rich berumur 100 tahun 😱

2024-10-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!