Daniah masih belum percaya jika sahabatnya yang selama ini dia kenal menyimpan rahasia yang besar. Sulit untuk di percaya, akan tetapi begitulah kenyataannya.
Apakah dia takut kepada Rich? Maka jawabannya adalah iya, dia sangat takut saat ini.
“Daniah, jadi apakah kau akan menjauhiku setelah tahu semuanya?” tanya Rich, sembari menatap wajah cantik gadis itu.
Daniah menjawab dengan menaikkan kedua bahunya bersamaan. Dia tidak tahu harus berbuat apa, tapi satu hal yang dia ingat adalah Rich sangat baik dan selalu ada untuknya. Mungkin dia akan mempertimbangkannya.
“Daniah, Please.” Rich menatap Daniah dengan tatapan memohon.
“Rich, kau tahu jika hal ini sangat mengejutkan untukku, sulit bagiku untuk percaya dengan semua ini,” jawab Daniah.
“Oh, ya?! Jadi bagaimana dengan makhluk penghisap darah kotor itu!” Rich marah ketika mendengar jawaban Daniah. “Kau terlihat biasa saja dan seolah kau enjoy bersamanya, meski kau tahu jika dia adalah seorang vampir!”
Daniah diam, menatap Rich dengan raut wajah sedih. “Rich, maaf jika aku telah menyakiti perasaanmu,” ucap Daniah.
“Tidak perlu di bahas! Hari ini juga, kau harus berhenti bekerja dari sana!!!” tegas Rich tidak mau di bantah.
Tapi, bukan Daniah namanya jika tidak keras kepala dan membantah.
“Tidak Rich! Aku membutuhkan pekerjaan ini! Meski aku tahu jika dia vampir, tapi aku yakin jika dia tidak akan menyakitiku!” Daniah kekeuh dengan tujuannya, yaitu ingin menghasilkan banyak uang untuk melunasi utang-utang bibinya.
“Kau sangat yakin dengannya, tapi kau ragu kepadaku?!” Darah Rich semakin mendidih.
“Tidak, aku tidak ragu kepadamu, Rich. Hanya saja aku masih terkejut dengan semua ini. Kau temanku sejak kecil, dan menyembunyikan hal sebesar ini kepadaku!” jawab Daniah, menatap Rich dengan lekat. “Jika kau berada di posisiku apakah kamu akan menerima ini dengan mudah?” Daniah menunjuk dada bidang Rich dengan perasaan yang tidak karuan.
“Aku memiliki alasan untuk menyembunyikan semua ini. Daniah, selama ini aku--”
“Jangan di bahas lagi! Antarkan aku ke kampus!” Daniah memotong ucapan Rich, karena dia tidak ingin bertengkar dengan sahabatnya itu.
Rich menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia menatap Daniah yang sudah berjalan ke arah motornya.
Di sisi lain, Alberto berada di kastil. Melihat darah Daniah membuatnya haus, tenggorokannya terasa kering.
Dia membuka pintu lemari pendingin, kemudian mengambil kantung darah segar, dia sedikit menyobeknya di bagian ujung, lalu meminum darah itu hingga tandas.
Darah itu memang darah manusia, tapi dia membelinya dengan harga yang sangat mahal di salah satu rumah sakit di Kota tersebut.
Tubuhnya kini terasa segar kembali setelah mendapatkan nutrisi dari darah yang baru saja dia minum.
Daniah sudah sampai kampusnya, di antarkan oleh Rich.
“Jadi, pulang nanti kau akan naik apa?” tanya Rich.
“Di sini banyak taksi.” Daniah menjawab sambil turun dari motor tersebut.
“Tapi, aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri. Aku akan menunggumu.”
“Rich, tidak seharusnya kau melakukan semua ini.” Daniah tahu kalau sahabatnya itu baik, tapi dia tidak ingin menyusahkan.
“Dengarkan aku, Daniah. Kehadiranmu di kastil Alberto telah memancing vampir lainnya. Nyawamu saat ini sedang dalam bahaya!” Rich berkata dengan pelan dan serius.
“Bahkan aku bisa mencium aroma mereka,” desih Rich, seraya mengamati sekitar kampus tersebut.
“Rich, jangan menakutiku!” Daniah merapatkan tubuhnya pada Rich. Dia menjadi paraoid.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
semoga saja Daniah mengerti dan tidak keras kepala
2024-10-21
0
Yunerty Blessa
jangan terlalu yakin Daniah 😏
2024-10-21
0
Yunerty Blessa
Daniah keras kepala
2024-10-21
0