Semenjak kejadian di dapur beberapa hari yang lalu, Daniah tidak melihat Alberto lagi. Dan hal itu membuat Daniah merasa heran.
Daniah menjalani rutinitasnya seperti biasanya. Ia membersihkan setiap sudut kastil tersebut, hingga ke kamar Alberto yang ada di bagian lantai paling atas.
Daniah menatap setiap sudut kamar Alberto yang terlihat rapi dan elegant. Seperti kamar pada umumnya, di sana ada televisi, lemari pakaian, kamar mandi, di bagian kiri ada rak buku, serta deretan buku yang tersusun rapi.
Selesai membersihkan kamar Alberto, Daniah keluar dari sana dan kembali ke lantai paling bawah untuk melanjutkan pekerjaan lainnya.
Ketika Daniah sudah keluar, Alberto keluar dari persembunyiannya. Pria tampan dan berwajah pucat itu menyeringai memperlihatkan kedua taringnya yang runcing.
*
*
Hari bergulir dengan begitu cepat tidak terasa Daniah bekerja di kastil tersebut sudah satu minggu lamanya, akan tetapi sampai saat ini dirinya belum pernah bertemu dengan Alberto lagi.
Malam menjelang, Daniah berada di dapur, membuat makan malam untuk dirinya sendiri.
Kesendirian, kesunyian dan kengerian di kastil tersebut seolah sudah menjadi hal biasa untuk Daniah. Gadis tersebut sedang membuat steak daging sambil bersenandung.
"Hemm, harum sekali. Perutku jadi semakin lapar," gumam Dania sambil mengusap perutnya, seraya memindahkan steak yang sudah matang itu ke atas piring.
"Lalu bagian untukku mana?" Suara bariton itu mengejutkan Daniah.
Daniah menoleh ke arah Alberto yang berdiri di sampingnya, entah sejak kapan pria tersebut berdiri di sana.
"Kau mengejutkan aku, Tuan!" ucap Daniah berdecak karena di sangat terkejut.
Kemudian ia mengangkat piring yang berisi steak itu dan menyodorkannya kepada Alberto. "Makanlah, aku bisa membuatnya lagi."
Alberto tersenyum lalu menerima piring tersebut dengan senang hati.
"Aku ingin meminta maaf kepadamu, karena aku menghilang begitu saja beberapa hari ini. Aku sibuk dengan pekerjaanku." Entah kenapa ia merasa harus menjelaskan semuanya kepada Daniah. Ia juga tidak ingin gadis itu curiga jika dirinya adalah seorang vampir.
"Iya, tidak apa-apa. Aku pikir Anda adalah seorang—"
"Pengangguran?" potong Alberto sambil tertawa pelan.
"Maaf," jawab Daniah karena tebakan Alberto benar.
"Aku mempunyai sebuah perusahaan di Kota," jelas Alberto, Daniah menganggukkan kepalanya bertanda paham.
"Mau makan bersama?" tawar Alberto sambil mengangkat piringnya yang berisi steak itu.
Daniah tersenyum simpul dengan raut wajah bingung. Bukankah pria tersebut sebelumnya sangat dingin kepadanya? Dan kenapa sekarang terlihat begitu hangat dan murah senyum?
"Sepertinya makan bersama terdengar menarik, tapi apakah Anda tidak merasa keberatan?" jawab Daniah.
"Tentu aku tidak keberatan, kemarilah." Alberto menarik salah satu tangan Daniah, mereka berjalan menuju ruang makan.
Daniah mengernyitkan kening ketika tangannya di genggam oleh Alberto.
"Tangannya terasa sangat dingin," batin Daniah.
Daniah dan Alberto sudah berada di ruang makan, mereka duduk berdekatan. Dia menjadi overthinking karena sikap Alberto berubah drastis.
Daniah menggeleng pelan, mengenyahkan segala pikiran buruknya.
"Aku tidak akan menyakitimu," ucap Alberto seolah tahu apa yang sedang di pikirkan Daniah.
"Anda bisa membaca pikiranku?" tanya Daniah.
"Jadi benar tebakkanku jika kamu berpikiran buruk tentangku?" Alberto melayangkan pertanyaan lain, tanpa menjawab ucapan Daniah.
"Ah, maaf, bukan seperti itu," jawab Daniah sambil menatap wajah Alberto yang telihat sangat tampan jika di lihat dengan jarak dekat seperti ini.
"Dadaku." Daniah meraba dadanya yang terasa berdebar tidak karuan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
jangan bilang kau jatuh cinta Daniah
2024-10-20
0
Yunerty Blessa
lama² darah mu yang dihisap
2024-10-20
0
anonim
daging apa tuh Daniah...curiga tdk kamu....belum curiga ya...secara baru sj bekerja disitu jd blm tahu kl tuanmu vampire
2023-09-28
3