Aya memandangi fotonya bersama Chris, dia mengingat kejadian demi kejadian dengan pemuda itu.
"Kenapa tuan muda ingin aku memimpikannya," gumam Aya seraya meletakkan foto di bawah bantalnya.
Dia ingin bersiap tidur di kasurnya yang empuk, walaupun kasur itu diperuntukkan untuk pelayan tapi rasanya jauh berbeda dengan kasurnya yang keras di kamar loteng.
Setiap hari badan Aya justru terasa pegal-pegal ketika bangun tidur.
Sekarang gadis itu bersyukur karena bisa tidur dengan nyenyak dan bangun dalam keadaan segar keesokan paginya.
Tiba-tiba pintu kamar Aya diketuk seseorang yang membuatnya tidak jadi memejamkan mata.
"Apa itu bibi An?" gumam Aya.
Dia saat ini sudah bersih jadi tidak mau membuka pintu sembarangan.
"Aya, ini aku!"
Terdengar suara Chris, Aya langsung panik seketika.
"A... ada apa, Tuan Muda?" Aya bertanya dengan gagap dibalik pintu.
"Buka dulu pintunya," pinta Chris.
"Ti... tidak bisa, jika Tuan Muda butuh sesuatu, saya akan siap lima menit lagi," ucap Aya yang perlu sedikit waktu untuk menghitami kulitnya.
"Ck!" Chris berdecak karena takut ketahuan, dia pun meletakkan barang yang dibawanya di depan pintu. "Aku ada sesuatu untukmu, cepat ambil!"
"Sesuatu?" batin Aya.
Gadis itu menunggu sampai Chris benar-benar pergi, kemudian dia membuka pintu perlahan dan melihat sebuah kotak di depan pintu kamarnya.
"Apa ini?" Aya buru-buru mengambil kotak itu dan membawanya masuk ke kamar. Saat dia buka ternyata isinya ponsel.
Masih dalam mode berpikir keras, ponsel itu justru berbunyi karena ada panggilan masuk. Ada dua tombol merah dan hijau yang harus digeser Aya.
Dia pun memilih tombol hijau yang membuat panggilan langsung tersambung.
"Hallo?"
Terdengar suara Chris di panggilan itu.
"I... iya, Tuan Muda. Ini maksudnya apa, ya?" tanya Aya yang bingung.
"Itu ponsel baru untukmu. Apa kau menyukainya? Kau pasti merindukan aku, 'kan? Jadi, aku memberikan solusi supaya rasa rindumu itu terobati," Chris berkata dengan percaya diri. Dia memang suka menggoda Aya dan selalu menunggu respon gadis itu yang salah tingkah.
"Ti... tidak, kenapa harus rindu? Lagipula ini terlalu berlebihan Tuan Muda, gaji saya tidak akan dipotong, 'kan?" Aya jadi takut sendiri, dia sudah berharap akan digaji di mansion ini.
"Ini di luar gaji, anggap saja bonus. Memangnya gajimu ingin kau buat apa?" tanya Chris penasaran.
"Itu pertanyaan pribadi jadi saya tidak akan menjawabnya," balas Aya.
Setelah Aya membalas seperti itu, suasana jadi hening karena tidak ada suara lagi diantara keduanya. Tentu saja Aya jadi merasa bersalah.
"Maksudnya bukan seperti itu, Tuan Muda. Hanya saja hubungan kita hanya sebatas pelayan dan majikan jadi rasanya urusan gaji adalah masalah pribadi," jelas Aya membuka suara.
Terdengar helaan nafas di sana, Chris mencoba merangkai katanya.
"Aya, aku orang yang dapat dipercaya. Kau bisa menceritakan semua padaku bahkan rahasiamu," ucap Chris kemudian.
"Terima kasih atas perhatian anda, Tuan Muda," Aya harus waspada dan dia belum siap bercerita pada pemuda itu.
Di sisi lain, Saka yang sebelumnya sudah menyelidiki kalung Aya yang dia dapatkan dari Bibi An, menerima laporan dari orang bawah tanah kepercayaannya.
Laki-laki itu terdiam di ruang kerjanya sambil memikirkan harus mengambil langkah apa untuk Aya.
Sedetik kemudian, pintu ruang kerjanya diketuk seseorang.
"Dad, ini aku," Chris mengetuk pintu dan menunggu Saka mengizinkan dia masuk.
"Masuklah!"
Akhirnya Saka memberi izin masuk dan terjadi pembicaraan rahasia antara anak ayah itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Nunik Wahyuni
apa mungkin Chris tau asal usul Aya dr daddy nya yg baik hati itu😍😊
2023-12-28
2
Sandisalbiah
Aya bukan gadis sembarangan, dia bukan gadis biasa..
2023-12-13
1
Berdo'a saja
siapa Aya seserius itu kah
2023-06-09
2