Efek Cemburu

Saat ini Zefa tengah berdiri d depan pagar sebuah rumah sederhana...

Ragu ingin masuk karena rumah d depan nya ini seperti tak berpenghuni. Rumput liar tumbuh d halaman..

"Maaf mbak.. "

Zefa menoleh saat ada suara d belakang nya menginterupsi..

"Mbak cari siapa??? "

"Bu rt ya??? " Zefa bertanya saat ibu d hadapan nya seolah tak mengenali nya lagi..

"Iya, saya bu rt d sini, mbak siapa??? "

"Saya Zefa bu, masa ibu lupa sama saya??? " ibu itu mengingat ngingat nama itu.

"Oo.. Zefa toh,, ibuk sampe lupa. Kamu tambah cantik sih.. ibu sampai pangling" Zefa tersenyum sangat menawan.

"Sayaaang,,, " Rafael yg sedari tadi hanya duduk d dalam mobil akhirnya keluar dan menghampiri Zefa, melihat senyum Zefa membuat Rafael cemburu tak rela jika Zefa tersenyum kepada orang lain selain dirinya. Walau wanita sekali pun. Dan Rafael memeluk pinggang Zefa posesif...

Kening bu rt mengernyit bingung..

"Saya suami Zefa" Rafael menyodorkan tangan.

"Oooo,,, jadi Wahyu....... " Bu rt menyambut tangan Rafael.

"Saya sudah bercerai bu" Zefa memutus pernyataan bu rt.. Takut Rafael tersinggung, Rafael memang agak sensitif jika mendengar nama Wahyu..

Bu rt mengangguk,, "jadi Zefa kesini ngapain?? "

"Saya mencari mbak dona bu, ingin melihat anak saya"

Bu rt terdiam sejenak....

"Sayang sekali kamu Zefa,, dona dan suami nya akbar sudah pindah dari sini. Dia juga membawa serta anak mu,,, katanya sih pindah keluar negri"

Zefa terlihat sedih, harapan membawa sang buah hati kembali ke pelukan harus pupus...

"Apa ibu tau nomor yg bisa d hubungi bu??? " Kali ini Rafael yg bertanya, ia tak suka melihat sang kekasih bersedih..

"Maaf,, saya tidak menyimpan nomor mereka.. Bahkan rumah mereka terbengkalai semenjak mereka pergi. Banyak yg menawar rumah mereka, tapi tidak ada satu pun dari kami yg mengetahui nomor mereka.. "

"Ini kartu nama saya bu,, jika mereka kesini atau ibu mengetahui tentang mereka tolong secepatnya hubungi saya bu" Rafael memberi kan kartu nama nya..

Bu rt menyimpan seraya mengangguk..

Rafael dan Zefa pamit.. Saat Zefa akan masuk ke dalam mobil nya, bu rt berbisik "Suami mu ini jauh berbeda dengan Wahyu, seperti nya lebih sayang padamu. Jangan sia siakan dia Zefa"

Zefa hanya tersenyum menanggapi...

"Andai ibu tau jika dia bukan suami saya. Entah bagaimana nasib saya kedepan nya setelah ini bu" ucap Zefa dalam hati.

Di dalam mobil..

"Bagaimana ini mas??? "

"Kamu tenang dulu, nanti aku utus orang orang ku mencari keberadaan mereka."

Zefa mengangguk..

"Aku punya satu permintaan, boleh kah??? "

Zefa mengernyit.

"Apa itu??? "

"Kamu gak boleh senyum senyum kayak tadi sama orang lain selain aku, Aku cemburu??? "

Zefa diam karena tak begitu paham.. Perasaan tadi dia tak menemui siapa pun selain bu rt dan sopir yg mengantar nya tadi pagi. Jika dengan pak sopir Zefa tak yakin. Karena setiap hari mereka bertemu. Apa jangan jangan Rafael cemburu kepada bu rt???

Seketika tawa Zefa meledak.

"Kamu cemburu sama bu rt td mas??? " tanya Zefa ditengah tawa nya..

Rafael mengangguk..

Zefa mengecup pipi Rafael singkat.. Zefa merasa gemas sendiri.

"Jangan mancing aku sayang,, kita belum pernah lo main dalam mobil"

Rafael langsung menepikan mobil d tempat yg sepi..

Menarik pelan tangan Zefa agar mengikuti nya ke bangku penumpang..

Zefa melotot tak percaya..

"Jangan gila mas, nanti kita d grebek warga"

"Lebih bagus kalau kita d grebek, jadi aku tak perlu mengeluarkan uang untuk pernikahan"

"Maaaaasss.... ssttsshh"

Mulut Zefa d bungkam Rafael dengan mulutnya..

Mobil bergoyang menandakan kedua insan tengah mereguk kenik. matan dunia...

.

.

.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!