Titik terang

Saat ini 2 orang pria payuh baya duduk berhadapan d sebuah ruangan privat sebuah restaurant mewah.. Tadi nya mereka d temani oleh asisten pribadi masing masing. Untuk membicarakan masalah kerja sama. Setelah mencapai kesepakatan. Ardhana meminta Devan agar berbicara 4 mata dengan nya..

"Jadi masalah pribadi apa yg mau anda tanya kan saudara Ardan??? "

"Maaf jika sedikit lancang. Tapi saya sangat penasaran"

"Apa itu!??? "

"Apa anda memiliki putri yg bernama Zefanya Anggara??? "

Pertanyaan Ardhana membuat Devan tertegun sesaat.

"Kenapa ??? Apa ada sesuatu dengan dia??? "

Ardhana menggeleng..

"Hanya saja saya sedikit penasaran, belakangan nama itu selalu terngiang d telinga saya. "

"Apa nama itu berhubungan dengan Anda???

" Bukan dengan saya, tapi Rafael"

"Rafael??? Apa mereka berhubungan??? Hubungan khusus maksud nya??? "

"Entah lah, saya belum bisa memastikan karena saya masih menyelidiki nya"

"Tapi... bukan kah Rafael sudah menikah??? "

"Ya, dan sekarang sedang proses perceraian"

Setelah diam sejenak..

"Maaf sebelum nya saudara Ardhana. Saat ini saya belum bisa menjawab. Bila waktu nya tiba saya akan menceritakan semua nya. "

"Baiklah, saya akan menunggu kabar anda"

"Ya. Selamat bekerja sama saudara Ardhana. Semoga tidak ada kesalahan dalam hubungan kerja sama kita ini"

Devan menyodorkan tangan d sambut oleh Ardhana..

Mereka berdua meninggalkan restaurant menuju tujuan masing masing..

...****************...

Di dalam mobil, Devan menyandarkan punggung nya dan memijit pelipis.

"Apa ada masalah tuan??? "

Devan menarik nafas berat.. "Bagaimana keadaan Zefa??? "

"Menurut informasi, nona Zefa baik baik saja tuan. Dan sebulan terakhir, sesudah kepergian Wahyu nona Zefa terlihat semakin baik. Mungkin nona mendapat kan pekerjaan yg layak. Para tetangga tidak tau apa pekerjaan nona yg sekarang"

"Hah...." Devan memejamkan mata nya. Mengingat kebersamaan nya dengan anak bungsu yg sangat ia sayangi. Bahkan sayang nya melebihi anak lelaki nya yg bahkan sudah membanggakan nya hingga manca negara.

Bak kata pepatah. CINTA PERTAMA ANAK PEREMPUAN ADALAH AYAH NYA SENDIRI...

Bahkan Devan juga menyuruh seseorang untuk mengikuti semua kegiatan Zefa. Hanya dari jauh agar Zefa tak curiga.

Devan hanya ingin mendengar bahwa anak nya baik baik saja..

Devan juga tau semua perlakuan Wahyu kepada Zefa. Tapi untuk sekarang Devan seakan tutup mata dan telinga..

Rasa sayang nya tertutup kekecewaan. Tapi jika hati nya sudah membaik. Maka dia akan menjemput dan membawa Zefa kembali ke pelukan nya..

"Tapi tuan"

"Tapi apa???? "

"Orang suruhan kita mengatakan jika nona Zefa sering terlihat bersama seorang pria."

"Pria??? siapa??? "

Asisten Devan memberi kan ponsel nya..

Foto saat Zefa sedang berbelanja d supermarket, wajah pria tidak begitu jelas. karena foto d ambil dari belakang. Devan tersenyum melihat senyuman bahagia Zefa..

"Tuan???? "

Senyuman Devan memudar dan berganti dengan tatapan datar..

"Cari tau tentang pria ini. "

"Baik tuan"

"Bagaimana dengan pria breng. sek itu??? "

"Wahyu masih d luar kota tuan. Tapi dia tidak benar benar bekerja. Kelakuan nya masih sama. "

"Hah.. Entah apa yg membuat Zefa tergila gila kepada nya"

"Itu Karena cinta tuan"

"Tau apa kau tentang Cinta. Punya kekasih pun tidak"

Asisten Devan hanya menggaruk tengkuk nya yg tidak gatal..

"Gimana mau punya kekasih tuan. Saya bekerja siang malam bagai kuda.. Tak pernah dapat jatah libur.. Nasib nasib" sang asisten bergumam dalam hati nya.

...****************...

Reader:

Ada dendam apa sih author sama asisten????

Author:

😅😅😅😅

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!