Entah kebetulan atau memang semesta merestui. Saat hari yg mereka janjikan tiba, Wahyu d bawa oleh teman nya keluar kota. Katanya akan membangun usaha d sana. Wahyu berjanji akan melihat prospek nya terlebih dahulu, baru kemudian akan membawa Zefa kesana.
Zefa tak ambil pusing karena jika d harus kan memberi pendapat, Zefa akan melarang. Karena dimana pun dan seberapa besar usaha nya, jika kebiasaan Wahyu tak berubah maka semua nya akan sia sia.
Tapi Zefa tetap memberi dukungan nya agar dia bisa bertemu Rafael untuk melunasi semua hutang nya.
.
.
.
Saat ini Zefa telah sampai d restaurant mewah tempat ia dan Rafael bertemu.
Zefa memakai dress semata kaki dengan belahan samping bewarna tosca. Dengan sedikit polesan make up d wajah, membuat nya menjadi sangat cantik..
Dress yg dia pakai tadi pagi ia rental d rumah pelaminan lengkap dengan tas dan sepatu.
Sepeninggal nya Rafael dari pasar kemarin, Zefa melongo tak percaya jika Rafael memberi nya uang 10 juta.
Jumlah yg sangat besar untuk nya dan sudah 2 tahun belakangan dia tak pernah memegang uang sebanyak ini..
Zefa segera membayar semua hutang hutang yg sudah ia buat. Hutang d warung, abang sayur dan hutang kepada tetangga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama ini.. Zefa juga membayar rumah kontrakan yg sedang ia tempati hingga beberapa bulan ke depan..
Ia juga memberi Wahyu 200rb untuk jaga2. Bukan tak mau memberi bnyak, tapi Zefa takut jika Wahyu tau ia memiliki uang. Pasti Wahyu akan merebut dan memakai berjudi..
"Apa itu dia bos??? " Tanya Dino yg sedang berdiri d samping Rafael..
Restaurant tempat mereka janjian adalah restaurant punya Doni.
Rafael tak menghiraukan pertanyaan Doni. Rafael langsung menghampiri Zefa yg terlihat bingung d depan pintu masuk.
"Cantik"
Zefa menoleh dan tersipu saat Rafael melihat nya dengan kagum..
"Terima kasih"
Rafael menuntun Zefa ke ruang privat yg ada d lantai 2 restaurant..
Mereka berdua menghabiskan makanan yg sudah tersaji d atas meja dalam diam dan sesekali saling pandang..
"Aku tak menyangka jika kamu akan secantik ini"
Rafael menumpu kan ke dua tangan nya d atas meja. Mata nya tak ber alih sedikit pun dari wajah wanita d depan nya ini..
"Terimakasih, pujian anda membuat saya malu tuan"
"Aku jujur dengan apa yg ku katakan"
"Sekali lagi terimakasih"
Rafael mengangguk..
"Oia,, uang yg anda berikan itu... "
"Ssstttt" Rafael memotong kalimat Zefa. "Aku ikhlas membantu mu,, apakah baju ini kamu beli dengan uang itu??? "
Zefa menunduk dan menggeleng pelan membuat Rafael mengernyit bingung.
"Maaf karena uang nya sudah saya pakai untuk membayar semua hutang hutang saya tuan, jadi saya hanya bisa merental baju ini"
Jawaban Zefa membuat Rafael tersenyum,
"Tidak apa apa,, nanti saya akan tambahkan lagi"
"Tidak usah tuan, saya tak mau berhutang lagi.. "
"Haha,, aku tak akan meminta uang nya kembali.. Aku hanya ingin waktu mu saja"
"Tapi maafkan saya,, seperti nya saya tidak bisa karena nanti suami saya akan marah" Zefa memberi alasan suami agar Rafael tak lagi berhubungan dengan nya..
Cukup sekali ini dan dia tidak akan mengulangi nya lagi... Karena Zefa merasa sudah mengkhianati Wahyu..
Sedangkan alasan Zefa membuat Rafael merengut. Tak tau alasannya... Apa mungkin ia sedang Cemburu?????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Nurhayati
Cie...cie... cemburu ni yeee...
Ayo semangat berjuang 😀
2023-09-09
1
Nurhayati
Kasihan sekali kamu Zeva....
kenapa harus bertemu dengan Wahyu lebih dulu.....
Setia boleh tapi jangan bodoh 😊
2023-09-09
1
Nurhayati
Wah gak kebagian donk.....he.. hehe 😀
2023-09-09
1