Sekali lagi Terima kasih tuan.. Oia, kenapa tuan berada d sini??? " Zefa menyeruput air mineral yg d belikan Rafael,, Sekarang mereka berada d bagian belakang pasar tradisional yg sedikit sepi..
"Hmmm,, saya kebetulan tadi lewat sini" Rafael gelagapan saat menjawab pertanyaan Zefa..
Mana mungkin dia lewat pasar tradisional, seumur umur baru kali ini...
Setelah mengetahui semua informasi,,Rafael segera pergi dan ingin melihat keadaan Zefa. Sampai ia melihat jika Zefa keadaan tersudut, jiwa sosial nya sangat ingin membantu..
"Apapun alasan anda,, sekali lagi saya mengucapkan banyak Terima kasih"
Kata kata Zefa membuat Rafael mengernyit bingung,..
"Apa maksud perkataan mu itu??? "
"hmm,, sebelum nya saya minta maaf. Saya merasa tidak yakin dengan jawaban Anda tadi tuan. Tidak mungkin anda secara tidak sengaja datang kesini"
Rafael tersenyum jawaban Zefa.. Dia memang berbeda..
"Baiklah, lupakan masalah itu.. sekarang saya tanya, kenapa kamu sampai melarikan diri dari rumah sakit??? "
"Itu... Maaf kan saya tuan, saya merasa sudah sembuh sekarang, dan juga pasti suami saya mengkhawatirkan keadaan saya. Maafkan saya"
"Jika suami mu, mengkhawatirkan keadaanmu. Mengapa dia membiarkan istri nya menangis d tengah hujan seperti itu??? " Rafael juga membaca informasi tentang suami Zefa.. Suami yg membiarkan istri nya banting tulang untuk memenuhi semua kebutuhan.. Jadi Rafael sedikit kesal saat Zefa membicarakan tentang suami nya.
"Maaf tuan,, itu masalah pribadi saya"
Melihat wajah Zefa yg mulai berubah, membuat Rafael memutar otak agar pembicaraan ini tak usai sampai d sini.
"Ok, maaf.. Jadi kamu tidak tau berapa kerugian yg saya alami saat kamu melarikan diri dari rumah sakit??? Saya sudah membayarnya seminggu, tapi belum sehari kamu sudah pergi"
"Mmm... Itu,, itu... "
"Saya juga minta ganti rugi "
"Hah??? Berarti Anda tidak ikhlas menolong saya tuan"
"Tidak ada yg gratis d dunia ini nona" Rafael menampilkan senyum smirk nya
"Tapi... Saya tidak punya uang tuan.. Untuk makan saja saya terkadang berhutang dan mengharapkan belas kasih orang lain.. " Zefa sengaja memelas agar mendapatkan keringanan..
"Siapa juga yg mengharapkan uang mu,, saya hanya ingin kamu temani saya makan malam"
Zefa mendongak kaget.. Jika menerima ajakan nya bagaimana dengan suami nya, ia merasa tidak pantas pergi bersama lelaki lain. Tapi jika menolak harus dengan apa dia mengganti semua uang yg sudah d keluarkan oleh Rafael..
Setelah terjadi perang batin, mau tak mau Zefa akhirnya mengangguk.. Persetan lah dengan Wahyu, lagi pula Wahyu tidak akan peduli dengan nya...
Rafael bahagia mendengar jawaban Zefa. Ia mengeluarkan uang dari dompet nya.
"Belilah semua kebutuhan mu,, dan lebih nya beli pakaian yg layak untuk mu"
Zefa merasa rendah diri,, karena memang pakaian dia dan Rafael sangat jauh berbeda.. Lihat lah baju yg ia gunakan, bagian ketiak dan beberapa bagian sudah robek..
"Tapi tuan... "
"Tidak ada tapi tapi.. Terima lah, karena kali ini saya ikhlas tanpa pamrih"
Senyuman Rafael membuat Zefa terpesona.. Andai saja dia lebih dulu mengenal Rafael, mungkin dia akan mendekati pria yg duduk d samping nya ini...
"Oia, ini.. " Rafael menyerah kan satu ponsel kepada Zefa..
"Untuk apa ini tuan??? "
"Kebetulan ponsel saya ada 2. Dan agar kamu tidak melarikan diri lagi, saya akan memantau mu,, d dalam nya sudah ada nomor pribadi saya"
Stengah kebingungan Zefa, Rafael melanjutkan kalimat nya..
"Saya pergi dulu,, tunggu kabar dari saya.. Saya akan menghubungimu nanti"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Nurhayati
Ayo terima saja.. kapan lagi mau makan enak..... gak usah jaga gengsi entar lapar sakit lagi 😀
2023-09-09
1
Windarti08
lhah itu tau... suami yang sangat kau cintai itu tak akan pernah peduli padamu, yang dia pedulikan hanya kesenangannya sendiri.
ayoo sadarlah Zefa... jangan bikin malu kaum wanita gitu dong, keluar dari kehidupan rumah tangga yang sangat toxic itu
2023-03-28
0