Rafael memutuskan untuk menginap d rumah orang tua nya..
Dan pagi ini setelah sarapan bersama daddy dan mommy nya, Rafael segera pamit..
Bukan kekantor, tapi tujuan nya sekarang adalah pasar tradisional tempat Zefa bekerja..
Sementara itu, sepeninggal Rafael..
Ardhana dan Nadira yg masih duduk d meja makan membahas cerita Rafael tadi malam..
"Dad... Kenapa ya mommy merasa jika nama Zefanya Anggara itu tidak asing"
"Daddy juga merasa hal yg sama mom"
"Mommy pernah mendengar cerita tentang nama itu, tapi mommy lupa dengar dimana" Nadira masih mencoba mengingat ingat..
"Apa mungkin dari teman teman sosialita mommy?? " tanya Ardhana sambil tersenyum penuh arti..
Hanya Ardhana yg tau arti senyuman itu...
"Entah lah dad, nanti mommy coba tanya sama temen temen mommy"
Ardhana bangkit dari duduk nya diikuti Nadira...
Nadira melambaikan tangan sampai mobil yg d kendarai suami nya menghilang...
Setelah itu dengan segera Nadira mengambil ponsel dan menghubungi teman teman nya menanyakan nama yg tak asing d telinga nya itu..
...****************...
Rafael mencari cari keberadaan Zefa,, tapi yg d cari tidak ia temui..
Rafael mencoba mencari tahu dari orang orang sekitar pasar, dan mengatakan jika Zefa tak lagi bekerja d pasar ini..
Zefa sekarang menjual keripik dengan cara menjajakan nya d sekitar taman tak jauh dari pasar...
Rafael bergegas menuju tempat yg d sebutkan tadi..
Mata Rafael menyisir satu persatu tempat, sampai akhirnya mata hazel nya menangkap satu bayangan wanita yg sedang ia cari..
ZEFA..
Ia terlihat sedang menawarkan dagangan nya kepada orang yg sedang duduk D bangku bangku taman...
Niat menghampiri ia urung kan melihat Zefa berjalan ke arah ny..
"Keripik nya mas??? "
Zefa seperti nya belum sadar jika Rafael D depan nya. karna Rafael menundukkan kepala nya.
"berapa??? " tanya Rafael pelan.
"Sepuluh ribu satu bungkus mas"
Rafael mengeluarkan dompet nya.. Memberi segepok uang kepada Zefa
Zefa tertegun melihat uang yg ada D tangan nya.. Suara ini mengingat kan nya kepada seseorang..
Sebelum kesadaran Zefa pulih, Rafael dengan cepat menarik tangan Zefa
Zefa tidak ada tenaga untuk berontak... Ia hanya bisa mengikuti langkah kaki Rafael yang membawa nya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan taman......
"Saya mau D bawa kemana tuan??? "
Rafael hanya diam tak menjawab hingga mobil membawa mereka menuju parkiran sebuah apartemen elit D kota itu...
"Turunlah" Rafael membuka kan pintu Zefa..
"Kita dimana tuan????" Rafael tak mengubris setiap pertanyaan yg D lontarkan oleh Zefa...
Tiit..
Pintu otomatis terbuka saat Rafael menggesekkan sebuah kartu D sana...
"Masuklah"
"Tapi..... "
"Jika kamu tak mau masuk, aku akan memaksa mu" Ucapan Rafael yg dingin membuat Zefa tak berkutik dan mengikuti perintah Rafael. Jujur saja,, Zefa sangat trauma takut dengan ancaman. Karena Wahyu selalu mengancam nya...
"Duduk lah" Zefa duduk D sofa seberang Rafael, menunduk dan menautkan kedua tangan nya takut..
"Kenapa selama seminggu ini ponsel mu tidak aktif???? "
Zefa mendongak
"Maaf kan saya, ponsel yg anda berikan hilang D copet orang tuan"
"Hmmmmtth" helaan nafas Rafael membuat Zefa kembali menunduk kan kepala..
"Maaf tuan, jika ada uang saya akan mengganti nya"
"Bukan masalah uang, tapi aku hanya ingin mendengar kabar mu. Kamu tau jika selama ini kamu membuat ku khawatir???? "
Zefa menatap Rafael, bingung dengan pernyataan Rafael...
"Maksud nya tuan??? "
"Tidak ada,, apa kamu tidak bekerja D pasar itu lagi???"
"Sekarang sudah tidak lagi,, sekarang saya menjual keripik kentang dan menjajakan nya tuan"
"Hmmm Apa kamu mau bekerja untukku????"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Nurhayati
Ih ... jangan lebay tuan....teman bukan....
saudara juga bukan....masak sampai kepikiran gitu 😀
2023-09-09
1