Jawaban Zefa membuat Rafael pilu,, d saat ia dengan mudah menghamburkan uang. Disini ada seseorang yg seperti nya sangat membutuhkan pertolongan..
Lihat saja, wanita ini berencana melarikan diri.. Padahal untuk menginap beberapa hari pun Rafael sanggup membayar tagihan nya...
"Sudah sepi, ayo tuan kita kabur"
Tanpa sengaja Zefa menarik tangan Rafael. Tapi Rafael hanya diam d tempat nya berdiri membuat Zefa menoleh..
"Ayo cepat jalan tuan,, nanti kita ketahuan"
Melihat itu wajah panik s wanita yg baru ia sadari ternyata cantik itu membuat nya tersenyum dan menoleh..
"Saya sudah membayar nya untuk beberapa hari kemudian, jadi jangan mencoba kabur seperti itu"
Zefa terdiam,, ia melihat penampilan pria yg sudah menolong nya itu..
Dari atas sampai bawah pakaian nya bermerek. Oh no... Lihat lah jam tangan yg ia pakai... Harga nya bisa mencapai ratusan juta...
Zefa yg notabene anak orang kaya mengetahui sedikit banyak nya tentang fashion...
" Saya.... " Lidah Zefa mendadak kelu..
"Sebaik nya anda kembali ke atas ranjang,, dan beristirahat.. Oia,, siapa nama anda nona???? "
"Zefania Anggara" Jawab Zefa menunduk, ia merasa malu dan rendah diri..
"Kenapa nama belakang nya sangat tak asing??? Anggara??? Dimana aku pernah mendengar nya ya??? " gungam Rafael dalam hati..
Setelah sekian lama mengingat, Ah aku tau...
"Apa anda dari keluarga Devan Anggara??? " tebak Rafael cepat, dengan senyum percaya diri nya.
Seketika Zefa mengangkat wajah nya menatap Rafael. Ia lupa jika pria d depan nya ini adalah orang kaya dan sedikit banyak nya pasti mengetahui tentang keluarga nya..
"Tidak,,, mungkin persamaan nama saja" jawab Zefa dengan cepat, agar tak menimbulkan kecurigaan.
Rafael mengangguk lemah.. "Kenapa aku merasa ada yg mencurigakan disini???? Aku harus mencari tau semua nya"
"Oo.. ya sudah. Mungkin hanya kebetulan saja. oh iya, ini kartu nama saya.. Jika anda membutuhkan bantuan, segera hubungi saya"
Zefa mengambil alih kartu nama tersebut, dan mengangguk..
"Terima kasih sudah menolong saya tuan Rafael"
Rafael mengangguk dan tersenyum..
Jika saja Zefania belum menikah, mungkin ia akan terpesona melihat ke tampanan pria d hadapan nya ini.. Tapi buru buru ia mengalihkan pandangan nya..
"Sudah sangat larut malam,, apa anda mau saya menghubungi suami anda agar bisa kesini dan menemani anda??? "
Zefa menggeleng lemah.. Wahyu tak akan mau menemani nya saat ini.. Karena pasti saat ini Wahyu juga tengah bersama teman teman nya dan tak akan suka d ganggu. Lagipula Zefa juga merasa malu jika Rafael nanti tau bagaimana hubungan tak sehat nya dengan Wahyu.
"Nona??? " Panggilan Rafael memutus lamunan Zefa..
"Saya akan mengutus seseorang untuk menjemput suami anda, jadi silahkan anda sebutkan alamat rumah anda nona" Rafael kembali berucap seraya memegang ponsel d sebelah tangan nya.
"Tidak usah repot tuan. Lagian suami saya... sedang tidak ada d rumah"
"Ya sudah, jika begitu keadaan nya,, saya akan mengutus seseorang untuk menemani anda disini sampai anda pulih"
"Tidak usah tuan" tolak Zefa merasa tidak enak.
"Tidak apa apa nona, sudah tugas saya menolong sesama. Sekarang beristirahat lah nona. Saya akan pergi dan besok akan kembali kesini. Selamat malam nona" Rafael kembali tersenyum..
"" Sekali lagi terimakasih tuan"
Rafael mengangguk dan berbalik meninggalkan Zefania seorang diri ..
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments