Sekarang status Zefa berubah. Dari asisten rumah tangga naik pangkat menjadi calon istri tuan rumah.
Rafael membuktikan semua perkataan nya. Dia benar benar memanjakan Zefa bak ratu.
Juga Rafael memberikan uang bulanan kepada Zefa dalam jumlah yg banyak. Seketika hidup Zefa berubah total..
Hanya saja, Zefa menolak permintaan Rafael yg meminta nya tinggal d apartemen..
Bukan tak mau, tapi Zefa takut jika sewaktu waktu Wahyu pulang dan mencari nya.. Juga takut nanti tetangga akan menggosip yg tidak tidak tentang dirinya.
Rafael bahkan menugaskan seorang supir untuk mengantar jemput Zefa pulang ke rumah nya. Awalnya Rafael ingin memberikan sebuah mobil, tapi dengan tegas Zefa menolak mentah mentah. Apa kata tetangga nya nanti.
Jika hari biasa, Zefa akan kembali ke rumah nya saat sore hari. Tapi jika weekend, Zefa akan terkurung d dalam apartemen bersama Rafael..
Ya karena saat weekend, Rafael tak kenal waktu menghabisi Zefa.. D atas ranjang tentu nya..
Tuuubuuh Zefa bak candu untuk Rafael..
Bahkan dengan Friska saja Rafael tidak mendapatkan kepuuuasaaan batin.. Hanya monoton dan terpaku dengan satu gaya..
Dan hanya Zefa yang bisa mengimbangi permainan Rafael.
.
.
Pagi ini Zefa bergegas menuju apartemen Rafael. Supir sudah menunggu nya D depan gang perumahan.
Zefa memang selalu minta D jemput D sana, agar tak ada yg mencurigai nya.
"Hai Zefa... " Sapa Dini.
"Ya.. din.. Maaf ya, aku duluan. Udah mepet soalnya. Takut terlambat"
"Tunggu Zefa" Dini membuat langkah Zefa terhenti.
"Cariin aku kerja kayak kamu juga donk,,, bosan drumah mulu"
Zefa terdiam..
"Hmmm, sekarang sih belum ada lowongan din.. tapi kalau ada ntar aku kasih tau ya"
Jawab Zefa sopan..
"Emang kamu kerja apaan sih??? Kayak nya enak bangeet"
"Aku jadi asisten rumah tangga din. Kebetulan majikan aku baik bangeet"
"oooo"
"Ya udah din, aku pergi dulu ya"
Dini mengangguk. Tapi dia mengikuti langkah kaki Zefa dan bersembunyi d balik tiang saat Zefa menaiki sebuah mobil mewah.. Dan lihat lah, Zefa duduk d belakang seperti seorang bos. Dini diam diam mengambil foto Zefa..
"Kenapa gue gak yakin kalau Zefa jadi pembantu.. Gue rasa memang tuh s Zefa jadi simpanan. Gue harus kasih tau Wahyu niih.. Biar d tampar dan d bunuh sekalian. Hahaha"
Dini melangkah kan kaki dengan riang. Dia tak sabar untuk melaporkan kejadian ini..
.
.
Sementara itu dalam mobil.
"Maaf ya pak, bapak nunggu nya lama. "
"Gak papa non, langsung ke apartemen aja non??? "
"Iya Pak."
Sesampainya d apartemen, Zefa melihat Rafael masih bergelung dalam selimut.
Dan Zefa memutuskan memasak sarapan. Baru nanti membangunkan Rafael.
" Sayaaang" Rafael memeluk Zefa dari belakang..
"Mas,, aku lagi masak"
Ciuman Rafael d leher membuat bulu kuduk Zefa berdiri..
"Kayak nya d sini boleh kita coba"
"Tapi mas,, aku lagi masak lo"
Rafael matikan kompor, dan menggendong Zefa hingga telentang d atas meja makan...
Rafael seakan tak pernah puas menyentuh tubuh Indah Zefa...
Rafael maupun Zefa merasakan nikmat nya surga dunia yg tidak mereka dapat kan dari pasangan masing masing.
Mereka merasa jika dunia adalah milik mereka berdua...
"Aku udah pesan makanan nya, kamu pasti capek, istirahat lah dulu"
"Ya iyalah capek,, udah 3x lo pagi ini. Rasanya tulang tulang ku remuk semua"
Saat ini mereka tengah berpelukan d sofa.
"Aku bahagia sayang" Tak henti nya Rafael menciumi pipi Zefa..
"Aku juga" Zefa mencium sekilas bibir Rafael..
"Jangan mulai sayang,, punya ku bereaksi dengan sentuhan mu"
"Jangan mulai deh mas,,, aku lapar"
"Sebentar lagi makanan kita datang,,, makan yg banyak karena hari ini aku akan membuat mu tak bisa berdiri "
"Aku capek mas,, sungguh"
"Tidak ada alasan, aku sengaja meninggalkan pekerjaan ku hari ini hanya untuk mu"
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments