Sulit untuk percaya

Mayang memperhatikan wajah Erwin yang saat ini seperti sedang berpikir keras. Entah apa yang dia pikirkan hingga wajahnya begitu serius. Eh engga, wajah Erwin tidak serius, ada kesan nakal di dalam tatapannya membuat Mayang bertanya-tanya di dalam hatinya.

Wajah Erwin tiba-tiba menyeringai menyadari tatapan Mayang, “Ada apa, apakah kamu sudah menjadi pengagum rahasiaku?" goda Erwin membuat Mayang tertawa.

Dalam hatinya ia meringis, apa begitu sulit membuat kulit wajah Mayang merona? Mayang terlihat tidak terpengaruh dengan pujian yang dia berikan tetap datar dan kadang tidak tersentuh emosi.

“Aku yakin kau sudah memiliki pengagum rahasia yang bejibun jadi tidak perlu tambahan orang lagi,” sahut Mayang menerima goodie bag yang sejak tadi berada di tangan Erwin.

“Mayang, kamu sudah makan belum?” tanya Erwin begitu mereka keluar dari gerai cosmetic.

"Jangan bilang kamu mau ketemu denganku cuma buat ngajak aku makan. Aku sudah makan tadi,” sahut Mayang.

“Sama siapa, eh kamu di sini tadi sama siapa, kamu ga kerja?”

“Aku tadi nemenin tamu dari daerah, dan dia tadi ada ketemu dengan pengelola gedung lalu kami makan siang di sini.”

“Jadi tawaranku ngajak makan kamu ga berarti?”

“Gak,” jawab Mayang singkat.

Walaupun mereka tidak berhubungan lama waktu sekolah, tetapi berbicara dengan Erwin memang membuat Mayang memiliki sikap manja yang sudah lama terpendam tanpa dia sadari.

“Kalau kamu tidak bersedia, bagaimana kalau kita cari tempat untuk bicara, ada yang perlu aku bicarakan denganmu sekaligus aku berharap kau bisa membantuku.”

“Membantumu? Kau memerlukan bantuanku? Kau tidak bercanda kan?”

“Serius Mayang…aku gak bercanda kok.”

“Baiklah, tapi aku berhak menolak memberimu bantuan, kan?”

“Iya Mayang…kau bebas menolak bila tidak bersedia. Hanya saja kau menjadi wanita yang begitu tega menolak membantu orang sedangkan aku adalah temanmu sendiri,” keluh Erwin sementara Mayang hanya mengangkat bahu. Tidak peduli.

Mayang mengikuti langkah kaki Erwin yang berjalan disampingnya. Tidak seperti lelaki lain yang berusaha mencari kesempatan, Erwin membiarkan tangan Mayang bergerak bebas, hanya sesekali dia melirik atau menoleh untuk memastikan kalau Mayang mengikutinya.

Menghadapi tingkah Erwin, Mayang hanya bisa berguman dalam hati, “Bagaimana aku bisa pergi sementara tas belanja kamu yang bawa.”

“Kita mau kemana? Maksudku kamu mau cari tempat minum dimana?” tanya Mayang.

Sudah sejak tadi mereka berjalan tetapi Erwin sama sekali tidak menuju satu tempat manapun sementara kakinya sudah mulai lelah berjalan.

“Di sana tempatnya enak untuk bicara,” jawab Erwin mengarahkan jarinya pada satu arah.

Sebuah café yang terlihat nyaman dan berkelas hingga Mayang menatap ragu ke arah lelaki yang ada di sampingnya.

“Kau serius, mau bicara apa sih?”

"Aku serius, apa kau tidak percaya denganku?”

“Percaya sama kamu? Aku tidak percaya karena aku hanya percaya pada Sang Pencipta,” jawab Mayang membuat mata Erwin melotot.

Siapa pun juga tahu kalau percaya hanya pada Tuhan, tapi mereka sedang berbicara antar teman lalu mengapa Mayang harus bicara seperti itu. Wajah kesal Erwin tidak luput dari pengamatan Mayang hingga dia itu tertawa geli.

“Baiklah, aku akan menemanimu bicara, tapi aku tidak punya waktu banyak,” jawab Mayang pada akhirnya.

Siapa yang menduga jawaban Mayang yang terkesan kurang berminat ternyata membuat Erwin begitu bersemangat hingga Mayang harus berjalan lebih cepat agar bisa mengimbangi langkahnya.

“Sadar, gak, sih, kalau aku ini perempuan yang langkah kakinya gak sepanjang dia,” gerutu Mayang sengaja dibuat agak keras agar Erwin bisa mendengarnya.

Namun, harapannya hanya sia-sia saja karena Erwin hanya meliriknya seolah dia tidak menganggap perlu membalas keluhan Mayang.

Duduk berdua secara berhadapan dengan wajah Erwin yang menatap tajam membuat Mayang memasang wajah dingin tanpa dia sadari. Wajah yang seolah-olah menjadi tameng untuk melindunginya agar tidak terluka.

Erwin mengerutkan keningnya. Dalam hatinya dia berpikir apa yang terjadi pada Mayang, mengapa wajahnya begitu cepat berubah dari ekspresi hangat menjadi membeku. Mungkinkah Mayang pernah terluka hingga dia harus melindungi dirinya sebelum terluka.

“Kita sudah memesan minuman dan juga sudah cukup lama di sini. Apa yang mau kau bicarakan denganku,” kata Mayang mengingatkan.

“Ada apa, apakah kita tidak bisa bersantai sejenak. Kita adalah teman lama dan sudah lama tidak pernah bertemu,” kata Erwin tanpa melepaskan tatapan matanya.

“Kau salah, kita bukan teman lama. Kita memang pernah berhubungan tetapi hubungan yang tidak berkesan,” jawab Mayang tenang.

“Ada apa Mayang, apa kau marah padaku?”

“Aku tidak mempunyai kepentingan yang bisa membuatku marah. Jadi tidak bisakah kau mulai bicara?”

Ya Tuhan…tidak bisakah wanita di depannya lebih santai dan menikmati waktu bersamanya?

Tidak semua orang bisa duduk menikmati waktu bersama dengannya. Dan di depannya justru ada wanita yang begitu sulit untuk duduk tenang bersamanya. Apakah Mayang bukan wanita normal? Tidak, Mayang adalah wanita normal, dia hanya memiliki sesuatu yang tidak mau semua orang tahu.

Erwin kembali menatap wajah Mayang yang mulai tidak sabar menunggunya bicara hingga dia lebih memilih menikmati minuman daripada menanggapi Erwin yang sejak tadi sibuk memandangi wajahnya.

Namun, sikap dan perhatian Erwin lama-lama membuatnya risih karena tatapannya kini menjadi lebih dalam terkesan berusaha menyelami dirinya. Apa yang ingin Erwin ketahui dari memandanginya.

“Dan kenapa kau menatapku seperti itu, ada yang aneh?”

“Sedikit. Wajahmu memiliki kecantikan yang tidak dimiliki oleh wanita lain, tapi mengapa kamu menyembunyikan nya?"

“Apa kamu percaya kalau aku tidak ingin bersaing dengan wanita yang memiliki kecantikan yang sama?"

“Kau tidak perlu bersaing untuk membuktikan karena kau memang cantik. Dirimu bukanlah yang lain, meskipun kau bilang kamu memiliki saudara kembar, aku yakin kamu tetap berbeda."

Tawa itu begitu segar dan juga merdu ditelinga Erwin. Suara tawa yang tidak dibuat-buat dan mengalir begitu saja. Mayang sudah membuat Erwin bingung karena tidak bisa diduga.

Sebelumnya wajah Mayang begitu dingin dan terkesan sulit dibuat tersenyum apalagi tertawa, tetapi hanya dengan sedikit memujinya, dia langsung tertawa walaupun bukan suara tawa yang diharapkan Erwin.

“Boleh aku tahu, hari ini aku wanita keberapa yang mendapat pujian darimu?" tanya Mayang.

"Apa kamu percaya kalau aku bilang kamu wanita keseratus yang aku puji hari ini?" sahut Erwin balik bertanya.

"Tidak"

"Kenapa masih bertanya kalau tidak percaya.”

“Karena aku yakin hari ini kau belum bertemu dengan seratus orang wanita. Ingat bukan wanita yang kau temui melalui dunia maya,”

“Kalau dunia Gatot bagaimana?” tanya Erwin.

“Ga lucu! Lagipula kalau aku percaya sama saja aku mengatakan bahwa kamu seorang pengangguran yang kerjanya hanya memuji dan merayu wanita saja dan aku yakin kamu tidak seperti itu."

“Kata-katamu manis dan aku suka mendengarnya."

“Terima kasih."

Mayang tidak peduli dengan segala pujian yang Erwin berikan karena dia terlalu sibuk dengan isi gelas yang perlahan-lahan mengalir melalui tenggorokannya dan berakhir di bagian organ tubuhnya yang lain.

Pernahkan Erwin tertarik pada wanita yang sedang menyeruput minuman langsung dari gelasnya dengan mata tidak berkedip?

Tidak. Erwin tidak pernah tertarik pada wanita yang menikmati minumannya melalui gelasnya langsung. Erwin lebih suka melihat wanita minum melalui sedotan karena otak liarnya langsung traveling dan membayangkan kalau dirinya yang menjadi sedotan tersebut.

Erwin tidak bisa berkedip karena tertarik dengan bentuk bibir dan juga gerakan lidah Mayang saat dia menghapus sisa minumannya di bibirnya.

"Win, sampai kapan kamu diam dan tidak mau bicara? Lihat, langit sudah mulai mendung, apa kita masih akan tetap berada disini?" tanya Mayang.

Dia mulai jengah dengan sikap Erwin yang seperti memujanya sedangkan ia tahu, bahwa dirinya jauh dari kata menarik.

“Apa kau setuju untuk menjadi istriku?" tanya Erwin.

“Hah?!”

Mayang menatap Erwin tidak berkedip. Belum pernah Mayang mendengar kalimat tidak masuk akal dari seorang lelaki yang sangat terkenal dan kalimat tersebut adalah permintaan atau pertanyaan setuju untuk menjadi seorang istri.

Apakah Erwin sebelum datang menemuinya mengalami benturan keras hingga ucapan yang keluar dari mulutnya tidak masuk akal dan tidak melalui penyaringan lebih dulu?

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Erwin main tembak langsung aja. siapa juga pasti kaget lah Win

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Sakit kepala
2 Mengikuti kemauan
3 Ketemu mantan
4 Penasaran
5 Sakit hati
6 Kemarahan
7 Kapan berakhir
8 Selalu ada yang lain
9 Pengalaman baru
10 Penilaian
11 Perbedaan yang besar
12 Ketemu lagi
13 Sulit untuk percaya
14 Lebih dari permintaan
15 Lebih dari menerima
16 Tidak bisa memilih
17 Beda kelas
18 Cukup sudah
19 Menguji kesabaran
20 Selalu ada pilihan
21 Sebuah permulaan
22 Arti kesetiaan
23 Menginap di tempat asing
24 Nama yang tersimpan
25 Selalu ada sebab akibat
26 Pemandangan langka
27 Menyusun rencana
28 Godaan besar
29 Penemuan baru
30 Berpikir lurus
31 Tidak bergantung
32 Lebih dari sekedar ingin tahu
33 Tidak ada yang kebetulan
34 Bukan yang aku inginkan
35 Tidak adil
36 Jangan asal tuduh
37 Aku di matamu
38 Perhatian lebih
39 Sempurna
40 Bikin lupa
41 Hasil Menguping
42 Pertemuan kedua
43 Tidak rela melepaskan
44 Yang berbeda
45 Penilaian
46 Keyakinan dan kepastian
47 Uji mental
48 Wawancara atau interogasi
49 Melindungi
50 Keinginan Danisa
51 Belajar mengenal
52 Kedatangan Rachel
53 Telepon tengah malam
54 Bukan yang biasa
55 Ingin tahu
56 Banyak pertanyaan
57 Apa maunya
58 Deal
59 Ikut merasakan
60 Tantangan baru
61 Nasihat dari keluarga
62 Sebuah permintaan
63 Sebuah permainan baru
64 Bertemu Indri
65 Bukan seperti ini
66 Pesan dari keluarga
67 Penyelesaian yang jitu
68 Tertipu
69 Dia lagi
70 Yang berbeda
71 Pintu yang terbuka
72 Hari yang berbeda
73 Semangat Mayang
74 Perhatian
75 Jangan membuatku lemah
76 Keputusan
77 Tidak ada kebimbangan
78 Salah sasaran
79 Yang lama tersimpan
80 Sebab akibat
81 Peraturan
82 Ember bocor
83 Setipis kulit bawang
84 Panik
85 Aku menunggu
86 Bahagialah
87 Gencatan senjata
88 Tidak tahu malu
89 Tidak sebanding
90 Jangan memaksa
91 Perhatian yang berbeda
92 Sabar lebih baik
93 Istriku yang cantik
94 Seperti berada di dunia lain
95 Jangan ragu
96 Bukan topeng biasa
97 Sesuai keinginan
98 Nilai sebuah kepercayaan
99 Bukan yang lain
100 Puas berdua
101 Semudah itu
102 Menagih janji
103 Karyawan istimewa
104 Jalan keluar
105 Di luar kemampuan
106 Masihkah ada
107 Niat jahat
108 Janji
109 Informasi atau jebakan
110 Salah atau kalah
111 Peringatan
112 Ada untukmu
113 Cari ide
114 Sebuah usul
115 Yang terhebat
116 Bukan benar dan salah
117 Bersamamu
118 Jangan membuatku gila
119 Terluka kembali
120 Mengapa
121 Bercerminlah
122 Tidak ada kompromi
123 Antara masalah dan musibah
124 Tuduhan keji
125 Diam bukan emas
126 Haruskah menerima
127 Bukan pasangan yang tepat
128 Rencana yang gagal
129 Tidak menemukanmu
130 Kabar buruk atau bahagia
131 Mayang oh Mayang
132 Sesak dan menyakitkan
133 Ketika semua orang menyalahkan
134 Cantik mana
135 Perlahan tapi pasti
136 Kejutan
137 Isyarat
138 Dekat
139 Tambah dekat
140 Main cantik
141 Cari pemenang
142 Pulang
143 Kemarahan Riezka
144 Aku ingin menebus kesalahan
145 Penyesalan Erwin
146 Seperti orang asing
147 Tetap berusaha walaupun sulit
148 Episode baru kehidupan
149 Ijinkan aku bahagia
150 Sakitnya masih terasa
151 Pelan tapi pasti
152 Wajah asing
153 Jangan membuatku kecewa lagi
154 Semua ingin bahagia
155 Salah paham
156 Semua sudah selesai
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sakit kepala
2
Mengikuti kemauan
3
Ketemu mantan
4
Penasaran
5
Sakit hati
6
Kemarahan
7
Kapan berakhir
8
Selalu ada yang lain
9
Pengalaman baru
10
Penilaian
11
Perbedaan yang besar
12
Ketemu lagi
13
Sulit untuk percaya
14
Lebih dari permintaan
15
Lebih dari menerima
16
Tidak bisa memilih
17
Beda kelas
18
Cukup sudah
19
Menguji kesabaran
20
Selalu ada pilihan
21
Sebuah permulaan
22
Arti kesetiaan
23
Menginap di tempat asing
24
Nama yang tersimpan
25
Selalu ada sebab akibat
26
Pemandangan langka
27
Menyusun rencana
28
Godaan besar
29
Penemuan baru
30
Berpikir lurus
31
Tidak bergantung
32
Lebih dari sekedar ingin tahu
33
Tidak ada yang kebetulan
34
Bukan yang aku inginkan
35
Tidak adil
36
Jangan asal tuduh
37
Aku di matamu
38
Perhatian lebih
39
Sempurna
40
Bikin lupa
41
Hasil Menguping
42
Pertemuan kedua
43
Tidak rela melepaskan
44
Yang berbeda
45
Penilaian
46
Keyakinan dan kepastian
47
Uji mental
48
Wawancara atau interogasi
49
Melindungi
50
Keinginan Danisa
51
Belajar mengenal
52
Kedatangan Rachel
53
Telepon tengah malam
54
Bukan yang biasa
55
Ingin tahu
56
Banyak pertanyaan
57
Apa maunya
58
Deal
59
Ikut merasakan
60
Tantangan baru
61
Nasihat dari keluarga
62
Sebuah permintaan
63
Sebuah permainan baru
64
Bertemu Indri
65
Bukan seperti ini
66
Pesan dari keluarga
67
Penyelesaian yang jitu
68
Tertipu
69
Dia lagi
70
Yang berbeda
71
Pintu yang terbuka
72
Hari yang berbeda
73
Semangat Mayang
74
Perhatian
75
Jangan membuatku lemah
76
Keputusan
77
Tidak ada kebimbangan
78
Salah sasaran
79
Yang lama tersimpan
80
Sebab akibat
81
Peraturan
82
Ember bocor
83
Setipis kulit bawang
84
Panik
85
Aku menunggu
86
Bahagialah
87
Gencatan senjata
88
Tidak tahu malu
89
Tidak sebanding
90
Jangan memaksa
91
Perhatian yang berbeda
92
Sabar lebih baik
93
Istriku yang cantik
94
Seperti berada di dunia lain
95
Jangan ragu
96
Bukan topeng biasa
97
Sesuai keinginan
98
Nilai sebuah kepercayaan
99
Bukan yang lain
100
Puas berdua
101
Semudah itu
102
Menagih janji
103
Karyawan istimewa
104
Jalan keluar
105
Di luar kemampuan
106
Masihkah ada
107
Niat jahat
108
Janji
109
Informasi atau jebakan
110
Salah atau kalah
111
Peringatan
112
Ada untukmu
113
Cari ide
114
Sebuah usul
115
Yang terhebat
116
Bukan benar dan salah
117
Bersamamu
118
Jangan membuatku gila
119
Terluka kembali
120
Mengapa
121
Bercerminlah
122
Tidak ada kompromi
123
Antara masalah dan musibah
124
Tuduhan keji
125
Diam bukan emas
126
Haruskah menerima
127
Bukan pasangan yang tepat
128
Rencana yang gagal
129
Tidak menemukanmu
130
Kabar buruk atau bahagia
131
Mayang oh Mayang
132
Sesak dan menyakitkan
133
Ketika semua orang menyalahkan
134
Cantik mana
135
Perlahan tapi pasti
136
Kejutan
137
Isyarat
138
Dekat
139
Tambah dekat
140
Main cantik
141
Cari pemenang
142
Pulang
143
Kemarahan Riezka
144
Aku ingin menebus kesalahan
145
Penyesalan Erwin
146
Seperti orang asing
147
Tetap berusaha walaupun sulit
148
Episode baru kehidupan
149
Ijinkan aku bahagia
150
Sakitnya masih terasa
151
Pelan tapi pasti
152
Wajah asing
153
Jangan membuatku kecewa lagi
154
Semua ingin bahagia
155
Salah paham
156
Semua sudah selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!