Penasaran

Suara tawa yang dibarengi dengan kalimat peringatan yang ditujukan Mayang pada Erwin menarik perhatian pria itu.

    Ingatannya tertuju pada sosok perempuan yang pernah dia jumpai setahun lalu. Wanita yang memiliki wajah sangat mirip dengan Mayang hingga sama sekali tidak terlihat perbedaannya. Tentu saja bila wanita itu berdandan secara normal dan tidak berlebihan.

    Erwin tidak bisa langsung membalas ucapan Mayang karena dia masih memikirkan wanita yang pernah dia lihat.

    Apakah dia melakukan kesalahan sehingga Mayang harus mengucapkan kalimat yang berisi peringatan, ataukah wanita yang pernah dia temui sudah berbicara dengan Mayang?

    Erwin menggelengkan kepala tanpa sadar membuat Mayang yang masih berdiri di depannya terkekeh geli.

    "Aku duluan ya," ucap Mayang mengalihkan perhatian Erwin yang sebelumnya sibuk berpikir.

    "Hati-hati, aku akan mengubungimu nanti," jawab Erwin memandang Mayang yang sudah berdiri di depan pintu bus.

    Bagi Mayang pertemuannya dengan Erwin tidak ada yang istinewa dan sama seperti dia bertemu dengan teman-temannya. Yang berbeda hanyalah mereka pernah mempunyai hubungan spesial walaupun berlangsung sangat singkat.

    Sementara buat Erwin, bertemu dengan Mayang telah memberinya jalan keluar karena otaknya nyaris tidak bisa lagi di ajak berpikir karena masalah yang dia hadapi. Setidaknya Erwin yakin kalau Mayang akan memberikan bantuan yang tepat.

    Dalam industri pendukung kecantikan nama Erwin Hadinata bukan nama baru. Nama Erwin sudah cukup dikenal khususnya oleh para artis dan model.

    Industri yang semula hanya bergerak di bidang kosmetik dengan pasar Asia Tenggara di bawah pimpinannya hasil industry tersebut sudah berhasil memasuki pasar Eropa.

    Sayang, semua keberhasilan yang sudah dia capai mendapatkan sedikit halangan. Kakeknya sebagai pendiri Yestestvennaya Krasota biasa disebut YK yang berarti Kecantikan Alami menuntut agar Erwin segera menikah.

    Tidak ada syarat lain yang diberikan oleh kakeknya yang bernama Harun Hadinata selain Erwin harus menikah dan mempunyai keturunan.

    Menikah dan mempunyai keturunan buat Erwin bukan masalah. Dia mempunyai kekasih yang cantik dan menjadi idaman semua lelaki.

    Namun, Erwin tidak mengerti pada saat dia membutuhkan Rachela dan berharap kekasihnya bisa mendampinginya Rachela justru menolak lamarannya.

    Buat Erwin, alasan yang diberikan Rachela tidak masuk akal dan sangat mengada-ada. Dia selama ini sudah bersabar dan selalu mendukungnya bahkan menjadikan dirinya sebagai BA perusahannya.

    Rachela, menurut Erwin menjadi wanita yang anti pernikahan. Dia seperti mengagungkan kebebasan sementara Erwin sendiri adalah lelaki yang hanya setia pada satu wanita.

    Kembali, pikiran Erwin yang tengah mengembara dipaksa berhenti karena suara pemberitahuan yang berasal dari rekaman elektronik yang menggantikan tugas kondektur yang selama ini selalu terdengar di bis kota pada umumnya.

    Erwin dengan cepat bangun dari duduknya dan bersiap-siap menunggu pintu mobil terbuka pada saat berhenti di halte,  kebetulan halte tersebut adalah halte yang menjadi tujuan Erwin.

    Turun dari bus, Erwin berjalan kaki menuju salon mobil tempat mobilnya berada sekarang. Dia tidak perlu naik kendaraan lagi karena letaknya tidak begitu jauh.

    "Malem. Aris ada di dalam?" tanya Erwin pada salah seorang montir yang masih sibuk dengan mobil yang sedang dia dandani.

    "Ada bos. Udah di tunggu dari tadi," jawab montir yang disapa Erwin.

    "Oke, Ada di kantornya, kan?” kata Erwin yang ditanggapi dengan anggukan kepala.

    Bagi Erwin, salon mobil milik temannya itu sudah seperti miliknya sendiri. Dia sudah mempercayakan kenyamanan dan keamanan mobilnya pada teman yang dia temui pada saat dia masih SMP sebelum dia pindah ke sekolah lain.

    Langkah kaki Erwin terhenti pada saat dia tiba di depan ruangan berdinding kaca dan dia tidak perlu mengetuk pintu karena orang yang dicarinya sudah melihat kehadiran dirinya.

    "Aku kira ga jadi dateng," sapa Aris setelah pintu ruang kerjanya terbuka.

    "Biasa...tiba-tiba ada kerjaan yang harus aku tangani langsung," jawab Erwin.

    Aris untuk Erwin bukan hanya teman SMP walupun mereka tidak bergaul cukup lama, tetapi mereka bertemu kembali saat kuliah/

    Kedekatan mereka semakin erat begitu mereka memiliki hobi dan minat yang sama. Sama-sama tertarik dengan automotif walaupun mereka tidak berasal dari fakultas yang sama.

    “Paham kok kalau bos yang bicara,” jawab Aris tertawa sambil bangun dan berjalan keluar dari ruangannya.

    “Mobilmu sudah selesai sesuai dengan yang kau inginkan. Aku harap kau puas dengan semua yang sudah kami berikan pada mobilmu,” kata Aris ketika mereka sudah tiba di area khusus tempat sebuah mobif sport mewah berada.

    “Aku yakin kau pasti mampu melakukan sesuai permintaanku,” jawab Erwin yang kini berdiri si sebelah Aris menatap puas dengan benda besi yang ada di depannya.

    Erwin bangga karena dirinya bisa menilai dengan baik kinerja anak buahnya Aris. Dia tidak salah pilih orang karena memberikan mobilnya untuk di modifikasi dan di dandani sedemikian rupa.

    Sebuah mobil yang sudah mengalami banyak perubahan. Bukan saja pada interiornya tetapi juga pada kekuatan mesinnya. Sungguh mobil yang sangat menakjubkan, tetapi dia harus bisa mengetahui kekuatan mesnnya. Apakah sesuai dengan keinginannya atau tidak.

    “Anak buahku sudah melakukan percobaan pada mobilmu dan hasilnya sangat memuaskan,” beritahu Aris melirik Erwin yang mulai menyalakan mesinnya.

    “Aku sangat menyukainya dan sesuai dengan yang aku butuhkan,” ujar Erwin.

    “Terima kasih. Jangan lupa untuk beritahu anggota klub lainnya,” sahut Aris dengan wajah berbinar.

    “Tidak perlu khawatir. Aku yakin begitu teman-temanku mengetahui kelebihan yang dimiliki mobil ini, mereka pasti akan mencari tahu.”

    “Itu yang aku harapkan dari mobilmu,” sahut Aris tertawa.

    “Omong-omong kau masih ingat dengan Mayang?” tanya Erwin ketika mereka sudah berada di ruang kerja Aris kembali.

    “Mayang? Maksudmu gadis yang menjadi taruhan itu?” tanya Aris setelah terdiam cukup lama.

    “Benar, walaupun aku tidak pernah menganggapnya seperti itu. Aku tadi bertemu dengannya di dalam bus. Kau tahu, dia tidak mengenaliku dan aku harus memaksanya untuk mengingatnya. Dia masih sama seperti dulu, tidak akan bicara kalau tidak ada yang memulainya.”

    Kalimat yang diucapkan Erwin seperti sikap kecewa karena wajahnya yang ganteng tidak membuat seorang wanita mengingat apalagi menyisakan rasa tertarik padanya.

    “Benarkah. Bagaimana dia bisa melupakanmu?” tanya Aris seolah tidak percaya.

    Bagi Aris seorang wanita tidak akan bicara lebih dulu adalah hal yang wajar setelah sekian lama tidak bertemu walaupun bagi Erwin sangat aneh.

    “Aku tidak tahu apakah dia benar melupakan aku atau hanya pura-pura saja. Apa kau tahu alasannya dia pindah dari sekolah? Katanya dia pindah tidak begitu lama setelah aku pindah juga.”

    “Aku tidak tahu dengan jelas. Mungkin Gisel tahu mengapa Mayang pindah sekolah. Kebetulan hari ini dia akan menjemputku,” sahut Aris yang memang tidak pernah suka bergosip.

    “Gisel? Kau serius dengannya?” Erwin mengerutkan keningnya. Dia tidak percaya temannya yang pendiam bisa berhubungan dengan wanita yang terkenal dengan kata-katanya yang tajam.

    “Tentu saja. Heran?” tanya Aris nyengir.

    “Aneh.”

    “Apanya yang aneh, dia wanita dan aku pria.”

    “Kau tahu dengan jelas apa maksudku. Dan berapa total biaya mobilku itu?” Aris berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.

   “Masih ada sisa uangmu di sini. Kemarin kau memberikan pembayaran yang lebih besar dari estimasi yang aku sebutkan.”

    “Benarkah? Aku puas mendengarnya.”

    “Sama-sama.”

    Aris lalu mengeluarkan nota perbaikan mobil Erwin yang hanya mendapatkan tatapan sebelah mata. Tanpa banyak bicara lagi, dia mengeluarkan dompertnya lalu menerima pengembalian dari pembayran yang sudah dia lakukan di muka.

    “Ini buat bayar  tip montirnya,” kata Erwin.

    “Terima kasih.”

    Erwin tahu biaya yang sudah dibebankan oleh Aris sudah termasuk ongkos montir, tetapi dia juga tahu seorang montir berhak menerima hadiah dari pekerjaan yang sudah dia lakukan bila hasilnya memuaskan.

    “Nah itu Gisel,” beritahu Aris.

    “Apa kau masih mau bertanya tentang Mayang?”

    “Tentu. Aku ada rencana untuknya,” jawab Erwin membuat Aris bingung.

    “Rencana apaan?”

    “Rahasia.”

    Bertemu dengan Gisel, wanita yang pernah membuat masalah dengan Erwin ketika dia mendekati Mayang membuat Aris sedikit khawatir.

    Erwin adalah seorang lelaki yang tidak pernah menerima kata tidak sedangkan Gisel adalah wanita yang bisa sangat tertutup bila ada seseorang yang berusaha mencari informasi tentang temannya yang secara kebetulan Mayang adalah teman dekatnya.

    “Halo Gisel, aku tidak mengira bertemu denganmu di sini?” sapa Erwin begitu Gisel sudah berdiri di depannya.

    “Halo juga. Sudah lama gak ketemu dan aku hampir tidak percaya setelah tahu dari Aris kalau kalian masih saling berhubungan,” sahut Gisel setelah dia memberikan kecupan singkat pada Aris.

    “Sebenarnya aku sering ke sini, hanya saja tidak pernah dapat kesempatan bertemu denganmu. Untunglah hari ini aku bertemu denganmu,” kata Erwin yang dibalas Gisel dengan cengiran.

    “Rasa-rasanya aku mencium ada udang dibalik bakwan,” balas Gisel seperti orang mengendus.

    Suara tawa Erwin terdengar geli melihat tingkah laku kekasih temannya itu. Buat Erwin, Gisel adalah teman perempuan yang harus dihadapi dengan hati-hati.

    “Kali ini aku tidak akan mengelak dari tuduhanmu. Kalau kau tidak keberatan, aku ingin bertanya tentang Mayang. Kebetulan aku tadi bertemu dengannya di bus,” kata Erwin berusaha menjelaskan.

    “Mayang…kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang dia. Aku saja sudah lama tidak bertemu dengannya. Kau beruntung bisa bertemu dengannya. Tapi…apa kau tiba-tiba mengabsen penumpang di bus sampai kau bisa tahu Mayang ada di dalam bus yang sama denganmu?”

    Kalau saja Gisel bukan kekasih Aris, dia sepertinya dengan senang hati bicara tegas dan mengatakan dengan lebih kencang bahwa dia bukan lelaki seperti yang ada di dalam pikiran Gisel.

    “Aku tadi bertemu dengannya dan dia mengatakan kalau dia juga ikut pindah tidak lama setelah aku pindah sekolah. Kau tahu apa alasannya?”

    Bagi Erwin lebih aman tidak menanggapi ucapan Gisel yang hanya berakibat dirinya bersitegang dengan wanita perkasa yang ada di depannya.

    “Apa kau percaya kalau aku tidak mengetahui alasannya?” pancing Gisel yang dijawab dengan gelengan kepala.

    “Tidak ada yang tahu apa alasan Mayang pindah sekolah, tetapi dari beberapa informasi yang beredar adalah ada beberapa kakak kelas yang pernah tertarik padamu melihatnya bersama dengan lelaki yang lebih tua dan menjadi sugar baby,” beritahu Gisel.

    “Sugar Baby? Kau percaya Mayang seperti itu?” tanya Erwin terkekeh.

    Apa tidak punya otak orang yang sudah membuat berita seperti itu? Mereka seharusnya tahu dan kenal Mayang lebih dulu sebelum membuat berita bohong dan murahan seperti itu.

    “Aku dan beberapa orang yang kenal dekat dengannya tidak ada yang percaya. Tapi bagi mereka yang tidak mengenalnya?”

    “Berita itu menyebar dengan cepat walaupun Mayang tidak mengakuinya, tetapi semua pembelaan Mayang tidak berarti begitu beberapa foto dari tempat yang berbeda-beda menyebar secara bebas,” jawab Gisel.

    “Foto? Foto apaan?”

    “Foto dia sedang menemani seorang lelaki yang lebih pantas sebagai ayahnya dan juga foto dia dalam pelukanmu dalam keadaan mabuk,” beritahu Gisel lagi. Kali ini dia menatap Erwin tajam.

    “Mayang dalam pelukanku? Kapan?”

    “Entahlah. Sepertinya seminggu sebelum kau pindah sekolah.”

    “Seminggu sebelum aku pindah sekolah…menurutmu apa kita pernah mengajak Mayang keluar?” tanya Erwin pada Aris.

    “Menurutku pernah. Tapi itu terjadi setelah kau memaksanya naik wahana di arena permainan yang dia tidak sukai,” jawab Aris.

    “Tapi kita tidak pernah membawanya ke tempat yang tidak benar,” jawab Erwin yakin.

    “Sebuah gambar dapat bercerita lebih banyak daripada sebuah kebenaran yang kita ketahui,” jawab Gisel dan Aris berbarengan.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

itu kembarannya, bukan mayang

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Sakit kepala
2 Mengikuti kemauan
3 Ketemu mantan
4 Penasaran
5 Sakit hati
6 Kemarahan
7 Kapan berakhir
8 Selalu ada yang lain
9 Pengalaman baru
10 Penilaian
11 Perbedaan yang besar
12 Ketemu lagi
13 Sulit untuk percaya
14 Lebih dari permintaan
15 Lebih dari menerima
16 Tidak bisa memilih
17 Beda kelas
18 Cukup sudah
19 Menguji kesabaran
20 Selalu ada pilihan
21 Sebuah permulaan
22 Arti kesetiaan
23 Menginap di tempat asing
24 Nama yang tersimpan
25 Selalu ada sebab akibat
26 Pemandangan langka
27 Menyusun rencana
28 Godaan besar
29 Penemuan baru
30 Berpikir lurus
31 Tidak bergantung
32 Lebih dari sekedar ingin tahu
33 Tidak ada yang kebetulan
34 Bukan yang aku inginkan
35 Tidak adil
36 Jangan asal tuduh
37 Aku di matamu
38 Perhatian lebih
39 Sempurna
40 Bikin lupa
41 Hasil Menguping
42 Pertemuan kedua
43 Tidak rela melepaskan
44 Yang berbeda
45 Penilaian
46 Keyakinan dan kepastian
47 Uji mental
48 Wawancara atau interogasi
49 Melindungi
50 Keinginan Danisa
51 Belajar mengenal
52 Kedatangan Rachel
53 Telepon tengah malam
54 Bukan yang biasa
55 Ingin tahu
56 Banyak pertanyaan
57 Apa maunya
58 Deal
59 Ikut merasakan
60 Tantangan baru
61 Nasihat dari keluarga
62 Sebuah permintaan
63 Sebuah permainan baru
64 Bertemu Indri
65 Bukan seperti ini
66 Pesan dari keluarga
67 Penyelesaian yang jitu
68 Tertipu
69 Dia lagi
70 Yang berbeda
71 Pintu yang terbuka
72 Hari yang berbeda
73 Semangat Mayang
74 Perhatian
75 Jangan membuatku lemah
76 Keputusan
77 Tidak ada kebimbangan
78 Salah sasaran
79 Yang lama tersimpan
80 Sebab akibat
81 Peraturan
82 Ember bocor
83 Setipis kulit bawang
84 Panik
85 Aku menunggu
86 Bahagialah
87 Gencatan senjata
88 Tidak tahu malu
89 Tidak sebanding
90 Jangan memaksa
91 Perhatian yang berbeda
92 Sabar lebih baik
93 Istriku yang cantik
94 Seperti berada di dunia lain
95 Jangan ragu
96 Bukan topeng biasa
97 Sesuai keinginan
98 Nilai sebuah kepercayaan
99 Bukan yang lain
100 Puas berdua
101 Semudah itu
102 Menagih janji
103 Karyawan istimewa
104 Jalan keluar
105 Di luar kemampuan
106 Masihkah ada
107 Niat jahat
108 Janji
109 Informasi atau jebakan
110 Salah atau kalah
111 Peringatan
112 Ada untukmu
113 Cari ide
114 Sebuah usul
115 Yang terhebat
116 Bukan benar dan salah
117 Bersamamu
118 Jangan membuatku gila
119 Terluka kembali
120 Mengapa
121 Bercerminlah
122 Tidak ada kompromi
123 Antara masalah dan musibah
124 Tuduhan keji
125 Diam bukan emas
126 Haruskah menerima
127 Bukan pasangan yang tepat
128 Rencana yang gagal
129 Tidak menemukanmu
130 Kabar buruk atau bahagia
131 Mayang oh Mayang
132 Sesak dan menyakitkan
133 Ketika semua orang menyalahkan
134 Cantik mana
135 Perlahan tapi pasti
136 Kejutan
137 Isyarat
138 Dekat
139 Tambah dekat
140 Main cantik
141 Cari pemenang
142 Pulang
143 Kemarahan Riezka
144 Aku ingin menebus kesalahan
145 Penyesalan Erwin
146 Seperti orang asing
147 Tetap berusaha walaupun sulit
148 Episode baru kehidupan
149 Ijinkan aku bahagia
150 Sakitnya masih terasa
151 Pelan tapi pasti
152 Wajah asing
153 Jangan membuatku kecewa lagi
154 Semua ingin bahagia
155 Salah paham
156 Semua sudah selesai
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sakit kepala
2
Mengikuti kemauan
3
Ketemu mantan
4
Penasaran
5
Sakit hati
6
Kemarahan
7
Kapan berakhir
8
Selalu ada yang lain
9
Pengalaman baru
10
Penilaian
11
Perbedaan yang besar
12
Ketemu lagi
13
Sulit untuk percaya
14
Lebih dari permintaan
15
Lebih dari menerima
16
Tidak bisa memilih
17
Beda kelas
18
Cukup sudah
19
Menguji kesabaran
20
Selalu ada pilihan
21
Sebuah permulaan
22
Arti kesetiaan
23
Menginap di tempat asing
24
Nama yang tersimpan
25
Selalu ada sebab akibat
26
Pemandangan langka
27
Menyusun rencana
28
Godaan besar
29
Penemuan baru
30
Berpikir lurus
31
Tidak bergantung
32
Lebih dari sekedar ingin tahu
33
Tidak ada yang kebetulan
34
Bukan yang aku inginkan
35
Tidak adil
36
Jangan asal tuduh
37
Aku di matamu
38
Perhatian lebih
39
Sempurna
40
Bikin lupa
41
Hasil Menguping
42
Pertemuan kedua
43
Tidak rela melepaskan
44
Yang berbeda
45
Penilaian
46
Keyakinan dan kepastian
47
Uji mental
48
Wawancara atau interogasi
49
Melindungi
50
Keinginan Danisa
51
Belajar mengenal
52
Kedatangan Rachel
53
Telepon tengah malam
54
Bukan yang biasa
55
Ingin tahu
56
Banyak pertanyaan
57
Apa maunya
58
Deal
59
Ikut merasakan
60
Tantangan baru
61
Nasihat dari keluarga
62
Sebuah permintaan
63
Sebuah permainan baru
64
Bertemu Indri
65
Bukan seperti ini
66
Pesan dari keluarga
67
Penyelesaian yang jitu
68
Tertipu
69
Dia lagi
70
Yang berbeda
71
Pintu yang terbuka
72
Hari yang berbeda
73
Semangat Mayang
74
Perhatian
75
Jangan membuatku lemah
76
Keputusan
77
Tidak ada kebimbangan
78
Salah sasaran
79
Yang lama tersimpan
80
Sebab akibat
81
Peraturan
82
Ember bocor
83
Setipis kulit bawang
84
Panik
85
Aku menunggu
86
Bahagialah
87
Gencatan senjata
88
Tidak tahu malu
89
Tidak sebanding
90
Jangan memaksa
91
Perhatian yang berbeda
92
Sabar lebih baik
93
Istriku yang cantik
94
Seperti berada di dunia lain
95
Jangan ragu
96
Bukan topeng biasa
97
Sesuai keinginan
98
Nilai sebuah kepercayaan
99
Bukan yang lain
100
Puas berdua
101
Semudah itu
102
Menagih janji
103
Karyawan istimewa
104
Jalan keluar
105
Di luar kemampuan
106
Masihkah ada
107
Niat jahat
108
Janji
109
Informasi atau jebakan
110
Salah atau kalah
111
Peringatan
112
Ada untukmu
113
Cari ide
114
Sebuah usul
115
Yang terhebat
116
Bukan benar dan salah
117
Bersamamu
118
Jangan membuatku gila
119
Terluka kembali
120
Mengapa
121
Bercerminlah
122
Tidak ada kompromi
123
Antara masalah dan musibah
124
Tuduhan keji
125
Diam bukan emas
126
Haruskah menerima
127
Bukan pasangan yang tepat
128
Rencana yang gagal
129
Tidak menemukanmu
130
Kabar buruk atau bahagia
131
Mayang oh Mayang
132
Sesak dan menyakitkan
133
Ketika semua orang menyalahkan
134
Cantik mana
135
Perlahan tapi pasti
136
Kejutan
137
Isyarat
138
Dekat
139
Tambah dekat
140
Main cantik
141
Cari pemenang
142
Pulang
143
Kemarahan Riezka
144
Aku ingin menebus kesalahan
145
Penyesalan Erwin
146
Seperti orang asing
147
Tetap berusaha walaupun sulit
148
Episode baru kehidupan
149
Ijinkan aku bahagia
150
Sakitnya masih terasa
151
Pelan tapi pasti
152
Wajah asing
153
Jangan membuatku kecewa lagi
154
Semua ingin bahagia
155
Salah paham
156
Semua sudah selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!