Ketemu lagi

Mayang tidak mengira kalau putra Lily adalah lelaki yang sangat menarik hingga beberapa wanita harus memandanginya secara terus menerus ketika dia berjalan menuju tempat mereka duduk.

“Mayang, kenalkan dia adalah putraku namanya Andrey, kebetulan dia mempunyai travel wisata yang sudah memiliki cukup nama,” kata Lily memperkenalkan mereka.

Tatapan pria bernama Andrey sangat tajam seperti mencurigai sikap Mayang hingga dia balas menatapnya dengan berani.

Mayang dan Andrey saling berpandangan membuat Lily tersenyum meskipun dia tidak tahu sebenarnya apa yang mereka rasakan berdua.

“Terima kasih Mayang kau sudah menemaniku dan sampaikan salamku untuk Pak Allen,” kata Lily sebelum memasuki mobilnya.

“Sama-sama Bu. Akan saya sampaikan salamnya.”

Setelah Lily pergi, Mayang kembali ke dalam lobby sambil mengeluarkan ponselnya untuk memanggil Ali karena sopirnya itu kembali pergi begitu tahu Mayang menemani Lily kembali di dalam mall.

Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi sopirnya tetapi Ali belum juga menjawab sampai ada panggilan masuk ke ponselnya. Erwin.

"Halo Mayang, kau ada dimana?”

“Aku sedang di mall. Ada apa?” tanya Mayang dengan kening berkerut.

Mendapat telepon dari seorang Erwin Hadinata adalah sebuah kejutan yang tidak pernah dia bayangkan. Tidak mungkin, kan, seorang Erwin memerlukan pertemuan kedua setelah kemarin mereka bertemu tanpa sengaja.

“Mall mana? Bisa ketemu ga.”

Erwin mau ngajak ketemuan? Yakin kalau dia benar-benar mau ketemuan? Apa dia sedang bermimpi? Tidak Mayang tidak bermimpi dan dia memang benar sudah mendengar tawaran dari Erwin. Tapi apa perlunya mereka bertemu?

“Mayang…kamu masih dengar suara aku, kan?”

“Iya aku masih dengar kok. Mendadak sekali, ada apa sih?”

“Nanti aku cerita. Gimana, bisa ketemuan kan?”

“Kau tau dari caramu membuatku sangat penasaran. Ya sudah, kalau mau ketemu kamu datang ke sini saja. Aku tunggu tapi gak pake lama,” kata Mayang setelah diam sebentar.

Setelah menyebutkan nama mall tempat dia berada, Mayang masih memikirkan kenapa Erwin meneleponnya sementara dia bukan siapa-siapanya.

Teman? Mayang yakin masih banyak teman wanita yang dimiliki oleh Erwin apabila dia bermaksud mencari teman untuk ngopi karena Mayang sendiri sangat yakin kalau dirinya bukan teman ngobrol yang cukup menyenangkan.

“Oke, aku akan segera ke sana nanti aku akan telepon balik kalau sudah sampe,” sahut Erwin mengembalikan pikiran Mayang yang sempat traveling.

Di tempat yang berbeda, Erwin segera memasukkan ponselnya ke saku jas-nya dan bicara pada seorang lelaki yang duduk di sampingnya.

“Jerry, aku tinggal dulu, ya. Ada pertemuan maha penting yang harus aku selesaikan,” katanya.

Tidak perlu menunggu jawaban dari Jerry atau beberapa orang yang bersamanya karena Erwin langsung pergi, tidak peduli kalau sikapnya tersebut membuat seorang wanita tersinggung dan tidak menyukainya.

“Erwin, kapan kita ketemuan lagi?” tanya Kakay yang tidak rela Erwin pergi begitu saja.

“Aku belum tahu, kalian atur jadwal saja siapa tahu aku bisa datang,” jawab Erwin yang melanjutkan langkahnya kembali.

Erwin adalah lelaki yang selalu menepati janji, tentu saja selama dia memiliki waktu tersebut, tetapi kalau tidak…Erwin pasti akan mengatakannya jauh-jauh hari. Sikap seperti itulah yang membuat Erwin selalu dianggap sebagai teman yang baik dan tidak jarang membuat dia sering dimanfaatkan.

Di tempat yang berbeda, Mayang belum juga selesai memikirkan tujuan Erwin yang mendesak untuk bertemu. Tidak mungkin lelaki yang memiliki kesibukan luar biasa bisa mengajaknya bertemu tanpa ada rencana sebelumnya.

Mayang lalu memutuskan untuk menghubungi Ali kembali, kali ini dia akan mengatakan bahwa dia tidak pulang bersama dengan sopirnya.

Untunglah ketika Mayang menelepon Ali, sopirnya langsung menjawab pada panggilan pertama, tidak seperti sebelumnya.

“Halo Li. Aku ada janji dengan teman lebih dulu. Jadi kau bisa pulang sekarang,” beritahu Mayang pada sopirnya.

“Ibu ga mau di tunggu lalu bagaimana nanti ibu pulangnya?”

“Aku bisa naik taxi nanti,” jawab Mayang memastikan dirinya bisa mendapatkan kendaraan dengan mudah.

“Baiklah. Kalau begitu saya langsung pulang ya Bu. Tapi kalau nanti ibu perlu bantuan, ibu bisa hubungi saya.”

“Iya. Aku pasti telepon kamu kalau ada masalah atau gak ada taxi yang bisa aku sewa. Pokoknya doa-in aja gak ada gangguan yang bikin kamu keluar lagi,” jawab Mayang tertawa.

“Atau mobil saya tinggal di sini saja gimana?” kata Ali menawarkan.

“Ga perlu. Kamu bawa saja pulang mobilnya.”

Berpikir kalau Erwin memerlukan waktu untuk tiba di tempatnya berada, Mayang memutuskan untuk berkeliling pertokoan, berharap ada yang bisa dia beli sesuai dengan kebutuhannya.

Pada saat yang bersamaan, setelah Erwin pergi, Jerry yang menjadi teman sekaligus asistennya Erwin di kantor menjadi sasaran pertanyaan 2 orang wanita yang sebelumnya bersama mereka menikmati cooffe.

“Sebenarnya Erwin mau kemana sih Jer, sepertinya penting sekali,” kata Kakay yang sejak tadi sibuk mencari perhatian pada Erwin.

“Aku tidak tahu dan tidak pernah mau tahu apa saja yang dia lakukan. Bukan hakku untuk mengetahui semua urusannya,” jawab Jerry sembari memanggil pelayan café.

“Tapi kamu, kan, asistennya, masa ga tahu sih,” kata Kakay mendesak.

“Aku boleh tanya gak, kalau kau pergi kemana-kemana, apa pelayan kau tahu?”

“Pelayanku? Buat apa dia tahu urusan majikannya,” jawab Kakay ketus.

“Lalu apa bedanya aku. Erwin adalah majikan aku jadi terserah dia mau kemana,” jawab Jerry tenang.

Mendengar jawaban Jerry yang tidak terduga membuat Kakay kesal. Dia sudah bersusah payah untuk bisa tampil yang terbaik di depan lelaki yang ketampanan dan kegagahannya sudah sangat dikenal oleh kaum hawa, tetapi…Erwin justru pergi begitu saja, tidak peduli kalau dia sudah bekerja keras menarik perhatiannya.

Di mall. Mayang sudah membeli beberapa barang dan ia melihat ponselnya untuk memastikan kalau tidak ada telepon atau pesan yang masuk sebagai tanda Erwin sudah tiba sehingga ia memutuskan untuk memasuki gerai khusus cosmetic.

"Silahkan masuk Kaka, Kaka bisa lihat-lihat terlebih dulu,” sapa karyawan gerai tersebut.

Tanpa diminta, karyawan tersebut memberikan penjelasan pada Mayang tentang kelebihan produk yang dijual di gerai mereka. Semuanya mengenai kelebihan yang dimiliki sama sekali tidak menyebutkan kekurangannya hingga Mayang hanya bisa tersenyum kecil.

“Lalu apa kekurangan dari setiap produk yang ada di sini?” tanya Mayang begitu karyawan toko berhenti menjelaskan.

Tidak siap mendengar pertanyaan tersebut, membuat karyawan toko tergagap. Dia tidak mempersiapkan untuk mencari tahu apa kekurangan dari produk yang mereka jual.

“Saya yakin tidak ada kekurangan pada setiap produk yang kami jual di sini. Kami hanya menjual barang-barang terbaik jadi tidak mungkin ada kekurangannya.”

Mayang hanya mengangguk hingga dia sendiri tidak yakin dengan penjelasan dari karyawan toko hingga matanya tertuju pada beberapa produk.

“Terima kasih ya Kak. Lalu bagaimana dengan produk ini? Terus terag saya belum pernah memakai priduk seperti itu,” kata Mayang

Wajah karyawan yang sebelumnya tidak bersemangat karena Mayang tidak tertarik mendengar penjelasannya tiba-tiba kembali berseri apalagi Mayang menunjukkan minatnya pada produk cosmetic paripurna. Terbayang sudah berapa besar komisi yang akan dia terima bila Mayang membelinya.

Namun, Mayang masih berpikir apakah ia harus membelinya atau tidak, karena ia tidak terlalu membutuhkan perlengkapan perang yang lengkap untuk membuatnya terlihat berbeda.

“Berikan kakak ini paket perawatan wajah dan tubuh dari produk terbaik!" perintah seorang lelaki dari arah belakang Mayang.

Tidak percaya dengan pendengarannya, Mayang segera berbalik dan melihat Erwin berdiri di belakangnya dengan tawa tertahan di mulutnya.

“Eh, sejak kapan kamu ada di sini, padahal aku sejak tadi sudah periksa ponselku,” katanya setelah terkejutnya hilang.

“Aku tadi mau telepon kamu, lalu aku melihatmu masuk ke gerai ini. Jadi kenapa aku harus telepon kalau aku sudah bisa melihatmu,” katanya.

Tengah mereka bertegur sapa, karyawan toko kembali bertanya pada Erwin untuk memastikan barang yang akan dibeli oleh Erwin.

“Permisi Kak, untuk paket yang tadi dipesan adalah untuk tubuh dan wajah. Apa ada pesanan lain?”

“Kau mau pesan apa lagi?” tanya Erwin pada Mayang.

“Tidak ada.”

“Cukup yang tadi saja,” kata Erwin pada karyawan toko.

Setelah yakin tidak ada lagi yang dipesan, Erwin segera menuju kasir untuk membayar pesanannya.

“Ini.”

Erwin menyerahkan tas belanja yang baru dia dapat dari kasir pada Mayang yang menatapnya tidak tertarik.

“Kenapa dikasih ke aku? Kan kamu yang beli. Terus terang aku tidak begitu tertarik,” jawab Mayang menolak pemberian Erwin.

“Loh, memangnya kamu tidak dengar yang aku katakan pada penjual tadi? Aku tahu kamu wanita yang cantik, tetapi setiap wanita juga wajib untuk mempercantik diri dan merawat tubuhnya,” jawab Erwin membuat Mayang tertawa.

“Maksudmu, aku tidak pandai merawat diri?”

“Kamu pandai, tetapi akan lebih baik lagi kalau kamu juga pandai menyenangkan orang,” jawab Erwin dengan mengerling.

“Menyenangkan orang, buat apa. Ga ada urusan.”

“Menyenangkan orang juga kan ibadah May. Masa kamu tidak mau sih. Contoh paling mudah adalah bagaimana kalau kamu menerima pemberianku ini. Mau ya,” kata Erwin membujuk membuat Mayang tertawa.

“Apaan sih. Lagian kamu langsung beli saja, eh tapi tunggu dulu…bukankah yang kamu pegang itu produk perusahaanmu sendiri? Jadi kenapa kau harus membelinya?”

“Aku tadi kan sudah bilang menyenangkan orang juga itu ibadah. Bisa jadi karyawan tadi belum mendapatkan komisi penjualan. Jadi kau mau ya.”

“Baiklah, tapi aku akan membayarnya,” jawab Mayang tertawa.

“Berarti aku ga jadi ibadah dong.”

“Tahu ah, pikir aja sendiri.”

Tidak pernah Erwin melihat Mayang tertawa lepas dan berbicara dengan suaranya yang ketus tapi manja. Gila…dia sepertinya sudah mulai gila, mana ada ketus tapi manja atau memang ada hanya dia saja yang tidak pernah tahu.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

semoga Erwin jodoh May ya thour

2023-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Sakit kepala
2 Mengikuti kemauan
3 Ketemu mantan
4 Penasaran
5 Sakit hati
6 Kemarahan
7 Kapan berakhir
8 Selalu ada yang lain
9 Pengalaman baru
10 Penilaian
11 Perbedaan yang besar
12 Ketemu lagi
13 Sulit untuk percaya
14 Lebih dari permintaan
15 Lebih dari menerima
16 Tidak bisa memilih
17 Beda kelas
18 Cukup sudah
19 Menguji kesabaran
20 Selalu ada pilihan
21 Sebuah permulaan
22 Arti kesetiaan
23 Menginap di tempat asing
24 Nama yang tersimpan
25 Selalu ada sebab akibat
26 Pemandangan langka
27 Menyusun rencana
28 Godaan besar
29 Penemuan baru
30 Berpikir lurus
31 Tidak bergantung
32 Lebih dari sekedar ingin tahu
33 Tidak ada yang kebetulan
34 Bukan yang aku inginkan
35 Tidak adil
36 Jangan asal tuduh
37 Aku di matamu
38 Perhatian lebih
39 Sempurna
40 Bikin lupa
41 Hasil Menguping
42 Pertemuan kedua
43 Tidak rela melepaskan
44 Yang berbeda
45 Penilaian
46 Keyakinan dan kepastian
47 Uji mental
48 Wawancara atau interogasi
49 Melindungi
50 Keinginan Danisa
51 Belajar mengenal
52 Kedatangan Rachel
53 Telepon tengah malam
54 Bukan yang biasa
55 Ingin tahu
56 Banyak pertanyaan
57 Apa maunya
58 Deal
59 Ikut merasakan
60 Tantangan baru
61 Nasihat dari keluarga
62 Sebuah permintaan
63 Sebuah permainan baru
64 Bertemu Indri
65 Bukan seperti ini
66 Pesan dari keluarga
67 Penyelesaian yang jitu
68 Tertipu
69 Dia lagi
70 Yang berbeda
71 Pintu yang terbuka
72 Hari yang berbeda
73 Semangat Mayang
74 Perhatian
75 Jangan membuatku lemah
76 Keputusan
77 Tidak ada kebimbangan
78 Salah sasaran
79 Yang lama tersimpan
80 Sebab akibat
81 Peraturan
82 Ember bocor
83 Setipis kulit bawang
84 Panik
85 Aku menunggu
86 Bahagialah
87 Gencatan senjata
88 Tidak tahu malu
89 Tidak sebanding
90 Jangan memaksa
91 Perhatian yang berbeda
92 Sabar lebih baik
93 Istriku yang cantik
94 Seperti berada di dunia lain
95 Jangan ragu
96 Bukan topeng biasa
97 Sesuai keinginan
98 Nilai sebuah kepercayaan
99 Bukan yang lain
100 Puas berdua
101 Semudah itu
102 Menagih janji
103 Karyawan istimewa
104 Jalan keluar
105 Di luar kemampuan
106 Masihkah ada
107 Niat jahat
108 Janji
109 Informasi atau jebakan
110 Salah atau kalah
111 Peringatan
112 Ada untukmu
113 Cari ide
114 Sebuah usul
115 Yang terhebat
116 Bukan benar dan salah
117 Bersamamu
118 Jangan membuatku gila
119 Terluka kembali
120 Mengapa
121 Bercerminlah
122 Tidak ada kompromi
123 Antara masalah dan musibah
124 Tuduhan keji
125 Diam bukan emas
126 Haruskah menerima
127 Bukan pasangan yang tepat
128 Rencana yang gagal
129 Tidak menemukanmu
130 Kabar buruk atau bahagia
131 Mayang oh Mayang
132 Sesak dan menyakitkan
133 Ketika semua orang menyalahkan
134 Cantik mana
135 Perlahan tapi pasti
136 Kejutan
137 Isyarat
138 Dekat
139 Tambah dekat
140 Main cantik
141 Cari pemenang
142 Pulang
143 Kemarahan Riezka
144 Aku ingin menebus kesalahan
145 Penyesalan Erwin
146 Seperti orang asing
147 Tetap berusaha walaupun sulit
148 Episode baru kehidupan
149 Ijinkan aku bahagia
150 Sakitnya masih terasa
151 Pelan tapi pasti
152 Wajah asing
153 Jangan membuatku kecewa lagi
154 Semua ingin bahagia
155 Salah paham
156 Semua sudah selesai
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sakit kepala
2
Mengikuti kemauan
3
Ketemu mantan
4
Penasaran
5
Sakit hati
6
Kemarahan
7
Kapan berakhir
8
Selalu ada yang lain
9
Pengalaman baru
10
Penilaian
11
Perbedaan yang besar
12
Ketemu lagi
13
Sulit untuk percaya
14
Lebih dari permintaan
15
Lebih dari menerima
16
Tidak bisa memilih
17
Beda kelas
18
Cukup sudah
19
Menguji kesabaran
20
Selalu ada pilihan
21
Sebuah permulaan
22
Arti kesetiaan
23
Menginap di tempat asing
24
Nama yang tersimpan
25
Selalu ada sebab akibat
26
Pemandangan langka
27
Menyusun rencana
28
Godaan besar
29
Penemuan baru
30
Berpikir lurus
31
Tidak bergantung
32
Lebih dari sekedar ingin tahu
33
Tidak ada yang kebetulan
34
Bukan yang aku inginkan
35
Tidak adil
36
Jangan asal tuduh
37
Aku di matamu
38
Perhatian lebih
39
Sempurna
40
Bikin lupa
41
Hasil Menguping
42
Pertemuan kedua
43
Tidak rela melepaskan
44
Yang berbeda
45
Penilaian
46
Keyakinan dan kepastian
47
Uji mental
48
Wawancara atau interogasi
49
Melindungi
50
Keinginan Danisa
51
Belajar mengenal
52
Kedatangan Rachel
53
Telepon tengah malam
54
Bukan yang biasa
55
Ingin tahu
56
Banyak pertanyaan
57
Apa maunya
58
Deal
59
Ikut merasakan
60
Tantangan baru
61
Nasihat dari keluarga
62
Sebuah permintaan
63
Sebuah permainan baru
64
Bertemu Indri
65
Bukan seperti ini
66
Pesan dari keluarga
67
Penyelesaian yang jitu
68
Tertipu
69
Dia lagi
70
Yang berbeda
71
Pintu yang terbuka
72
Hari yang berbeda
73
Semangat Mayang
74
Perhatian
75
Jangan membuatku lemah
76
Keputusan
77
Tidak ada kebimbangan
78
Salah sasaran
79
Yang lama tersimpan
80
Sebab akibat
81
Peraturan
82
Ember bocor
83
Setipis kulit bawang
84
Panik
85
Aku menunggu
86
Bahagialah
87
Gencatan senjata
88
Tidak tahu malu
89
Tidak sebanding
90
Jangan memaksa
91
Perhatian yang berbeda
92
Sabar lebih baik
93
Istriku yang cantik
94
Seperti berada di dunia lain
95
Jangan ragu
96
Bukan topeng biasa
97
Sesuai keinginan
98
Nilai sebuah kepercayaan
99
Bukan yang lain
100
Puas berdua
101
Semudah itu
102
Menagih janji
103
Karyawan istimewa
104
Jalan keluar
105
Di luar kemampuan
106
Masihkah ada
107
Niat jahat
108
Janji
109
Informasi atau jebakan
110
Salah atau kalah
111
Peringatan
112
Ada untukmu
113
Cari ide
114
Sebuah usul
115
Yang terhebat
116
Bukan benar dan salah
117
Bersamamu
118
Jangan membuatku gila
119
Terluka kembali
120
Mengapa
121
Bercerminlah
122
Tidak ada kompromi
123
Antara masalah dan musibah
124
Tuduhan keji
125
Diam bukan emas
126
Haruskah menerima
127
Bukan pasangan yang tepat
128
Rencana yang gagal
129
Tidak menemukanmu
130
Kabar buruk atau bahagia
131
Mayang oh Mayang
132
Sesak dan menyakitkan
133
Ketika semua orang menyalahkan
134
Cantik mana
135
Perlahan tapi pasti
136
Kejutan
137
Isyarat
138
Dekat
139
Tambah dekat
140
Main cantik
141
Cari pemenang
142
Pulang
143
Kemarahan Riezka
144
Aku ingin menebus kesalahan
145
Penyesalan Erwin
146
Seperti orang asing
147
Tetap berusaha walaupun sulit
148
Episode baru kehidupan
149
Ijinkan aku bahagia
150
Sakitnya masih terasa
151
Pelan tapi pasti
152
Wajah asing
153
Jangan membuatku kecewa lagi
154
Semua ingin bahagia
155
Salah paham
156
Semua sudah selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!